Daerah

Lanal Lampung Dipersiapkan Menjadi Pangkalan Kapal Induk Pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi

×

Lanal Lampung Dipersiapkan Menjadi Pangkalan Kapal Induk Pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lanal Lampung Disiapkan Jadi Pangkalan Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi

jurnalistik.co.id – TNI Angkatan Laut menyiapkan Lanal Lampung sebagai salah satu lokasi sandar kapal induk pertama yang akan dimiliki Indonesia, Giuseppe Garibaldi. Langkah ini diarahkan untuk memastikan dukungan infrastruktur operasional siap sebelum kapal tersebut tiba pada periode yang ditargetkan sebelum peringatan HUT TNI di Oktober 2026.

Pemilihan Lampung, menurut keterangan yang disampaikan dalam jumpa pers di Mabes AL Jakarta pada Senin (13/7/2026), didasarkan pada pertimbangan letak yang strategis serta peluang pengembangan fasilitas untuk mengakomodasi kebutuhan kapal induk. Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menyebut pangkalan itu dirancang untuk berfungsi baik sebagai tempat labuh maupun area bersandar kapal.

“Jadi, Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodasi tempat labuh maupun bersandar dari (kapal induk) Garibaldi,” ujar Tunggul, mengutip Antara.

Persiapan yang sedang berjalan mencakup penguatan aspek teknis sekaligus pembangunan infrastruktur dasar. Rangkaian pekerjaan tersebut diarahkan agar proses sandar dan kegiatan pendukung setelah kapal berada di Indonesia dapat dilakukan dengan lebih aman dan efektif.

Dalam rencana pengembangan Lanal Lampung, salah satu fokus utama adalah pengerukan laut untuk meningkatkan kedalaman perairan. Menurut penjelasan yang disampaikan, kapal induk membutuhkan kedalaman yang memadai agar dapat bersandar tanpa mengganggu keselamatan operasional maupun proses sandar-memasuki area pangkalan.

Selain pengerukan, TNI AL juga melakukan pembangunan fasilitas tambat atau tempat sandar. Upaya ini menjadi bagian dari penyiapan ruang fisik yang sesuai dengan kebutuhan kapal, termasuk kesiapan area untuk merapat dan melakukan tahapan dukungan yang diperlukan.

Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui peningkatan kemampuan kelistrikan. Dengan bertambahnya kebutuhan energi untuk pengoperasian berbagai sistem pendukung, peningkatan kapasitas listrik di pangkalan menjadi salah satu prasyarat agar aktivitas di sekitar kapal dapat berjalan stabil.

Di sisi lain, pengembangan fasilitas pendukung militer di area sekitar pangkalan turut disiapkan. Pendekatan ini mencerminkan bahwa kesiapan pangkalan tidak hanya berfokus pada titik sandar, melainkan juga pada kesiapan elemen pendukung yang dibutuhkan selama masa operasional.

Tunggul menekankan bahwa pekerjaan pembangunan terus berlangsung. Harapannya, sebelum Giuseppe Garibaldi sampai di Indonesia, seluruh kebutuhan yang disiapkan di Lanal Lampung sudah berada dalam kondisi yang siap digunakan.

Lebih jauh, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya menyampaikan bahwa rencana dukungan tidak bertumpu pada satu lokasi saja. Ia menyebut TNI AL menyiapkan beberapa pangkalan di sejumlah wilayah di Indonesia untuk mendukung operasional kapal induk.

Dalam penjelasan tersebut, Ali juga menyampaikan bahwa penyiapan personel telah dilakukan dan akan segera dikirim ke Italia. Setelah proses terkait personel berjalan, pengaturan pangkalan di beberapa tempat di Indonesia juga akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional yang menyertai kedatangan kapal.

Giuseppe Garibaldi yang akan dimiliki Indonesia merupakan kapal buatan perusahaan asal Italia, Fincantieri. Kapal induk ini dirancang memiliki karakteristik yang mendukung berbagai operasi militer modern, sekaligus membawa kemampuan sistem yang relevan untuk penggelaran dan dukungan kebutuhan tempur.

Secara ukuran, kapal memiliki panjang sekitar 180,2 meter. Untuk kemampuan gerak, kapal disebut memiliki kecepatan maksimum hingga 30 knot atau setara sekitar 56 kilometer per jam.

Kapal ini juga dilengkapi sistem radar serta sistem jamming. Komponen tersebut berperan dalam mendukung kemampuan pengamatan dan penanggulangan gangguan dalam berbagai skenario penggunaan.

Dari sisi persenjataan, Giuseppe Garibaldi disebut memiliki peluncur rudal antipesawat, meriam, serta torpedo. Rangkaian persenjataan itu disiapkan untuk mendukung fungsi pertahanan sekaligus kemampuan serang dalam konteks operasi militer.

Selain karakter teknisnya, kapal ini juga disebut memiliki kesamaan platform dengan dua kapal perang TNI AL lainnya, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321. Penyebutan kesamaan platform tersebut menunjukkan adanya keterkaitan rancangan yang memudahkan sinkronisasi pada aspek tertentu dari pengelolaan armada.