Hukum & Kriminal

Lima orang terluka dalam dugaan serangan Islamofobia saat pria bertelanjang dada berkeliling Edinburgh

×

Lima orang terluka dalam dugaan serangan Islamofobia saat pria bertelanjang dada berkeliling Edinburgh

Sebarkan artikel ini
Five injured in suspected Islamophobic attacks as bare-chested man roams Edinburgh
Ilustrasi: Five injured in suspected Islamphobic attacks as bare-chested man roams Edinburgh

jurnalistik.co.id – Lima orang dilaporkan terluka dalam serangkaian dugaan serangan bernuansa Islamofobia di Edinburgh. Insiden itu terjadi saat seorang pria bertelanjang dada terlihat berkeliling wilayah kota sambil membawa senjata berukuran besar.

Menurut keterangan yang dihimpun BBC, rangkaian serangan dimulai di bagian barat Edinburgh, dekat sebuah masjid. Pada Jumat malam, dua pria dilaporkan menjadi korban di lokasi awal tersebut.

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kemungkinan orang yang sama melakukan vandalisme di sebuah pom bensin serta memukul pintu sebuah pizzeria beberapa mil jauhnya. Setelah rangkaian kejadian itu, pria tersebut kemudian ditahan polisi di area yang berbeda.

Dalam investigasi yang masih berlangsung, seorang pria berusia 36 tahun dan berkulit putih telah ditangkap. Petugas dari unit kontra-teror juga ikut bergabung bersama rekan-rekan mereka di Kepolisian Skotlandia, Police Scotland, untuk menelusuri seluruh keadaan yang menyertai serangan-serangan tersebut.

Assistant Chief Constable Catriona Paton menyampaikan bahwa “there was ‘no place for racism or faith-based hate in Scotland’.” Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan penelusuran masih dilakukan secara mendalam untuk menetapkan seluruh rincian kejadian.

Kelompok Muslim setempat, MEND Scotland, menyatakan bahwa beberapa korban berasal dari komunitas Muslim. Polisi juga menyebut bahwa tidak ada dari luka yang dialami korban yang diyakini mengarah pada kondisi yang mengancam jiwa.

Dua orang korban berusia 22 tahun, sementara korban lainnya masing-masing berusia 24, 27, dan 39 tahun. Para korban kemudian dirawat di layanan kesehatan setempat sesuai kebutuhan medis yang muncul dari insiden yang mereka alami.

Polisi pertama kali menerima laporan sekitar pukul 20:50. Mereka menyebut telah merespons rangkaian peristiwa yang berlangsung cepat dan berubah-ubah dalam waktu singkat.

BBC memahami dua pria mengalami luka di dekat Broomhouse mosque di bagian barat kota. Setelah itu, keduanya dibawa ke Edinburgh Royal Infirmary untuk pemeriksaan dan perawatan.

Di Telford Road, sebuah rekaman memperlihatkan situasi di Shell petrol station yang berada beberapa mil dari lokasi awal. Terlihat sebuah taksi dengan jendela pecah, sementara pecahan kaca dan hand axe terlihat berada di kursi kendaraan.

Di lokasi lain, rekaman CCTV di BP petrol station, Ferry Road, memperlihatkan seorang pria berdiri di samping mobil berwarna hitam yang kaca depannya telah rusak. Pria itu kemudian masuk ke kios pom bensin, berjalan berkeliling beberapa kali, lalu mendorong beberapa rak hingga barang-barang berserakan di lantai.

Di Leith Walk, pada sebuah pizzeria bernama Origano, warga dan orang-orang di sekitar lokasi tampak berlarian menjauh saat pria tersebut mendekat. Staf pizzeria menutup tirai elektronik karena pria tersebut berulang kali menyerang kaca pintu menggunakan senjata yang dibawanya, sebelum akhirnya meninggalkan area itu.

Rekaman lain juga menunjukkan pria yang bertelanjang dada mendekati sebuah mobil yang berhenti di persimpangan terdekat. Dalam satu video yang beredar, petugas terlihat memegang pria tersebut di tanah; pria itu kemudian mengumpat dan berteriak bahwa ia sedang “protecting the country”.

BBC juga melaporkan adanya video yang menunjukkan pengerahan kepolisian dalam jumlah besar serta garis pembatas di sekitar Your Move estate agent. Di lokasi tersebut, paramedis memberikan perawatan kepada seorang pria yang berpakaian lengkap di atas tanah, dengan lengan yang ditopang menggunakan sling.

Assistant Chief Constable Catriona Paton mengomentari insiden itu dengan menyebutnya sebagai “shocking attack”. Ia mengatakan, “I want to send a clear message of support to all our communities that there is no place for racism or faith-based hate in a Scotland which is at its best when we stand together. ”

Ia menambahkan, “Extensive work is ongoing to establish all the circumstances. ” dan menegaskan apresiasi kepada petugas yang merespons di lapangan. Paton juga menyatakan, “I want to thank our officers who responded with bravery and professionalism, and with a focus on protecting the public.”

Polisi juga telah mengimbau siapa pun yang memiliki informasi untuk menghubungi otoritas setempat guna membantu proses penyelidikan. Ajakan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh alur kejadian dapat dipahami secara utuh.

Sejumlah organisasi yang mewakili komunitas Muslim mengutuk serangan tersebut. Muslim Council of Britain menyebut komunitas Muslim “rightly nervous and worried” dan menilai insiden ini muncul sebagai kelanjutan dari dinamika kebencian yang lebih luas.

Dalam pernyataannya, juru bicara Muslim Council of Britain mengatakan, “This incident comes not long after racist pogroms on the streets of Belfast that targeted minority families, and is a direct consequence of political rhetoric that demonises entire communities. ” Ia juga menyampaikan pesan kepada komunitas, “To our community: stay vigilant, look out for one another, and please report any Islamophobic hate crimes to the police.”

Ben Macpherson, SNP MSP untuk Edinburgh North Eastern and Leith, menyatakan bahwa wilayah tersebut merupakan tempat yang sangat beragam. Ia menegaskan bahwa keragaman menjadi bagian dari kekuatan kota, dengan kutipan: “It’s part of its strength for many, many decades and something we celebrate. And we’re not going to let this or any other extremism divide us.”

Macpherson juga menambahkan, “People here will be appalled by this violent attack.” Ia menyampaikan simpati kepada korban dengan kalimat, “My thoughts are with the people who’ve been hurt and we all wish them a speedy recovery.”