jurnalistik.co.id – Media Center Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII di Provinsi Gorontalo terus diperkuat, termasuk lewat kesiapan fasilitas untuk kebutuhan awak media selama penyelenggaraan berlangsung.
Selain menyediakan dukungan bagi wartawan dan humas se-Indonesia, panitia juga telah mengantongi lisensi nonton bareng (nobar) Piala Dunia dari TVRI. Penguatan layanan ini dilakukan agar jurnalis memiliki akses menonton di sela-sela waktu bertugas tanpa mengganggu fokus kerja mereka.
Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo, Trizal Entengo, saat mengecek kesiapan Media Center PENAS XVII di kompleks GOR David Tonny pada Kamis (11/6/2026).
Lisensi TVRI sebagai fasilitas penunjang wartawan
Trizal menjelaskan bahwa lisensi nobar menjadi bagian penting dari fasilitas penunjang bagi awak media. Menurutnya, keberadaan layanan tersebut diharapkan membantu jurnalis tetap mengikuti rangkaian liputan dengan ritme kerja yang tetap terjaga.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan PENAS beririsan dengan momen Piala Dunia. Karena itu, penyiapan ruang dan akses nobar dilakukan supaya wartawan tidak perlu mencari tempat nonton saat jadwal kegiatan berjalan.
“Kebetulan pelaksanaan PENAS berbarengan dengan piala dunia. Nanti daripada wartawan enggak fokus bikin berita karena nyari tempat nonton maka kita siapkan di media center,” kata Trizal, Kamis (11/6/2026).
Selain mengurus lisensi nobar sebagai pemegang hak siar TVRI, pihak terkait juga menyiapkan perangkat pemantauan yang mendukung kenyamanan tontonan di lokasi Media Center. Fasilitas tersebut dihadirkan agar proses nobar dapat berjalan dengan tertib dan tetap selaras dengan aktivitas PENAS.
Pengaturan siaran agar tidak mengganggu kegiatan
Dalam rencana teknisnya, nobar akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu agenda PENAS. Trizal menyebut bahwa siaran bola memiliki variasi waktu tayang, sehingga penyesuaian pelaksanaan nobar perlu mempertimbangkan pola jadwal kegiatan di lapangan.
“Siaran bola kan bervariasi waktunya kan, ada yang pagi, siang bahkan tengah malam. Nanti pengaturannya seperti apa akan kita lihat. Terpenting media center sudah punya lisensinya,” imbuh Trizal.
Pengaturan waktu siaran tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran kegiatan sekaligus memastikan awak media dapat memanfaatkan fasilitas nobar tanpa harus meninggalkan tugas liputan secara tidak terencana.
Di lokasi Media Center, Dinas Kominfo dan Statistik juga menyiapkan televisi berukuran 75 inci. Perangkat tersebut disiapkan sebagai sarana pendukung agar pengalaman menonton dapat berlangsung dengan jelas dan dapat diakses oleh peserta dan awak media sesuai kebutuhan selama PENAS XVII.
Dengan adanya perangkat dan lisensi, pihak penyelenggara menargetkan agar layanan Media Center berjalan lebih terintegrasi dengan dinamika kegiatan. Kebijakan ini juga meminimalkan potensi gangguan yang muncul dari kebutuhan mencari lokasi tontonan di luar area kegiatan.
Fasilitas lisensi juga disiapkan di dua lokasi lain
Trizal menambahkan bahwa pengurusan lisensi nobar TVRI tidak hanya berhenti di Media Center. Dinas Kominfo dan Statistik juga memfasilitasi pengurusan lisensi di dua lokasi lain yang disebutkan sebagai tempat pendukung pelaksanaan nobar.
Lokasi pertama berada di Kantor Badan Pendapatan Daerah. Sementara itu, lokasi kedua adalah di Desa Palopo, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato. Keberadaan titik fasilitas tambahan ini menunjukkan bahwa layanan pendukung nobar diarahkan untuk menjangkau kebutuhan di luar area Media Center utama.
Dengan demikian, kesiapan lisensi dan fasilitas nonton bareng menjadi satu paket dukungan bagi ekosistem media dan kegiatan selama PENAS XVII. Penyelenggara memosisikan layanan tersebut sebagai sarana yang membantu awak media tetap bisa mengikuti Piala Dunia tanpa harus mengorbankan fokus pada proses peliputan.
Melalui pengaturan lisensi dari TVRI serta penyiapan perangkat televisi berukuran 75 inci, Media Center PENAS XVII diharapkan tetap menjadi ruang yang fungsional dan responsif terhadap kebutuhan wartawan selama rangkaian kegiatan berjalan.












