Daerah

Libur Iduladha, KAI Commuter Tambah Empat Perjalanan di Yogyakarta

1
×

Libur Iduladha, KAI Commuter Tambah Empat Perjalanan di Yogyakarta

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Libur Iduladha, KAI Commuter Tambah Empat Rute di Yogyakarta - Sektor Riil

jurnalistik.co.id – Jelang libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan Iduladha dan dilanjutkan libur nasional Hari Lahir Pancasila, KAI Commuter memproyeksikan adanya kenaikan jumlah pengguna Commuter Line di wilayah Yogyakarta. Dalam periode itu, arus penumpang diperkirakan meningkat cukup signifikan dan menjadi perhatian perusahaan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa lonjakan pengguna pada masa libur panjang memang sudah diantisipasi sejak awal. Menurut dia, KAI Commuter Area 6 Yogyakarta menyiapkan tambahan perjalanan agar layanan tetap menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat selama masa libur berlangsung.

“Selama periode libur panjang mulai 27 Mei – 1 Juni 2026 atau selama enam hari, terdapat tambahan empat perjalanan Commuter Line Yogyakarta menjadi 31 perjalanan setiap harinya dan dioperasikan sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Prameks,” kata Karina dalam siaran pers, dikutip Rabu (27/5/2026).

Dengan penambahan itu, KAI Commuter mengantisipasi lonjakan pengguna Commuter Line Yogyakarta yang diperkirakan mencapai 32 ribu orang per hari. Angka tersebut disebut meningkat 34% dibandingkan rata-rata volume pengguna pada akhir pekan biasa. Proyeksi itu menjadi dasar penyesuaian operasional selama periode libur panjang.

Karina menjelaskan, dalam periode tersebut KAI Commuter mengoperasikan 15 perjalanan dari Stasiun Palur menuju Stasiun Yogyakarta. Rangkaian perjalanan itu dimulai pukul 05.00 WIB dan berakhir pada 20.42 WIB. Sementara itu, untuk arah sebaliknya, tersedia 16 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta menuju Stasiun Palur setiap hari.

Untuk relasi Yogyakarta ke Palur, jam operasional perjalanan dimulai pukul 05.05 WIB dan berlangsung hingga 22.35 WIB. Pola layanan ini disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan pengguna selama enam hari masa libur, ketika volume penumpang diperkirakan lebih tinggi dari hari biasa.

Selain Commuter Line Yogyakarta, KAI Commuter juga menyiapkan layanan Commuter Line Prameks. Selama periode yang sama, terdapat 10 perjalanan Prameks yang dioperasikan setiap hari, dengan layanan tetap dibuka untuk dua arah perjalanan yang sudah ditetapkan perusahaan.

Untuk keberangkatan dari Yogyakarta menuju Kutoarjo, Commuter Line Prameks tersedia mulai pukul 06.40 WIB hingga 18.05 WIB. Adapun untuk arah Kutoarjo menuju Yogyakarta, perjalanan berlangsung mulai pukul 05.10 WIB sampai 18.45 WIB. Seluruh jadwal itu berlaku selama masa libur panjang yang disebut KAI Commuter.

Langkah penambahan perjalanan ini menunjukkan bahwa KAI Commuter menempatkan masa libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila sebagai periode dengan potensi mobilitas tinggi di wilayah Yogyakarta. Dengan tambahan empat perjalanan Commuter Line Yogyakarta dan pengoperasian 10 perjalanan Prameks per hari, perusahaan berharap layanan tetap mampu mengimbangi peningkatan jumlah pengguna yang diproyeksikan mencapai 32 ribu orang per hari.

Penambahan jadwal tersebut pada dasarnya diarahkan untuk menjaga sebaran arus penumpang agar tidak menumpuk pada jam-jam tertentu. Dengan pola perjalanan yang lebih rapat, KAI Commuter ingin memastikan mobilitas masyarakat tetap terlayani meski permintaan perjalanan naik selama masa libur panjang. Skema ini juga menjadi bentuk penyesuaian layanan terhadap situasi khusus yang biasanya terjadi saat akhir pekan bersamaan dengan hari besar keagamaan dan libur nasional.

Di sisi lain, proyeksi kenaikan volume pengguna hingga 32 ribu orang per hari memperlihatkan bahwa Yogyakarta tetap menjadi salah satu wilayah dengan pergerakan penumpang yang tinggi pada periode liburan. Karena itu, pengoperasian tambahan perjalanan Commuter Line Yogyakarta serta layanan Prameks selama enam hari tersebut menjadi langkah utama perusahaan untuk menjaga kelancaran layanan dan menyesuaikan kapasitas operasional dengan kondisi di lapangan.