Nasional

Masih 87 Kloter Jemaah Haji di Arab Saudi untuk Kembali ke Indonesia

×

Masih 87 Kloter Jemaah Haji di Arab Saudi untuk Kembali ke Indonesia

Sebarkan artikel ini
Tersisa 87 Kloter Jemaah Haji di Arab Saudi untuk Kembali ke Indonesia News 25 Juni 2026
Ilustrasi: Tersisa 87 Kloter Jemaah Haji di Arab Saudi untuk Kembali ke Indonesia

jurnalistik.co.id – Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Abdul Basir menyebut operasional pemulangan jemaah haji Indonesia dari Madinah terus berjalan hingga akhir Juni 2026.

Menurut Abdul Basir, proses pemulangan dilakukan secara bertahap setelah jemaah menuntaskan rangkaian ibadah haji.

Hingga Kamis (25/6/2026), sebanyak 440 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Tanah Air.

Secara kumulatif, jumlah jemaah yang sudah dipulangkan tercatat mencapai 170.185 orang.

Abdul Basir menyampaikan, fase pemulangan itu dijalankan sampai 30 Juni 2026.

“Operasional fase pemulangan dilakukan hingga 30 Juni 2026,” kata Abdul Basir saat berada di Bandara Madinah, Kamis (25/6/2026).

Meski demikian, ia juga mengungkap masih ada jemaah yang berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal penerbangan kembali ke Indonesia.

Cadangan keberangkatan itu masih berupa 87 kloter, yang pada periode tersebut menanti kepulangan.

Abdul Basir menambahkan, jemaah yang masih berada di Arab Saudi berjumlah sekitar 32.095 orang.

Ia mengingatkan petugas haji agar tetap menjalankan pelayanan dengan maksimal selama masa operasional pemulangan berlangsung.

“Petugas agar melayani dengan baik hingga hari terakhir operasional pemulangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kadaker Bandara Abdul Basir menyebut kloter terakhir yang dijadwalkan terbang pada Selasa (30/6/2026) adalah BDJ 19.

Dengan demikian, seluruh layanan penunjang di bandara diarahkan untuk memastikan kebutuhan jemaah—termasuk yang masih berada di area bandara pada hari-hari terakhir—dapat terpenuhi hingga penerbangan terakhir.

Selama masa pemulangan, Bandara Madinah juga menyediakan fasilitas untuk membantu jemaah lanjut usia (lansia) beraktivitas di lingkungan bandara.

Lansia dapat menggunakan fasilitas kursi roda dan golfcar untuk mendukung mobilitas selama berada di dalam area bandara.

Selain akses kendaraan dan kursi roda, pihak maskapai turut memberikan stiker khusus pada koper jemaah lansia.

Tujuannya, koper para lansia akan dimasukkan ke dalam bagasi sehingga jemaah tidak perlu membawa koper ke kabin.

Tri Astuti (63), warga Banjarnegara, Jawa Tengah, mengaku terbantu oleh pelayanan yang disediakan bagi lansia di area bandara.

Ia mengatakan petugas mendorongnya menggunakan kursi roda saat berada di bandara.

Tri juga menilai pengelolaan koper menjadi faktor penting yang meringankan beban perjalanan.

“Kami didorong petugas hajj dengan kursi roda. Untuk koper kami terbantu sekali karena sudah diberi stiker dan diurus oleh petugas,” ujar Tri Astuti saat ditemui KOMPAS.com.

Dalam penjelasan Kadaker Bandara Abdul Basir, pelayanan yang berlapis tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses pemulangan berlangsung tertib, termasuk ketika jumlah kloter tersisa masih harus dituntaskan hingga batas operasional pada 30 Juni 2026.

Dengan jadwal penerbangan terakhir pada Selasa (30/6/2026) untuk kloter BDJ 19, petugas diharapkan mempertahankan kualitas layanan hingga hari keberangkatan terakhir seluruh kloter yang masih menunggu kepulangan selesai diterbangkan.

Menurut Kadaker Bandara Abdul Basir, pendekatan bertahap itu dilakukan agar arus keberangkatan tetap terukur sekaligus menjaga kesinambungan layanan bagi rombongan yang masih berada di Arab Saudi. Dengan sisa kloter yang menunggu, pengaturan operasional diarahkan pada kesiapan sejak tahap pemeriksaan hingga proses pemulangan.

Di sisi lain, perhatian terhadap kebutuhan jemaah lanjut usia juga menjadi bagian dari penataan layanan selama fase pemulangan berlangsung. Fasilitas kursi roda dan golfcar disediakan untuk mendukung mobilitas di lingkungan bandara, sementara maskapai menyiapkan stiker khusus pada koper agar penanganannya dilakukan petugas dan tidak mengharuskan jemaah membawa koper ke kabin.

Kadaker menegaskan bahwa seluruh rangkaian dukungan tersebut dimaksudkan supaya layanan berjalan konsisten sampai batas operasional 30 Juni 2026, termasuk pada hari-hari menjelang penerbangan terakhir. Terlebih, dengan kloter terakhir yang dijadwalkan terbang Selasa (30/6/2026) yakni BDJ 19, koordinasi layanan penunjang di bandara diarahkan untuk memastikan kebutuhan jemaah tetap terpenuhi hingga jadwal kepulangan selesai dituntaskan.