Peristiwa

Mualem Ajak Warga Aceh Panjatkan Doa bagi Korban Gempa Venezuela, Mengenang Bantuan saat Tsunami 2004

×

Mualem Ajak Warga Aceh Panjatkan Doa bagi Korban Gempa Venezuela, Mengenang Bantuan saat Tsunami 2004

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Gubernur Aceh Muaem Ajak Warga Doakan Venezuela, Ingat Bantuan saat Tsunami 2004

jurnalistik.co.id – Pemerintah Aceh menyerukan solidaritas kemanusiaan untuk mendoakan warga Venezuela yang sedang menghadapi bencana gempa bumi besar. Seruan ini disampaikan sebagai bentuk empati sekaligus pengingat atas bantuan yang pernah diterima Aceh saat tsunami pada 2004.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyampaikan bahwa Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengimbau masyarakat agar ikut menyampaikan doa bagi para korban. Imbauan itu disampaikan di Banda Aceh pada Kamis (2/7/2026) dan dikutip Antara.

“Gubernur mengimbau seluruh masyarakat Aceh mendoakan keselamatan dan kesehatan bagi korban yang selamat dari bencana tersebut,” kata Nurlis Effendi.

Di Venezuela, bencana dipicu oleh dua gempa bumi besar yang terjadi pada 24 Juni 2026. Data yang disampaikan menyebutkan gempa kembar tersebut berkekuatan Mw 7,2 dan Mw 7,5, dengan pusat gempa berada di San Felipe, wilayah Yaracuy.

Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia mencapai 2.295 orang, sementara korban luka tercatat sebanyak 11.267 orang. Selain itu, terjadi 782 gempa susulan sejak kejadian utama.

Pemerintah Venezuela juga telah menetapkan status keadaan darurat sekaligus masa berkabung nasional selama tujuh hari. Dalam konteks itulah Pemerintah Aceh menilai doa dan perhatian lintas negara menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan.

Menurut Nurlis, kedekatan emosional Aceh dengan situasi yang dialami Venezuela berangkat dari pengalaman serupa pada 2004. Saat itu, Aceh dilanda tsunami dahsyat yang menewaskan lebih dari 170.000 korban jiwa serta menyebabkan kerusakan yang luas.

Dalam masa sulit setelah tsunami tersebut, berbagai negara memberikan bantuan bagi proses penanganan dan pemulihan Aceh. Salah satu dukungan datang dari Venezuela, yang disebut ikut berperan dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.

Nurlis menyebutkan Venezuela memberikan bantuan dengan nilai dana kemanusiaan sekitar 2 juta dolar Amerika Serikat. Selain dukungan finansial, bantuan juga mencakup dukungan untuk pemulihan infrastruktur, bantuan layanan medis, serta penanganan darurat bagi korban yang selamat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Aceh memahami kondisi yang kini dialami Venezuela, termasuk kebutuhan untuk terus menjaga keselamatan dan kesehatan para korban. Dengan latar itu, seruan doa dari Aceh diarahkan agar masyarakat Venezuela tetap memperoleh perhatian dan harapan dalam fase bencana.

Pemerintah Aceh juga membuka ruang bagi kontribusi lain selain doa. Nurlis menyatakan masyarakat dapat membantu sesuai kemampuan yang dimiliki, termasuk melalui bantuan kemanusiaan.

“Ini berkaitan dengan tragedi kemanusiaan. Jika memiliki kemampuan, silakan memberi bantuan kemanusiaan untuk Venezuela yang sedang berduka,” ujar Nurlis.

Imbauan tersebut menempatkan solidaritas sebagai respons terhadap kedukaan yang terjadi di tengah krisis kemanusiaan. Pemerintah Aceh berharap dukungan, baik berupa doa maupun bantuan, dapat membantu proses penanganan dan pemulihan warga yang terdampak gempa di Venezuela.

Melalui seruan ini, Pemerintah Aceh juga menegaskan bahwa kepedulian lintas batas tidak berhenti pada saat bencana terjadi. Solidaritas yang pernah diterima Aceh saat tsunami 2004 menjadi landasan moral untuk ikut merawat harapan bagi korban di Venezuela saat ini.

Dalam imbauan itu, Pemerintah Aceh menekankan bahwa perhatian tidak hanya berhenti pada momen bencana, tetapi terus menyertai proses yang sedang berjalan di Venezuela. Doa yang disampaikan diharapkan menjadi peneguh batin bagi korban serta keluarga yang sedang menjalani masa sulit.

Aceh juga menempatkan pengalaman saat tsunami 2004 sebagai pengingat bahwa bantuan lintas negara sangat berarti dalam fase tanggap dan pemulihan. Pada saat yang sama, Aceh mengingat kembali bentuk dukungan yang pernah datang dari Venezuela, termasuk pengucuran dana kemanusiaan sekitar 2 juta dolar AS.

Menurut Nurlis, nilai bantuan tersebut diarahkan untuk kebutuhan pemulihan, mulai dari dukungan layanan medis hingga penanganan darurat bagi mereka yang selamat, termasuk upaya menata kembali infrastruktur. Karena itu, masyarakat Aceh diminta turut berperan sesuai kemampuan, baik melalui doa maupun partisipasi bantuan kemanusiaan bagi warga Venezuela.