jurnalistik.co.id – Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, memasuki menit ke-114 babak tambahan waktu pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Hingga fase krusial itu, Spanyol masih unggul 1-0, meski gol kedua Ferran Torres sempat tercatat di papan skor.
Ferran Torres kembali mencetak gol pada menit ke-114 setelah berhasil lepas dari garis pertahanan Argentina. Ia kemudian menyelesaikan situasi satu lawan satu melawan Emiliano Martinez.
Namun, perayaan itu tidak berlangsung lama. Teknologi semi-automated offside segera memastikan bahwa Torres berada dalam posisi offside ketika menerima bola sebelum menuntaskan peluang tersebut.
Dengan demikian, gol kedua Ferran Torres dianulir dan skor tetap 1-0 untuk Spanyol. Keputusan itu membuat La Roja gagal menambah jarak keunggulan meski secara momen sempat menemukan ruang untuk menembus pertahanan lawan.
Catatan waktu yang tersisa menjadi penentu bagi kedua tim. Spanyol tetap berada di pihak yang memimpin berkat gol pertama Ferran Torres pada menit ke-106.
Setelah gol kedua dianulir, Argentina langsung mengubah fokus untuk mengejar ketertinggalan. Mereka butuh gol penyama kedudukan dalam sisa menit extra time yang makin menipis.
Pada menit ke-115, Lionel Messi mengambil sepakan pojok pendek dari sisi kanan. Ia lalu kembali menerima bola sebelum mengirim umpan silang melengkung menuju kotak penalti.
Gerakan itu sempat memaksa Unai Simon lebih waspada di bawah mistar Spanyol. Bola hasil umpan Messi kemudian jatuh dan berakhir di atas jaring gawang.
Sekalipun peluang tersebut tidak berujung gol, serangan melalui skema bola mati tetap menjadi jalur yang dicoba Argentina. Mereka berusaha mempertahankan tekanan ketika waktu tinggal beberapa menit terakhir.
Di sisi lain, Argentina mulai menghadapi kesulitan saat membangun serangan secara berkelanjutan. Spanyol justru terlihat lebih sering menguasai ritme pertandingan pada fase tambahan waktu ini.
Berita Terkait
Salah satu momen yang menandai jalannya laga adalah kartu kuning untuk Alexis Mac Allister pada menit ke-111. Ia mendapat peringatan setelah melakukan pelanggaran.
Spanyol memanfaatkan momen itu untuk menjaga stabilitas permainan. Dengan waktu yang semakin dekat ke penghujung extra time, fokus keduanya terasa mengerucut pada duel-duel di area berbahaya.
Secara statistik, Spanyol mencatatkan 20 tembakan sepanjang pertandingan, dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang. Angka ini menggambarkan upaya konsisten La Roja untuk menembus pertahanan Argentina.
Sebaliknya, Argentina belum mampu menghasilkan tembakan tepat sasaran selama pertandingan berlangsung. Kondisi tersebut membuat upaya mereka untuk memetik hasil di menit-menit akhir menjadi semakin berat.
Meski begitu, Messi dkk tetap mengejar peluang dengan intensitas tinggi. Ketika waktu normal extra time hampir habis, mereka memerlukan satu momen tepat untuk mengubah skor.
Keputusan offside yang menganulir gol Torres turut memengaruhi dinamika psikologis pertandingan. Spanyol sempat terlihat akan memperbesar keunggulan, tetapi keputusan teknologi offside menjaga jarak tetap sama hingga saat ini.
Skor Spanyol vs Argentina sementara tetap 1-0. Namun, dengan sisa waktu yang kian pendek, Argentina masih memiliki alasan untuk terus bermain menyerang.
Di akhir fase tambahan waktu, setiap detail—dari bola mati sampai duel satu lawan satu—menjadi pembeda. Spanyol harus mempertahankan fokus untuk menjaga keunggulan, sementara Argentina berupaya memaksa perubahan lewat serangan terakhir.
Setelah gol Torres di fase menit ke-114 ditarik kembali, pertandingan memasuki fase yang lebih sarat tekanan. Argentina tidak hanya berupaya menembus pertahanan dari alur permainan, tetapi juga memaksimalkan momen ketika Spanyol harus merespons bola mati dan situasi di area berbahaya.
Spanyol, dengan keunggulan 1-0 yang bertahan, terlihat menjaga permainan tetap terstruktur pada momen-momen paling genting. Ritme yang lebih terkontrol membuat upaya Argentina untuk menemukan rentang serangan berkelanjutan terasa makin sempit, sementara duel-duel di depan kotak penalti menjadi pusat perhatian.
Dalam rentang waktu yang makin mendekati akhir, baik Spanyol maupun Argentina seolah dipaksa memilih keputusan yang paling efektif. Dengan catatan 20 tembakan dari pihak Spanyol (12 mengarah ke gawang) dan sulitnya Argentina mencatat sasaran tepat, laga akhirnya ditentukan oleh siapa yang mampu menciptakan satu peluang kunci sebelum peluit penutup berbunyi.












