Bisnis & Ekonomi

Generasi Sandwich di Bawah Tekanan Finansial, Kesiapan Keuangan Jadi Sorotan

×

Generasi Sandwich di Bawah Tekanan Finansial, Kesiapan Keuangan Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Generasi Sandwich Hadapi Tekanan Finansial, Kesiapan Keuangan Jadi Sorotan

jurnalistik.co.id – Di Indonesia, banyak keluarga menghadapi situasi ketika satu kelompok usia produktif memikul beragam kebutuhan sekaligus. Mereka tidak hanya menanggung biaya pasangan dan anak, tetapi juga harus ikut membiayai orang tua yang sudah lanjut usia, bahkan kebutuhan anggota keluarga lain yang membutuhkan dukungan.

Kondisi itu membuat tekanan finansial terasa semakin berlapis. Beban semakin rumit saat berbagai pos pengeluaran rumah tangga ikut meningkat, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan layanan kesehatan.

Fenomena ini juga berjalan seiring perubahan struktur demografi Indonesia. Dalam konteks penuaan penduduk, peran kelompok usia produktif menjadi semakin krusial karena keluarga perlu memastikan kemampuan finansial untuk menjaga keberlangsungan kebutuhan rumah tangga.

Peran besar keluarga pekerja saat lansia bergantung pada penghasilan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 82,96 persen rumah tangga lansia masih memenuhi kebutuhan hidupnya dari penghasilan anggota keluarga yang bekerja. Angka tersebut menggambarkan bahwa penghasilan dari usia produktif menjadi penyangga utama bagi rumah tangga yang memiliki anggota lansia.

Karena itu, kesiapan keuangan sejak usia produktif dinilai penting agar perubahan demografi tidak berujung pada tekanan ekonomi yang lebih berat di dalam keluarga. Ketika sumber pendapatan yang menopang rumah tangga harus membiayai lebih dari satu kebutuhan, ruang gerak keuangan menjadi lebih sempit.

Biaya pendidikan dan kesehatan yang terus menekan anggaran

Selain harus menopang kebutuhan orang tua, kelompok sandwich generation juga menghadapi kenaikan kebutuhan rumah tangga yang lain. Salah satunya berasal dari biaya pendidikan yang cenderung naik sejalan dengan jenjang pendidikan.

Berdasarkan publikasi Statistik Penunjang Pendidikan 2024, BPS mencatat rata-rata biaya pendidikan meningkat seiring jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada pendidikan tinggi, biaya tersebut mencapai sekitar Rp 19,01 juta per tahun ajaran.

Di sisi lain, pengeluaran kesehatan juga menjadi faktor yang memperbesar beban. BPS mencatat proporsi pengeluaran kesehatan terhadap total pengeluaran rumah tangga terus meningkat hingga mencapai 2,54 persen pada 2025.

Dalam publikasi Profil Statistik Kesehatan 2025, BPS menyoroti bahwa biaya kesehatan yang tidak direncanakan dapat menjadi beban bagi rumah tangga. Dampaknya terasa lebih berat ketika keluarga membutuhkan pelayanan medis secara mendadak, sehingga pengeluaran muncul tanpa antisipasi yang cukup.

Pada akhirnya, satu sumber penghasilan harus menopang berbagai kebutuhan keluarga secara bersamaan. Situasi ini memperkecil kemungkinan anggaran “bernapas” ketika terjadi kebutuhan baru atau biaya yang tak terduga.

Tanggung jawab di balik satu penghasilan

Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life, menyampaikan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi kelompok sandwich generation adalah besarnya tanggung jawab yang berada di balik penghasilan mereka. Menurutnya, menjadi bagian dari sandwich generation berarti satu penghasilan sering kali menjadi penopang bagi lebih dari satu generasi.

Gatot menambahkan, ketika pencari nafkah mengalami risiko kesehatan, kehilangan kemampuan bekerja, atau bahkan meninggal dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pencari nafkah itu sendiri. Peristiwa tersebut juga dapat memengaruhi pendidikan anak, kesejahteraan orang tua, hingga stabilitas ekonomi seluruh keluarga.

Dengan demikian, kesiapan finansial menjadi sorotan karena peran kelompok usia produktif tidak sekadar memenuhi kebutuhan harian. Mereka juga menanggung konsekuensi dari berbagai pos pengeluaran yang saling bertaut, mulai dari pendidikan hingga kemungkinan biaya kesehatan yang muncul tanpa rencana.

Dalam kondisi seperti ini, tantangan sandwich generation bukan hanya persoalan pendapatan, melainkan bagaimana keluarga memastikan ketahanan ekonomi saat beban melebar lintas generasi. Tekanan finansial yang semakin kompleks membuat kesiapan keuangan semakin menentukan bagi keberlanjutan hidup keluarga.