Hukum & Kriminal

Riset baru: sebagian besar tumpahan limbah cair di Inggris berpotensi melanggar hukum

×

Riset baru: sebagian besar tumpahan limbah cair di Inggris berpotensi melanggar hukum

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Most sewage spills in England may be illegal, new research suggests

jurnalistik.co.id – Riset baru yang dipimpin seorang aktivis kampanye air menyoroti dugaan pelanggaran hukum pada sebagian besar insiden tumpahan limbah cair di Inggris. Analisis itu menyimpulkan bahwa banyak pelepasan limbah mentah terjadi saat cuaca dinilai “normal”, sehingga berpotensi tidak sesuai ketentuan.

Kesimpulan tersebut muncul setelah dokumen pengadilan rahasia bocor, yang memuat penjelasan mengenai ambang kondisi “hujan lebat” dalam konteks tertentu. Aktivis bernama Prof Peter Hammond menggunakan definisi itu untuk menilai data pembuangan dari fasilitas pengolahan limbah.

Menurut laporan, hingga dua tahun terakhir, sebagian besar pelepasan limbah ke perairan di Inggris bisa jadi tidak hanya melanggar norma pengelolaan, tetapi juga menyalahi aturan hukum—dan justru tidak mendapatkan penindakan yang memadai.

Logika sistem drainase dan ambang hujan

Permasalahan limbah di sungai, danau, dan laut Inggris banyak terkait desain jaringan drainase. Sistem pembuangan umumnya mengalirkan air hujan ke jaringan pipa yang sekaligus menampung limbah rumah tangga.

Akibatnya, saat hujan turun dan kapasitas cadangan tidak cukup, jaringan dapat segera kewalahan. Dalam kondisi tersebut, instalasi pengolahan limbah—yang seharusnya menangani beban—bisa terdorong melampaui batas operasional dan berujung pada pelepasan limbah mentah ke lingkungan.

Namun, sampai sekarang belum ada kejelasan rinci mengenai berapa besar curah hujan yang menjadi batas agar perusahaan air diperbolehkan secara hukum melepaskan limbah mentah ke saluran perairan.

Definisi “hujan lebat” dari dokumen pengadilan

Prof Peter Hammond, yang merupakan akademisi pensiunan dan aktivis kampanye polusi limbah, memperoleh definisi “heavy rain” melalui dokumen pengadilan yang sebelumnya tidak dipublikasikan. Dokumen itu terkait kasus terhadap Southern Water yang berkaitan dengan dugaan pelepasan limbah ilegal pada tahun 2021.

Hammond menggunakan definisi tersebut untuk mengurai apakah pelepasan terjadi pada kondisi hujan yang termasuk “heavy rain” atau tidak. Ia kemudian menilai jam-jam pelepasan berdasarkan data insiden, termasuk “storm overflow outlets” di berbagai wilayah.

Ia mengatakan menemukan sekitar 86% jam pelepasan limbah mentah terjadi pada situasi yang tidak termasuk “hujan lebat”. Dengan kata lain, pelepasan tersebut dinilai berlangsung saat cuaca berada dalam kategori “normal”.

Aktivis tersebut menyebut hasilnya mengarah pada kemungkinan ketidakpatuhan hukum untuk sebagian besar waktu terjadinya pelepasan. Ia juga menyatakan bahwa bahkan perusahaan yang nilainya paling baik sekalipun tetap memiliki tingkat potensi ketidaklegalan lebih dari 70% untuk periode dua tahun terakhir.

“It’s totally outrageous, both from the point of the water companies who are exploiting the weak regulation but also from the Environment Agency’s point of view, where they’ve not been doing their job properly,” kata Prof Hammond kepada BBC News.

Cakupan analisis dan kondisi yang dinilai

Hammond menjalankan analisis dengan melibatkan lebih dari 350 outlet storm overflow di Inggris. Outlet yang disertakan mencakup semua fasilitas pengolahan limbah terbesar, sekaligus pilihan yang mewakili fasilitas yang lebih kecil.

Data tersebut juga mencakup sembilan perusahaan air yang melayani lebih dari 30 juta orang. Dengan cakupan seluas itu, Hammond berupaya melihat pola secara lintas penyedia, bukan hanya pada satu wilayah.

Ia juga menekankan bahwa analisis yang ia lakukan mempertimbangkan variasi curah hujan regional. Menurutnya, penyesuaian berbasis variasi tersebut tidak mengubah tingkat dugaan pelanggaran secara signifikan, karena mayoritas pelepasan terjadi pada tingkat hujan yang relatif rendah.

Sanggahan regulator dan penjelasan soal ambang batas

Pihak regulator, Environment Agency (EA), menolak analisis tersebut. EA menyatakan definisi “heavy rain” yang digunakan Hammond hanya berlaku untuk situs Southern Water, dan ambang batas curah hujan dapat berbeda-beda di berbagai bagian Inggris.

EA juga menegaskan bahwa mereka bekerja untuk menurunkan jumlah insiden pelepasan. Dalam kerangka komunikasi tersebut, EA tidak menerima kesimpulan bahwa mayoritas pelepasan terjadi pada kondisi yang seharusnya tidak diperbolehkan.

Di sisi lain, saat membahas konteks penegakan hukum, EA menyatakan bahwa untuk memenuhi persyaratan ketat guna menuntut pembuktian pidana, penilaian harus mempertimbangkan banyak faktor. Di antaranya adalah kondisi spesifik lokasi dan ketentuan izin, selain total curah hujan.

Juru bicara EA, dalam pertukaran email dengan BBC, menyebut bahwa rincian tindakan penegakan yang telah dilakukan atau sedang berjalan atas pelepasan pada cuaca “normal” tidak dapat diberikan. Alasan yang disampaikan adalah adanya proses hukum yang masih berjalan.

Kritik penegakan sebelumnya dan panduan baru

Ini bukan kali pertama rezim penegakan EA dipertanyakan. Pada 2024, Office for Environmental Protection (OEP), sebuah badan publik independen, memutuskan bahwa EA tidak menerapkan aturan sebagaimana mestinya terkait kapan pelepasan limbah dapat dilakukan secara sah.

OEP menyatakan EA membolehkan pelepasan pada cuaca “normal”, padahal hukum mensyaratkan keadaan “exceptional circumstances” (kondisi pengecualian). Menanggapi temuan tersebut, EA mengeluarkan panduan baru tahun lalu yang menekankan bahwa pelepasan tidak seharusnya terjadi pada cuaca normal.

Namun, ketika ditanya apakah pelepasan hanya boleh terjadi dalam kondisi pengecualian, EA menolak mengonfirmasi secara langsung narasi tersebut. EA tetap menyatakan bahwa mereka akan “always take action” bila ditemukan pelanggaran hukum.

Respons dari industri penyedia air

Menanggapi analisis Hammond, Water UK—yang mewakili perusahaan air—menyampaikan bahwa pembuangan seharusnya hanya terjadi dalam “exceptional circumstances”. Industri juga menyatakan pelepasan dapat terjadi apabila mencegahnya tidak memungkinkan secara teknis atau justru akan menimbulkan biaya yang berlebihan.

Dalam pernyataannya kepada BBC, Water UK juga menegaskan niat untuk menghentikan semua pelepasan. “In any case, we want to end all discharges and are working to end them as fast as we physically can,” demikian pernyataan lembaga tersebut.

Dengan paparan definisi berbasis dokumen pengadilan dan analisis atas data insiden, perdebatan kini kembali mengerucut pada satu pertanyaan kunci: batas cuaca seperti apa yang sesungguhnya menjadi dasar legalitas pelepasan limbah mentah, serta sejauh mana penegakan dilakukan secara konsisten.