jurnalistik.co.id – Pelatih baru Persib Bandung, Igor Tolic, mengangkat bicara soal keikutsertaan pasukannya di ASEAN Club Championship (ACC) 2026-2027.
ACC 2026-2027 menjadi kompetisi baru bagi Persib, dan pada edisi tersebut tim akan bersaing melawan klub-klub berprestasi dari Asia Tenggara.
Dalam ajang ACC nanti, Persib bergabung di Grup B bersama Port FC (Thailand), Johor Darul Ta’zim (Malaysia), Lion City Sailors (Singapura), Cong An Ha Noi FC (Vietnam), PKR Svay Rieng FC (Kamboja), serta pemenang play off.
Igor Tolic menyambut positif kesempatan tersebut meski ia harus menghadapi jadwal yang super padat di empat kompetisi berbeda pada musim yang sama.
Sebelum membahas ACC, Tolic juga pernah mengantarkan Persib meraih kunci kemenangan besar lawan Madura United pada Kamis (26/2/2026) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dalam pekan ke-23 Super League 2025-2026.
“Ini merupakan kompetisi baru bagi kami, kami akan bertemu dengan tim-tim terkuat dari Asia Tenggara,” kata Tolic.
“Kami senang bisa bersaing di level tinggi dan berada di panggung besar ini,” ungkap pelatih asal Kroasia ini.
Selain tampil di ACC, Persib juga akan mentas di AFC Champions League Two (ACL 2), serta dua kompetisi domestik yaitu Super League dan Piala Liga.
“Kami tahu kekuatan kami, tapi kami juga tahu hal-hal yang masih perlu kami tingkatkan karena segala sesuatunya akan terlihat jelas saat tampil melawan tim-tim terbaik,” paparnya.
Pelatih pengganti Bojan Hodak itu juga menekankan pentingnya proses adaptasi agar tim tetap bertumbuh di musim pertama berlaga di ACC.
“Kami harus tetap membumi, mencoba belajar dan berkembang sebanyak mungkin pada musim pertama (di ACC),” paparnya.
Tolic menilai progres skuad akan semakin terlihat saat Persib berhadapan dengan tim-tim terbaik di ACC nanti, sesuai dengan kebutuhan untuk terus menyempurnakan catatan-catatan yang masih perlu ditingkatkan.
Ia juga menyadari dukungan bobotoh akan menjadi bagian penting dari perjalanan Persib di turnamen tersebut, terutama karena atmosfer kandang Persib selama ini dikenal mampu mendorong permainan tim.
Suasana itu, menurut Tolic, perlu dimaksimalkan Maung Bandung, mengingat Bobotoh terkenal dengan dukungan maksimal ketika Persib mentas di kandang.
Hal tersebut selaras dengan atmosfer laga el clasico Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), yang diwarnai Bobotoh di Tribun Timur membentangkan koreo besar, dan berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Maung pada Minggu (11/1/2025).
Dalam partisipasi perdana Persib di ACC, Tolic menyatakan ia tidak ingin mengecewakan Bobotoh, seperti yang menjadi karakter dukungan saat tim berlaga di ACL 2 musim lalu.
“Kami akan mewakili kota kami, masyarakat kami, dan jutaan Bobotoh yang berdiri di belakang lambang ini dengan penuh kebanggaan dan semangat.”
“Setiap kali kami melangkah ke lapangan, kami membawa harapan mereka dan kami memiliki tanggung jawab untuk bisa membuat mereka bangga,” imbuhnya.
Tolic juga mengingat performa kandang Persib pada musim lalu di GBLA, yang tidak tersentuh kekalahan, dengan catatan hanya Arema FC dan Lion City Sailors yang mampu membawa pulang satu poin.
Dengan modal atmosfer stadion yang terjaga dan dukungan yang konsisten, ia berharap Persib mampu tampil maksimal saat menghadapi lawan-lawannya di ACC 2026-2027, sekaligus menjaga semangat yang sama untuk meraih target pada musim yang berjalan di empat kompetisi berbeda.
Dalam menatap musim yang sama, Tolic menempatkan fokus pada upaya menjaga ritme tim tetap stabil ketika menghadapi tuntutan di beberapa ajang sekaligus. Ia menilai persiapan harus berjalan selaras agar skuad tidak hanya siap secara kualitas, tetapi juga konsisten saat ritme laga makin padat di sepanjang kompetisi.
Ia juga melihat momentum dari catatan kandang Persib yang selama ini terjaga di GBLA sebagai modal penting. Rangkaian hasil di kandang, termasuk fakta bahwa hampir tak ada tim yang mampu mengalahkan Maung Bandung, dinilai akan memberi dorongan psikologis ketika Persib harus tampil menghadapi lawan-lawan dari level regional.
Seiring itu, Tolic menegaskan bahwa perjalanan Persib di ACC edisi awal akan menjadi fase penyesuaian yang menentukan. Baginya, setiap pertemuan dengan klub-klub terbaik di Asia Tenggara menjadi bagian dari proses belajar, sekaligus sarana untuk memperlihatkan progres tim yang terus dibangun sampai standar permainan yang diinginkan benar-benar matang.












