jurnalistik.co.id – Fampridina (fampridine) kini mulai tersedia di NHS Inggris sebagai obat pertama untuk membantu sebagian penderita multiple sclerosis berjalan dengan lebih mudah. Obat ini bekerja dengan meningkatkan sinyal saraf, sehingga gerak dapat lebih terkontrol dan sebagian pasien dapat mempertahankan kemandirian dalam aktivitas harian.
Keputusan tersebut disampaikan setelah peran fampridina dinilai dapat memberi dampak yang nyata pada kemampuan berjalan. NHS menyebut obat ini membantu “memperkuat sinyal” agar pesan listrik dari otak dapat lebih efektif menjangkau bagian tubuh yang dibutuhkan, termasuk otot-otot untuk melangkah.
Pada multiple sclerosis, sistem kekebalan menyerang lapisan pelindung di sekitar sel saraf yang dikenal sebagai mielin. Kerusakan pada mielin mengganggu kemampuan saraf menghantarkan pesan listrik, sehingga koordinasi gerakan yang diperlukan untuk berjalan menjadi lebih sulit. Fampridina dirancang untuk mendukung agar pesan-pesan listrik tersebut masih dapat tersampaikan.
Menurut hasil uji klinis, sekitar empat dari 10 orang yang mengonsumsi obat ini mengalami perbaikan pada kecepatan berjalan dan durasi kemampuan mereka untuk berjalan. Perbedaan itu dapat berarti peningkatan dari sekadar mampu bergerak di dalam rumah, hingga berkurangnya kebutuhan bantuan saat berada di rumah, serta memberi peluang lebih besar bagi pasien untuk keluar menemui keluarga dan teman.
Di Inggris, hingga 5.000 orang per tahun berpotensi mendapatkan manfaat melalui NHS. Angka ini relevan karena terdapat lebih dari 120.000 orang yang hidup dengan multiple sclerosis di Inggris, tetapi hanya sebagian yang akan memenuhi kriteria berdasarkan tingkat kesulitan berjalan yang dialami.
Prosedurnya, pasien akan mencoba pengobatan selama maksimal satu bulan. Hanya mereka yang menunjukkan “manfaat yang jelas” yang akan diperbolehkan melanjutkan terapi. Dengan skema seleksi ini, NHS menempatkan penilaian efektivitas pada kondisi masing-masing pasien sebagai dasar kelanjutan penggunaan obat.
Pengalaman pasien yang sebelumnya membeli sendiri
Aysen Slack, 65 tahun, warga Eastbourne, mengatakan ia sempat membayar fampridina secara pribadi setelah mendengar kabar mengenai obat tersebut. Ia menyebut obat itu “bekerja dengan baik” untuknya, namun kemudian biaya yang harus ditanggung menjadi “signifikan”, sehingga ia tidak sanggup melanjutkan pembelian dalam jangka panjang.
Berita Terkait
Slack menyatakan bahwa mobilitasnya menurun cukup besar dan bahkan di flatnya ia perlu menggunakan tongkat. Menurutnya, bila ia bisa kembali memperbaiki kemampuan berjalan, hal itu akan memberi dampak besar bagi kualitas hidupnya.
Ia juga menyambut kabar bahwa fampridina akan tersedia di NHS dengan penuh antusias. Slack mengatakan ini adalah kabar “bagus”, dan ia “pasti ingin mencoba” lagi.
Dulu ditolak, kini masuk daftar NHS
Sebelum keputusan ini, fampridina pernah tidak diterima untuk penggunaan di NHS Inggris karena dinilai tidak memenuhi aspek nilai uang. Meski demikian, obat tersebut sudah tersedia di Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara.
Saat ini dukungan yang diberikan NHS kepada pasien multiple sclerosis juga mencakup fisioterapi serta alat bantu jalan. Dengan hadirnya fampridina, pendekatan penanganan diharapkan menjadi lebih lengkap bagi mereka yang menunjukkan respons sesuai kriteria yang ditetapkan.
Prof Frankie Swords, direktur medis nasional NHS, menilai kesulitan berjalan dapat sangat memengaruhi kebebasan dan kemandirian penderita multiple sclerosis. Ia menyebut obat “penguat sinyal” ini berpotensi menjadi perubahan besar bagi ribuan pasien, karena bahkan peningkatan yang bersifat moderat dapat membuat pasien lebih mudah bergerak di rumah, keluar dengan lebih percaya diri, serta mempertahankan kemandirian.
Sementara itu, Ceri Smith dari MS Society mengatakan mereka “sangat gembira” dengan kabar tersebut. Ia menilai obat ini bisa menjadi “perubahan besar” bagi banyak orang, memungkinkan pasien untuk hidup lebih mandiri atau tetap bekerja.
Dengan demikian, akses fampridina di NHS Inggris ditujukan untuk menutup kesenjangan perawatan bagi pasien yang memiliki kesulitan berjalan paling jelas. NHS menekankan bahwa manfaat akan dinilai langsung melalui uji coba jangka pendek, sehingga penerima terapi adalah mereka yang benar-benar merasakan “manfaat yang jelas” dari pengobatan.












