jurnalistik.co.id – Al Carns, mantan menteri pertahanan, mengatakan ia menolak tawaran jabatan dalam pemerintahan Perdana Menteri Andy Burnham.
Ia menyebut tawaran itu datang dari chief whip Anneliese Midgely, namun ia tetap memilih mundur karena masih memegang kekhawatiran terhadap pendanaan pertahanan.
Menurut Carns, keputusan tersebut berangkat dari sikap yang sama seperti saat ia mengundurkan diri dari pemerintahan Sir Keir Starmer, bersama John Healey, pada bulan lalu.
Ia menyatakan isu utamanya adalah ketidakcukupan pendanaan militer untuk menghadapi ancaman yang menurutnya dihadapi negara.
Dalam keterangan yang ia sampaikan melalui media sosial, Carns menegaskan bahwa ia mengundurkan diri karena menilai skema pendanaan yang tersedia tidak memadai.
Ia menuliskan, “I resigned in June because I did not believe the defence funding on the table was adequate for the threats this country faces. I said so publicly and I still stand by every word.”
Carns menambahkan, “I’ve always said I would serve where I am asked. In normal circumstances, that is exactly what I would do, but the argument I resigned over has not yet been settled.”
Ia menjelaskan bahwa, pada prinsipnya, ia bersedia mengabdi di posisi apa pun yang diminta.
Namun, ia menyatakan pokok persoalan yang mendorong pengunduran dirinya belum dianggap selesai, sehingga ia memilih menolak tawaran peran pemerintahan.
Carns juga menilai bahwa menerima jabatan akan mengisyaratkan pertarungannya untuk pendanaan pertahanan yang lebih tinggi telah berakhir.
Rencana yang ia tekankan adalah tetap menyuarakan argumentasinya dari bangku parlemen jika tidak bergabung dalam kabinet.
Di sisi lain, ia mengakui ada perkembangan yang membuat arah perdebatan bergerak.
Ia menyebut penunjukan John Healey—yang sebelumnya menjadi defense secretary—sebagai chancellor sebagai faktor yang “moved the debate in the right direction”.
Dalam pernyataannya, Carns menekankan kesamaan alasan di balik pengunduran diri dirinya dan Healey.
Ia mengatakan, “John resigned for the same reasons I did,” serta menambahkan bahwa Healey adalah “a man of his word”.
Carns menyatakan Healey telah membuat jelas bahwa ia akan menunaikan komitmen-komitmen yang menjadi alasan ia keluar dari pemerintahan.
“The Prime Minister knows exactly what John stands for and that appointment is meaningful and I welcome it,” kata Carns.
Ia juga mengaitkan pentingnya penunjukan itu dengan kelanjutan mandat politik yang dibawa Healey.
Saat hari Rabu, Wes Streeting—yang kini menjabat sebagai Defence Secretary—menyatakan pemerintahan ingin memastikan penggunaan anggaran dilakukan dengan bijak.
Streeting mengatakan ia ingin memastikan “every penny is spent wisely” dan investasi untuk angkatan bersenjata harus disertai “modernisation”.
Berita Terkait
Di bawah pemerintahan Burnham, komitmen pendanaan pertahanan dikaitkan dengan target NATO.
Burnham mengatakan pihaknya ingin menghormati komitmen tersebut, termasuk memenuhi target pengeluaran pertahanan inti NATO sebesar 3.5% dari produk domestik bruto (GDP) pada 2035.
Sementara itu, James Cartlidge—shadow defence secretary dari kubu Konservatif—mempertanyakan apakah Burnham akan meningkatkan belanja pertahanan menjadi 3% pada Parlemen periode berjalan.
Ia menyebut periode itu akan berlangsung hingga 2029.
Pengunduran diri Healey pada bulan Juni disebut menjadi penanda akhir yang mempercepat berakhirnya masa jabatan perdana menteri sebelumnya.
Healey, yang dikenal sebagai salah satu sekutu kabinet terdekat Sir Keir Starmer, disebut telah meminta para menteri pertahanan lain untuk tetap bertahan.
Namun, Carns bersama Pamela Nash—yang saat itu menjabat sebagai asisten parlemen Healey—tetap memilih mengundurkan diri.
Pengunduran diri tersebut terjadi satu minggu sebelum kemenangan Makerfield by-election, yang kemudian mengantarkan Burnham kembali ke Westminster dan setelah itu menuju No 10.
Pada bulan Mei sebelumnya, Wes Streeting yang saat itu menjabat sebagai ex-Health Secretary juga telah mundur, dengan alasan kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan Sir Keir.
Ia mengaitkan keputusan itu dengan hasil pemilihan lokal yang buruk, tren jajak pendapat yang masih melemah di Holyrood, serta kekalahan bersejarah di Welsh Senedd pada bulan Mei.
Setelah perubahan peran, Streeting kini menggantikan Dan Jarvis sebagai Defence Secretary.
Dan Jarvis sebelumnya sempat mengambil posisi setelah Healey, tetapi kemudian kembali ke jabatan lamanya sebagai security minister.
Dalam langkah-langkah lanjutan di pemerintahan, Mike Tapp—mantan menteri imigrasi—menyatakan ia kecewa harus meninggalkan jabatannya.
Ia mengatakan dirinya tetap loyal kepada Sir Keir.
Keputusan Tapp disebut terkait dengan perselisihan mengenai reformasi imigrasi dengan Home Secretary Shabana Mahmood.
Mahmood menuduh Tapp melanggar Ministerial Code.
Sehari setelahnya, dua menteri lain juga mengumumkan pengunduran diri pada Rabu, yaitu Natalie Fleet dan Mary Creagh.
Fleet, yang diangkat sebagai safeguarding minister oleh Sir Keir pada bulan Mei, menyatakan perannya “overwhelmingly triggering” sehingga ia memilih mundur.
Mary Creagh juga mengumumkan ia akan berhenti dari posisi sebagai environment minister.
Ia disebut diangkat oleh Sir Keir setelah kemenangan besar Partai Buruh pada pemilu 2024, dan kini menyatakan mundur dari perannya.












