jurnalistik.co.id – BYD menggelar BYD Tech Culture Fest di Medan mulai 3 hingga 7 Juni 2026. Acara berlangsung di area parkir Lotte Grosir Medan, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
Pada pembukaan kegiatan, Presiden Direktur BYD Indonesia, Eagle Zhao, menyampaikan bahwa Medan menjadi bagian dari ekspansi festival setelah sukses diselenggarakan di Jakarta. Ia menyebut Medan sebagai kota pertama di pulau Sumatera dalam rangkaian pelaksanaan tersebut.
Dalam pidatonya di podium pada Kamis (4/6/2026), Eagle mengatakan, “Hari ini menjadi momen yang istimewa bagi kami. Setelah sukses diselenggarakan di Jakarta, Medan menjadi kota pertama di pulau Sumatera,”. Menurutnya, di balik setiap kendaraan BYD terdapat berbagai inovasi yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengguna.
Eagle memaparkan bahwa BYD Tech Culture Fest menghadirkan beragam teknologi yang dikembangkan, mulai dari efisiensi energi mobil listrik atau Electric Vehicle (EV) Platform 3.0, performa teknologi Dual Mode (DM), hingga aspek keamanan yang menjadi salah satu standar keselamatan terbaik. Ia menekankan bahwa pengunjung tidak hanya melihat teknologi, tetapi juga merasakannya langsung melalui program yang disediakan.
Ia juga menyatakan, “Kami mengajak Anda untuk tidak hanya melihat tetapi juga merasakan teknologi tersebut melalui aktivitas dan sesi test drive yang tersedia hari ini,”. Kehadiran aktivitas dan test drive disebut menjadi cara bagi masyarakat untuk memahami teknologi BYD melalui pengalaman langsung selama festival berlangsung.
Perjalanan nasional dan ruang kebersamaan keluarga
Eagle menjelaskan bahwa BYD Culture Fest merupakan bagian dari perjalanan nasional yang akan terus dilakukan ke berbagai kota di Indonesia. Ia menyebut rangkaiannya dimulai dari Jakarta hingga Sumatera, lalu berlanjut melintasi Jawa, agar semakin banyak masyarakat mengenal, mencoba, dan merasakan langsung masa depan mobilitas berkelanjutan.
Lebih dari itu, Eagle menyebut festival ini ingin menjadi ruang yang mempertemukan inovasi dengan kebersamaan melalui berbagai aktivitas keluarga. Di dalamnya, kegiatan disiapkan termasuk areal bermain anak serta beragam kuliner lokal sebagai bagian dari pengalaman acara.
“Kami berharap pengunjung dapat menikmati pengalaman yang menyenangkan bersama keluarga dan orang terdekat. Karena bagi kami kemajuan teknologi harus dapat dinikmati semua orang,” tutur Eagle. Ia menggambarkan festival sebagai pertemuan teknologi dan keseharian keluarga melalui kegiatan yang dapat diikuti secara bersama-sama.
Eagle juga menyampaikan bahwa BYD ingin menjadi teknologi yang dapat dipercaya untuk menyelesaikan tantangan nyata di masyarakat. Ia menyebut tantangan yang dimaksud meliputi kemacetan, perjalanan harian yang semakin panjang, hingga biaya bahan bakar yang terus meningkat.
“Tantangan yang sangat besar hari ini, kemacetan, perjalanan harian yang semakin panjang hingga biaya bahan bakar yang terus meningkat,” kata Eagle. Ia menambahkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan kendaraan baru, tetapi juga solusi mobilitas yang efisien dan sesuai dengan kebutuhan.
Menurut Eagle, sejak BYD hadir di Indonesia pada tahun 2024, perusahaan tidak hanya berperan sebagai produsen kendaraan, tetapi juga sebagai mitra dalam mendukung transformasi industri kendaraan energi baru di Indonesia. Ia menyampaikan arah dukungan tersebut diwujudkan lewat sejumlah model yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Maka itu kami telah menghadirkan tujuh model utama yang dirancang untuk menjawab beragam kebutuhan masyarakat Indonesia,” sebut Eagle. Dengan pengaturan model-model tersebut, BYD mengarahkan festival sebagai ajang pengenalan ekosistem teknologi kepada masyarakat, sekaligus kesempatan untuk mengikuti aktivitas hingga sesi test drive selama 3–7 Juni 2026 di Medan.












