Olahraga

Mathew Baker Akui Kevin Diks Sangat Berperan dalam Timnas Senior Indonesia

0
×

Mathew Baker Akui Kevin Diks Sangat Berperan dalam Timnas Senior Indonesia

Sebarkan artikel ini
Mathew Baker Akui Banyak Dibantu Kevin Diks di Timnas Senior Indonesia Bola 6 Juni 2026
Ilustrasi: Mathew Baker Akui Banyak Dibantu Kevin Diks di Timnas Senior Indonesia

jurnalistik.co.id – Mathew Baker mencatat debut bersejarah bersama Timnas Indonesia senior saat menghadapi Oman pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Pada laga itu, skuad Garuda menang 3-0 lewat gol Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.

Baker masuk sebagai pemain pengganti dan ikut membantu Indonesia mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan. Bagi pemain berusia 17 tahun tersebut, momen ini sekaligus menjadi rekor sebagai debutan termuda Timnas Indonesia senior dalam sejarah.

Setelah pertandingan, Baker menyampaikan bahwa proses adaptasinya tidak berjalan sendiri. Ia mengaku banyak belajar dan mendapat dukungan dari Kevin Diks selama menjalani pemusatan latihan tim senior.

Dukungan langsung dari Kevin Diks

Baker menilai Diks menjadi sosok yang aktif mendukungnya saat berada di kamp timnas. “Dia (Kevin Diks) benar-benar mendukung saya. Dia orang yang patut dicontoh, pemain Bundesliga,” kata Baker dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (6/6/2026), dilansir dari Antara.

Bek Borussia Monchengladbach itu disebut cukup sering membantunya agar lebih siap menjalani level pertandingan bersama tim utama. Dalam penjelasannya, Baker menyebut Diks kerap memberi masukan selama kamp berlangsung.

“Dia (Kevin Diks) sering berbicara dengan saya selama kamp ini, memberikan beberapa tips dan dukungan. Dia bilang: tinggal tanya saya kalau butuh apa-apa,” katanya.

Menurut Baker, dukungan dari pemain senior menjadi bagian penting dalam proses adaptasi. Perhatian dan arahan yang diberikan membuatnya lebih mudah memahami kebutuhan ketika berlatih dan bermain di level timnas senior.

Ia juga merasakan pengalaman yang berbeda dibanding saat berada di kelompok usia sebelumnya. Baker menyebut atmosfer latihan tim senior memiliki karakter tersendiri, sehingga penyesuaian yang dilakukan lebih terasa dari hari ke hari.

Bagi Mathew, kepercayaan diri ikut bertumbuh karena mendapat arahan langsung dari pemain yang sudah berpengalaman. Ia memanfaatkan waktu latihan untuk menyerap masukan, lalu menerapkannya saat berada di lapangan.

Baker menegaskan bahwa ia merasakan kualitas tinggi dalam sesi latihan Timnas Indonesia. Perbedaan suasana latihan ini menjadi salah satu faktor yang membuatnya merasa lebih siap mengikuti ritme tim senior.

Selain soal dukungan di dalam kamp, Baker juga membawa pengalaman dari jalur pembinaan sebelumnya. Pemain berdarah Indonesia-Australia itu mulai dikenal publik sepak bola Indonesia saat tampil bersama Timnas U17 pada Piala Dunia U17 2025.

Untuk konteks latihan dan ritme tim, Kevin Diks juga pernah terlihat dalam beberapa rangkaian pertandingan Timnas Indonesia. Salah satunya saat menendang bola dalam laga FIFA Series 2026 Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/3/2026).

Dari semua proses tersebut, Baker menempatkan komunikasi dan saran dari Diks sebagai elemen yang membantu adaptasi berjalan lebih cepat. Ia menggambarkan Kevin Diks sebagai sosok yang mendukung secara langsung, sekaligus memberikan tips yang dapat digunakan untuk menghadapi tuntutan tim senior.

Dengan debut yang berakhir manis pada kemenangan 3-0 atas Oman, Baker kini membawa catatan istimewa sekaligus pelajaran berharga dari masa latihan. Ia berharap momen tersebut menjadi bekal untuk langkah berikutnya bersama Timnas Indonesia senior.

Dalam penuturannya, Baker tidak hanya melihat dukungan itu sebagai bentuk dorongan moral, tetapi juga sebagai bimbingan praktis yang relevan dengan kebutuhan saat menjalani rutinitas tim senior. Ia menegaskan bahwa masukan dari Diks turut membantunya memahami cara bersikap dan mempersiapkan diri sebelum menghadapi tuntutan pertandingan.

Baker juga menempatkan pengalaman dari kamp Timnas Indonesia senior sebagai proses belajar yang berlangsung terus-menerus. Ia menyebut, perbedaan atmosfer latihan dan peningkatan kualitas sesi membuatnya semakin terbiasa dengan ritme yang lebih menuntut. Dari situ, kepercayaan dirinya tumbuh, sekaligus mendorongnya untuk tetap menyerap arahan dan berharap dapat menjalani langkah berikutnya dengan bekal yang sudah didapat dari debut bersama Timnas senior.