Internasional

Larangan penggunaan selang siram untuk jutaan rumah tangga—apakah daerah Anda terdampak?

×

Larangan penggunaan selang siram untuk jutaan rumah tangga—apakah daerah Anda terdampak?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Hosepipe ban in force for millions of households - is your area affected?

jurnalistik.co.id – Larangan penggunaan selang siram kini mulai berlaku untuk pelanggan Thames Water, dan jumlah warga yang berada di bawah pembatasan tersebut telah menembus lebih dari 20 juta orang.

Kebijakan serupa diberlakukan di wilayah yang luas di Inggris bagian selatan dan timur, serta sebagian wilayah Wales. Langkah ini muncul karena gelombang panas berulang telah membuat pasokan air berada dalam tekanan.

Padahal, pada musim semi hingga awal musim panas, kondisi di banyak tempat di Inggris Raya tergolong relatif kering. Suhu bahkan kerap melewati angka 30C.

Namun, musim dingin justru lebih basah dari kebiasaan. Perbedaan pola musim ini ikut memengaruhi ketersediaan air sehingga penggunaan selang untuk kebutuhan rumah tangga dibatasi.

Larangan selang: dampak langsung di rumah tangga

Dalam ketentuan larangan tersebut, selang tidak boleh digunakan untuk menyiram taman, mencuci kendaraan dan jendela, maupun mengisi kolam renang.

Pembatasan ini turut memunculkan pertanyaan mengenai seberapa efektif pengelolaan sumber daya air, sekaligus kesiapan Inggris menghadapi musim panas yang cenderung lebih kering di masa depan akibat perubahan iklim.

Drought versus water scarcity: istilah yang menentukan langkah kebijakan

Di Inggris Raya, tidak ada satu definisi tunggal mengenai kekeringan. Secara prinsip, kekeringan dipicu oleh periode panjang dengan curah hujan yang rendah, dan dampaknya merembet ke alam, pertanian, serta pasokan air.

Di setiap negara bagian, otoritas lingkungan memutuskan apakah perlu menyatakan status kekeringan atau water scarcity (kekurangan air) berdasarkan evaluasi kondisi level air saat ini dan prakiraan cuaca jangka panjang.

Kedua kondisi tersebut dapat menjadi pemicu diberlakukannya larangan selang siram.

Kekeringan berkaitan dengan ketiadaan presipitasi, sedangkan water scarcity menggambarkan ketidaksesuaian antara ketersediaan air dan kebutuhan. Jadi, masalah ini tidak semata-mata soal cuaca.

Gambaran status di berbagai wilayah

Musim panas ini, larangan diberlakukan untuk menekan tingginya permintaan air. Status di berbagai wilayah tidak seragam, sehingga gambaran nasionalnya tergolong beragam.

Berdasarkan Environment Agency, sebagian besar wilayah Inggris saat ini berada dalam kategori “prolonged dry weather”, yakni status satu tingkat di bawah kekeringan.

Sejauh ini, delapan perusahaan air di Inggris Raya telah mengumumkan larangan selang siram: tujuh di Inggris dan satu di Wales.

Wilayah yang sudah menyatakan “prolonged dry weather” meliputi East Anglia, West Midlands, Devon, Cornwall dan Isles of Scilly, Lincolnshire dan Northamptonshire, Hertfordshire dan London, Wessex, Thames, serta Solent dan South Downs.

Sementara itu, bagian lain di Inggris, terutama di wilayah utara, masih berstatus “normal”.

Di Wales, otoritas Natural Resources Wales menyebutkan wilayah-wilayah di utara dan tenggara telah ditingkatkan dari “normal” menjadi “prolonged dry weather”.

Untuk Northern Ireland, tidak ada kekeringan resmi yang saat ini diumumkan.

Skotlandia tidak menetapkan status kekeringan, tetapi memantau “water scarcity”. Sejumlah wilayah di timur Skotlandia berada pada “moderate scarcity”, dan tidak ada yang masuk kategori paling ekstrem “significant scarcity”.

Dari sungai, waduk, hingga air tanah: bagaimana pasokan terbentuk

Pasokan air utama di Inggris Raya bersumber dari sungai, waduk, serta air dari bawah permukaan tanah dalam.

Setelah cuaca panas dan kering, aliran sungai di beberapa wilayah Inggris pada bulan Juni tercatat rendah.

Steve Turner, seorang hidrolog di UK Centre for Ecology & Hydrology (UKCEH), menyatakan: “Without significant rainfall we could see increasing impacts on wildlife, agriculture and water resources as the summer progresses,”.

Waduk memegang peran penting dalam menjaga pasokan, dan untuk Northern Ireland, Wales, serta Skotlandia, levelnya disebut “healthy” dan berada di atas perkiraan untuk waktu tahun ini.

Berbeda dengan itu, waduk di Inggris berada di bawah rata-rata untuk musimnya, meski terdapat variasi di berbagai wilayah.

Inggris bagian tenggara lebih bergantung pada air tanah dibanding waduk.

Air tanah terbentuk dari curah hujan yang tersimpan alami di bawah permukaan, di ruang-ruang pori dan retakan batuan.

Pada Juni, level air tanah umumnya berada pada atau tepat di bawah kondisi normal. Curah hujan musim dingin sempat mengisi ulang, tetapi musim semi yang lebih kering telah mengurasnya di sebagian besar wilayah.

Namun, pada jenis batuan tertentu, pergerakan air bisa berlangsung lebih lambat, sehingga bisa memerlukan waktu bertahun-tahun untuk sepenuhnya merespons kondisi saat ini.

Prof Alan MacDonald dari British Geological Survey menjelaskan bahwa cadangan air tanah “respond more slowly to changes in the climate than rivers, which is why they provide a useful buffer during periods of drought”.

Itulah sebabnya kekeringan air tanah di bagian selatan Inggris cenderung berkembang lebih lama, meski bila terjadi dapat bertahan lebih lama pula.

Perubahan iklim: seberapa besar perannya?

Fenomena kekeringan dipengaruhi beragam faktor, hasil perpaduan penyebab alami dan aktivitas manusia.

Met Office memperkirakan Inggris akan mengalami musim panas yang lebih kering secara rata-rata di masa depan seiring pemanasan global, meski hingga kini belum terlihat tren yang jelas.

Suhu yang meningkat dapat berperan lebih langsung karena atmosfer yang lebih hangat menarik kelembapan ekstra dari tanah lewat proses penguapan.

Richard Allan, profesor ilmu iklim di University of Reading, mengatakan: “A warmer atmosphere is thirstier for moisture and this can mean water in the soil, rivers and reservoirs are depleted more effectively, leading to more rapidly onsetting droughts, heatwaves and wildfires,”.

Tetap saja, ketersediaan air tidak ditentukan cuaca saja. Cara penggunaan air juga menjadi penentu apakah kondisi kering akan berubah menjadi krisis pasokan.

Investasi infrastruktur dan pengendalian kebutuhan

Dalam tinjauan besar atas sektor air di Inggris dan Wales, perusahaan air dikritik karena kurangnya investasi historis pada infrastruktur.

Untuk menanggapi kekurangan pasokan, pemerintah dan perusahaan air berencana membangun sembilan waduk baru di Inggris pada periode hingga tahun 2050. Rencana itu juga menambah satu waduk yang sedang dibangun di Havant Thicket, Hampshire.

Environment Agency juga memperingatkan bahwa Inggris mungkin perlu langkah tambahan untuk mengatasi kebocoran air dan mengendalikan permintaan, termasuk kemungkinan pemberlakuan larangan selang siram dan pemasangan lebih banyak meter pintar.

Di Skotlandia, Wales, dan Northern Ireland, perusahaan air yang berstatus badan publik atau nirlaba juga menyatakan melakukan langkah untuk mengamankan pasokan di masa mendatang.