jurnalistik.co.id – Empat panji kehormatan yang menjadi simbol Hari Jadi Kabupaten Wonosobo mulai dikirab dari Halaman Pendopo Bupati Wonosobo pada Kamis (2/7/2026). Prosesi ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi ke-201.
Kirab bertajuk Prosesi Pasrah Tampi Panji Miwah Pusaka Pagetan Ambal Warsa Kaping-201 tersebut akan menempuh 15 kecamatan dan menjangkau 265 desa. Dengan begitu, peringatan usia Kabupaten Wonosobo tidak berhenti di pusat pemerintahan, melainkan dibawa hingga ke pelosok.
Prosesi dimulai dari penyerahan panji kepada Kecamatan Watumalang. Setelah itu, panji diteruskan secara estafet ke 14 kecamatan lainnya sebelum akhirnya dibawa berkeliling hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Wonosobo.
Dalam keterangannya pada Jumat (3/7/2026), Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyebut serah terima panji sebagai rangkaian pembuka yang sarat makna. Ia menekankan bahwa nilai yang diusung tidak hanya bersifat historis dan budaya, tetapi juga menegaskan kebersamaan masyarakat Wonosobo.
Afif mengatakan, “Serah terima Panji menjadi rangkaian pembuka Hari Jadi Kabupaten Wonosobo yang mengandung nilai sejarah, budaya, sekaligus kebersamaan kita sebagai masyarakat Wonosobo,”
Menurut bupati, prosesi tersebut sekaligus menjadi pengingat agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu tetap hidup. Nilai itu diharapkan menjadi pijakan dalam pembangunan yang dijalankan pemerintah dan masyarakat secara bersama.
Panji yang dikirab melambangkan persatuan dan sinergi berbagai unsur. Empat panji itu terdiri atas Sang Saka Dwi Warna, Catragung Pangayom, Tombak Karawelang Katentreman, dan Panji Gegunungan Praja.
Keempat panji tersebut, kata Afif, merepresentasikan persatuan serta kerja selaras seluruh unsur pemerintahan bersama masyarakat. Dari penanda simbolik itu, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan sendirian.
Berita Terkait
“Panji yang kita tampi hari ini adalah amanah bersama. Ia mengingatkan bahwa setiap langkah pembangunan harus selalu berpijak pada nilai persatuan, dijaga dengan semangat pengabdian, serta diarahkan untuk menghadirkan ketenteraman dan kemuliaan bagi masyarakat Wonosobo,” ujar bupati.
Afif menambahkan, kirab hingga ke desa-desa menunjukkan bahwa Hari Jadi Kabupaten Wonosobo bukan semata milik pemerintah. Perayaan tersebut merupakan bagian dari milik seluruh masyarakat yang ikut merawat dan meneruskan makna peringatan dari generasi ke generasi.
Ia berharap semangat Hari Jadi dapat hadir sampai ke setiap wilayah. “Melalui kirab ini, kita ingin menghadirkan semangat Hari Jadi hingga ke seluruh pelosok desa, agar tumbuh rasa memiliki, kebanggaan, dan kecintaan terhadap daerah kita tercinta,” katanya.
Selain pelestarian tradisi, Afif menginginkan rangkaian Hari Jadi memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyebut sejumlah arah manfaat yang diharapkan, yakni pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta promosi potensi lokal.
Penyelenggaraan Hari Jadi ke-201 juga tetap mempertahankan tradisi, sambil menyesuaikan pelaksanaan dengan kondisi ekonomi. Penyesuaian itu dimaksudkan agar rangkaian kegiatan tetap berjalan dengan selaras dan terukur.
Dengan tahapan penyerahan panji dari Watumalang lalu estafet ke kecamatan lain, kirab diharapkan menjadi ruang bersama untuk merawat nilai kebersamaan. Pada akhirnya, peringatan Hari Jadi ke-201 diproyeksikan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi momentum yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dan kemajuan Wonosobo.
Dalam prosesi estafet tersebut, keterlibatan warga di tiap kecamatan dan desa menjadi bagian dari pesan utama, yakni merawat nilai persatuan melalui kebersamaan yang nyata. Kirab tidak berhenti sebagai rangkaian simbol, melainkan menjadi pengingat bahwa setiap unsur memiliki peran ketika pembangunan berjalan bersama.
Upaya menyelaraskan tradisi dan kondisi ekonomi itu juga diharapkan memperkuat arah manfaat Hari Jadi. Lewat semangat yang dibawa panji, penyelenggaraan diarahkan untuk mendorong pemberdayaan UMKM, membuka ruang bagi ekonomi kreatif, serta memperkenalkan potensi lokal kepada lebih banyak pihak.












