Olahraga

Man of the Match Spanyol vs Cape Verde: Vozinha, Kiper yang Sulit Ditembus Lawan

×

Man of the Match Spanyol vs Cape Verde: Vozinha, Kiper yang Sulit Ditembus Lawan

Sebarkan artikel ini
Man of the Match Spanyol Vs Cape Verde: Vozinha, Kiper yang Tak Mudah Ditembus Lawan Bola 16 Juni 2026
Ilustrasi: Man of the Match Spanyol Vs Cape Verde: Vozinha, Kiper yang Tak Mudah Ditembus Lawan

jurnalistik.co.id – Vozinha tampil sebagai penjaga gawang kunci saat Spanyol berhadapan dengan Cape Verde di Piala Dunia 2026, dan namanya dinobatkan sebagai Man of the Match setelah laga berakhir imbang tanpa gol, 0-0, pada duel Grup H.

Pertandingan pembuka Grup H Piala Dunia 2026 ini berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, pada Senin (15/6/2026) malam WIB. Meski Spanyol menguasai jalannya permainan, Cape Verde mampu bertahan dan menutup ruang tembak dengan rapat hingga tidak ada gol yang tercipta.

Secara statistik, timnas Spanyol mencatat penguasaan bola yang sangat dominan, menyentuh 62 persen. Cape Verde hanya memiliki 28 persen penguasaan bola, sementara 10 persen sisanya merupakan bola liar dalam kontes perebutan.

Spanyol juga tampil lebih produktif dalam serangan dengan melepaskan total 27 tembakan. Dari jumlah itu, tujuh tembakan di antaranya mengarah tepat ke gawang, berbanding jauh dengan Cape Verde yang hanya membuat enam tembakan dan satu yang tepat sasaran.

Sejumlah peluang emas sempat hadir, tetapi skuad Matador gagal mengubah dominasi menjadi gol. Kesulitan Spanyol dalam mengonversi peluang tidak lepas dari ketangguhan Vozinha di bawah mistar gawang tim debutan tersebut.

Berdasarkan data statistik FotMob, kiper kelahiran Mindelo itu tampil memukau dengan melakukan tujuh penyelamatan krusial. Vozinha juga mencatat kemampuan menahan tembakan lewat nilai Expected Goals on Target Faced sebesar 1,46, sekaligus menunjukkan kualitas dalam meredam tekanan lawan.

Performa apik Vozinha diganjar rating 9,0, yang membuatnya tercatat sebagai pemain terbaik dalam laga ini. Selain gelar tersebut, ia juga menorehkan catatan bersejarah yang menjadi sorotan.

“40 – Kiper Cape Verde yang berusia 40 tahun, Vozinha, adalah kiper tertua yang mencatatkan clean sheet pada debutnya di Piala Dunia FIFA, dengan melakukan tujuh penyelamatan melawan Spanyol. Luar biasa,” dikutip dari OptaJoe.

Bagi Cape Verde, hasil imbang 0-0 melawan Spanyol menjadi sejarah manis karena menandai debut mereka yang luar biasa di Piala Dunia 2026. Jalannya laga menunjukkan bahwa meski menjadi tim yang tertinggal dominasi bola, mereka tetap mampu menjaga gawang tetap tidak kebobolan.

Rekor pemain muda dan catatan khusus di kubu Spanyol

Di kubu Spanyol, gelandang muda Gavi mencatatkan capaian spesial. Ia menjadi pemain keenam yang sukses mentas di dua edisi turnamen Piala Dunia berbeda ketika baru menginjak usia 21 tahun, menyamai Jejak nama-nama besar seperti Pelé, Norman Whiteside, Rigobert Song, Salomon Olembe, hingga Samuel Eto’o.

OptaJoe menuliskan: “6 – Gavi is just the sixth player to make an appearance at two different FIFA World Cup tournaments by the age of 21, after PelĂ©, Norman Whiteside, Rigobert Song, Salomon Olembe and Samuel Eto’o. Generational.”

Selain itu, pemain sayap Lamine Yamal juga menonjol lewat catatan dribel. Ia mencatat lima dribel, angka tertinggi dibandingkan pemain lainnya dalam laga yang berakhir tanpa gol ini.

OptaJoe juga menggarisbawahi: “5 – Despite only coming on in the 71st minute, Lamine Yamal made more dribbles (5) than any other player in the 0-0 draw between Spain and Cabo Verde. Spark.”

Namun, tidak semua catatan datang manis untuk Spanyol. Mikel Oyarzabal justru tercatat memiliki rekor yang kurang menyenangkan karena menjadi pemain pertama sejak tahun 1966 yang tampil selama 30 menit penuh tanpa sekalipun menyentuh bola di atas lapangan.

Squawka mencatat: “Mikel Oyarzabal is the first player on record to fail to record a single touch in the first 30 minutes of a World Cup game. ???? #FIFAWorldCup.”

Laga Spanyol vs Cape Verde pun menegaskan dua hal sekaligus: dominasi penguasaan bola dan tembakan dari Spanyol, serta daya tahan yang menentukan dari Cape Verde lewat performa Vozinha. Dengan hasil imbang 0-0, Grup H tetap membuka peluang bagi kedua tim, tetapi catatan individu dari pertandingan ini—terutama Vozinha—akan menjadi bagian penting dari memori turnamen.