jurnalistik.co.id – Volume lalu lintas di sejumlah ruas tol wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat tercatat meningkat selama periode libur panjang Hari Raya Iduladha 1447H/2026. Di saat yang sama, arus kendaraan di Tol Trans Jawa, khususnya Jakarta–Cikampek, tetap terpantau lancar dan normal.
Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division mencatat, jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju Bandara Soekarno-Hatta, Merak, serta kawasan Puncak Bogor mencapai 208.453 kendaraan pada Selasa (26/5/2026). Angka itu lebih tinggi 15,30% dibandingkan dengan kondisi normal yang berada di level 180.316 kendaraan.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati menjelaskan, peningkatan traffic terjadi karena masyarakat memanfaatkan momen libur untuk perjalanan wisata maupun mudik lokal. Keterangan itu disampaikan dalam siaran pers pada Rabu (27/5/2026), ketika kepadatan sejumlah titik tol mulai terlihat sejak puncak arus libur panjang berlangsung.
Lonjakan paling besar tercatat di Gerbang Tol (GT) Ciawi 1 yang mengarah ke kawasan Puncak. Pada titik ini, volume kendaraan mencapai 42.791 kendaraan, atau naik 36,02% dibandingkan kondisi normal. Angka tersebut menunjukkan bahwa jalur menuju destinasi wisata di Bogor menjadi salah satu koridor yang paling aktif selama libur Iduladha tahun ini.
Selain jalur Puncak, pergerakan kendaraan menuju Merak melalui GT Cikupa juga mengalami peningkatan yang cukup menonjol. Tercatat ada 56.290 kendaraan yang melintas, naik 19,42% dibandingkan lalu lintas normal. Sementara itu, arus kendaraan menuju Bandara Soekarno-Hatta melalui GT Cengkareng relatif stabil di angka 78.220 kendaraan, atau hanya naik tipis 0,27%.
Di titik lain, GT Benda Utama mencatat volume 31.152 kendaraan. Jumlah tersebut juga meningkat, meski masih dalam skala yang lebih ringan, yaitu 1,44% dibandingkan kondisi normal. Dengan komposisi ini, pola lalu lintas selama libur Iduladha terlihat lebih terkonsentrasi pada rute-rute tertentu yang memang biasa menjadi tujuan perjalanan warga Jabodetabek.
Di tengah kenaikan pada sejumlah ruas tol tersebut, kondisi di Tol Trans Jawa tetap bergerak normal. Ruas Jakarta–Cikampek, yang menjadi salah satu jalur utama penghubung antardaerah di Pulau Jawa, masih terpantau lancar. Situasi ini menunjukkan bahwa peningkatan mobilitas pada libur panjang tidak terjadi merata di semua koridor, melainkan lebih kuat pada ruas yang mengarah ke kawasan wisata dan perjalanan lokal.
Data yang disampaikan Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division memberi gambaran bahwa pergerakan masyarakat pada libur panjang Iduladha 1447H/2026 cukup terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Di satu sisi, jalur menuju Puncak dan Merak mencatat lonjakan yang jelas. Di sisi lain, akses menuju bandara dan ruas Trans Jawa tetap berada dalam kondisi yang lebih stabil, sehingga arus keseluruhan masih dapat dikendalikan secara normal.
Dengan pola pergerakan seperti itu, libur panjang Iduladha tahun ini tampak mendorong distribusi kendaraan yang tidak sepenuhnya merata. Ruas-ruas yang menjadi akses ke kawasan wisata dan perjalanan singkat justru lebih dulu merasakan kenaikan, sementara koridor yang biasa dipakai untuk mobilitas antarkota masih bergerak dalam ritme yang lebih terjaga. Kondisi ini membuat titik-titik tertentu di sekitar Jabodetabek menjadi perhatian utama selama periode libur berlangsung.
Peningkatan volume di jalur menuju Puncak, Merak, dan bandara juga menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memilih tujuan yang relatif dekat dan sudah akrab dijangkau saat libur panjang. Karena itu, kenaikan lalu lintas yang tercatat tidak hanya menggambarkan tingginya mobilitas, tetapi juga memperlihatkan arah perjalanan yang terpusat pada rute-rute favorit. Di saat yang sama, stabilnya arus di Tol Trans Jawa mempertegas bahwa tekanan lalu lintas belum menyebar secara luas ke seluruh jaringan utama.
Secara keseluruhan, data tersebut menempatkan Jabodetabek dan Jawa Barat sebagai wilayah yang paling aktif selama momentum libur Iduladha 1447H/2026. Kenaikan yang muncul di beberapa gerbang tol menjadi indikator bahwa masyarakat memanfaatkan hari libur untuk bergerak lebih leluasa, baik untuk rekreasi maupun perjalanan lokal. Meski ada lonjakan di sejumlah titik, kondisi lalu lintas secara umum masih tetap terkendali dan belum menunjukkan gangguan besar pada jalur utama.












