jurnalistik.co.id – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa teknologi menjadi kunci untuk mendorong kemajuan pertanian Indonesia. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri pembukaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di GOR David-Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
Amran menilai penerapan teknologi modern dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemerintah terus mendorong adopsi teknologi melalui peningkatan kualitas bibit, perbaikan sistem irigasi, mekanisasi, hingga pengaturan pola tanam yang dibuat lebih modern.
Ia menyebut upaya tersebut diwujudkan melalui model Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang akan diperkenalkan kepada peserta PENAS XVII. Menurut Amran, model tersebut merupakan perpaduan pengetahuan dan metode yang dikembangkan dengan berbagai rujukan.
“Ini adalah penemuan baru, ini adalah metode baru yang kami combine antara metode baru dari Indonesia dan kami temukan dari China kemudian di Amerika, ini kami coba memadukan,” kata Amran.
Dalam kesempatan yang sama, Amran menegaskan pemerintah menjalankan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan. Strategi ini, menurutnya, ditujukan untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Amran juga memaparkan target peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi pertanian. Ia menyebut produktivitas padi dapat mencapai lebih dari 10 ton per hektar, jauh di atas rata-rata nasional yang berada pada kisaran 5,5 ton per hektare.
Selain membahas aspek produksi, Amran melaporkan kondisi stok beras nasional yang menurutnya tercatat menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Ia menyampaikan Perum Bulog perlu menambah kapasitas penyimpanan melalui penyewaan gudang baru untuk mengantisipasi kebutuhan ke depan.
Paparan Amran juga menyentuh indikator kesejahteraan petani. Ia menyebut harga gabah yang sebelumnya berkisar Rp5.000 per kilogram kini naik menjadi minimal Rp6.500 per kilogram. Pemerintah, kata Amran, juga mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Amran menambahkan, pemerintah berhasil menurunkan harga pupuk subsidi sekitar 20 persen di tengah tren kenaikan harga pupuk dunia. Baginya, langkah ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi dan memastikan faktor produksi tetap terjangkau.
Teknologi, pola tanam, dan pembelajaran di lapangan
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan bahwa model pertanian modern yang ditampilkan pada PENAS XVII akan diperkenalkan kepada peserta dari seluruh Indonesia. Ia menempatkan kegiatan ini sebagai contoh penerapan teknologi yang dapat direplikasi di daerah masing-masing.
Gusnar mengatakan keberhasilan penyuluhan pertanian tidak cukup hanya melalui teori. Ia menekankan pentingnya pembuktian langsung di lapangan agar lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh petani. Menurutnya, pola tanam yang diperagakan akan menunjukkan peningkatan produksi ketika diamati dalam praktik.
“Ini kalau pola tanamnya dari jauh sudah bisa kita perhatikan ini pasti sudah meningkat produksinya karena rumputnya banyak. Jadi saya kira ini merupakan kesempatan emas bagi seluruh peserta dari semua daerah untuk lihat teknologi ini diterapkan di daerah masing-masing,” kata Gusnar.
Ia berharap teknologi dan pola tanam tersebut dapat diadopsi secara luas oleh pemerintah daerah dan para petani di seluruh Indonesia. Gusnar menilai penerapan inovasi pertanian secara berkelanjutan akan memperkuat swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan produksi pangan dari waktu ke waktu.
Melalui rangkaian penjelasan dari pemerintah pusat dan pandangan dari pemerintah daerah, pembukaan PENAS XVII Petani dan Nelayan menjadi ajang penyampaian arah program sekaligus ruang pembelajaran. Pesan yang ditekankan pada kegiatan ini adalah pemanfaatan teknologi, perbaikan sistem budidaya, dan penguatan praktik di lapangan agar target ketahanan pangan dapat dicapai secara bertahap dan berkelanjutan.












