Peristiwa

Menjelang Piala Dunia, Guru di Meksiko Gelar Demo: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

0
×

Menjelang Piala Dunia, Guru di Meksiko Gelar Demo: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

Sebarkan artikel ini
Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola Global 4 Juni 2026
Ilustrasi: Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

jurnalistik.co.id – Menjelang dimulainya Piala Dunia 2026, ibu kota Meksiko kembali diwarnai gelombang protes dari kelompok guru yang menuntut kenaikan gaji serta perubahan aturan pensiun. Aksi mereka terjadi di tengah persiapan kota untuk menampung acara-acara sepak bola, termasuk rencana menayangkan pertandingan di pusat kota.

Di Mexico City, demonstrasi yang melibatkan serikat guru CNTE mengganggu aktivitas di area pusat hingga berujung bentrokan dan kerusakan. Kelompok tersebut menyoroti persoalan kesejahteraan kerja serta kebijakan pensiun yang dinilai tidak lagi sejalan dengan kebutuhan mereka.

Kerusakan di pusat kota dekat Zócalo

Tekanan aksi memuncak ketika para guru menerobos salah satu barikade logam di pintu masuk alun-alun Zócalo. Kawasan ini berjarak satu blok dari Istana Pemerintah dan berada dekat dengan layar besar yang akan digunakan untuk menyaksikan pertandingan pertama Meksiko pada 11 Juni.

Perkembangan serupa juga terlihat dalam rangkaian aksi pada hari-hari berikutnya. Kurang dari dua pekan sebelum laga pembuka Piala Dunia 2026 digelar di Mexico City, demonstrasi yang awalnya berfokus pada tuntutan kerja berkembang menjadi konfrontasi yang mengubah lalu lintas dan tata kegiatan di wilayah tersebut.

Patung pesepak bola jadi sasaran protes

Pada Selasa (2/6/2026), para guru yang tergabung dalam Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Educacion (CNTE) menumbangkan sejumlah patung raksasa pesepak bola. Patung-patung itu dipasang sebagai bagian dari promosi Piala Dunia di ibu kota.

Laporan AFP menyebut, pada Rabu (3/6/2026) para demonstran menggunakan tiang lampu jalan sebagai pendobrak untuk menerobos masuk ke kantor pusat Kementerian Pendidikan di ibu kota. Menurut sumber dari kementerian, aksi tersebut menyebabkan pos penjagaan rusak dan sejumlah jendela pecah.

Tayangan televisi Meksiko juga memperlihatkan adanya kebakaran kecil di lokasi kejadian. Rentetan aksi ini memperkuat kesan bahwa protes tidak berhenti pada ruang-ruang simbolik, melainkan merembet ke titik-titik administrasi pendidikan.

Sehari sebelumnya, para guru juga menumbangkan patung besar pemain sepak bola yang dipasang di jalur utama Paseo de la Reforma. Mereka merusak properti bertema sepak bola dan memblokir sejumlah jalan utama, sehingga mobilitas di kawasan itu ikut terganggu.

Tuntutan upah dan pensiun

Serikat guru menyampaikan bahwa fokus mereka tidak seharusnya kalah oleh agenda penyelenggaraan Piala Dunia. Pemimpin serikat guru Filiberto Frausto menegaskan bahwa perjuangan kelas pekerja tidak bisa dikesampingkan hanya karena berlangsungnya perhelatan internasional.

Frausto mengatakan, “Perjuangan seperti kami seharusnya jauh lebih penting — jauh lebih penting daripada sedikit gangguan dan hiburan,” ujar Frausto kepada AFP. Ia juga menambahkan, “Ini menunjukkan bahwa ruang-ruang milik rakyat dapat diprivatisasi sesuka hati dan demi kepentingan perusahaan besar di balik Piala Dunia ini, dengan mengesampingkan perjuangan hak-hak pekerja,” katanya.

CNTE bahkan mengancam akan mengerahkan jutaan guru ke ibu kota selama Piala Dunia berlangsung jika pemerintah tidak memenuhi tuntutan mereka. Ancaman tersebut menunjukkan eskalasi rencana aksi yang melibatkan skala besar, seiring belum terpenuhinya tuntutan utama.

Respons Presiden Claudia Sheinbaum

Dalam perkembangan sebelumnya, pemerintah Presiden Claudia Sheinbaum telah menyepakati kenaikan gaji sebesar 9 persen dengan pimpinan CNTE. Namun, angka itu dinilai masih jauh dari tuntutan kelompok guru yang meminta kenaikan hingga 100 persen.

Sheinbaum menyatakan pemerintah tidak akan memilih tindakan represif meskipun aksi protes terjadi menjelang ajang internasional besar tersebut. Dalam konferensi pers hariannya, ia berkata, “Mereka ingin kita menggunakan represi menjelang Piala Dunia,” ujar Sheinbaum dalam konferensi pers hariannya.

Ia juga menegaskan, pemerintah tidak akan “jatuh ke dalam jebakan” untuk melakukan tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa. Dengan demikian, pernyataan pemerintah menempatkan isu protes dan respons kebijakan berada dalam narasi yang menolak kekerasan sebagai jalan keluar.

Di tengah tensi menjelang Piala Dunia, rangkaian aksi CNTE di berbagai titik Mexico City menegaskan bahwa tuntutan ekonomi para guru—termasuk kenaikan upah dan perubahan pensiun—masih menjadi persoalan mendesak. Sementara itu, keberlanjutan protes ditentukan oleh respons pemerintah atas tuntutan yang dinilai belum mendekati target yang mereka pasang.