Bisnis & Ekonomi

Mirae Asset Sekuritas: Peluang Penguatan untuk Investor Ritel di BBNI, BMRI, dan TPIA

×

Mirae Asset Sekuritas: Peluang Penguatan untuk Investor Ritel di BBNI, BMRI, dan TPIA

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investor Ritel Mau Berburu Cuan? Analis Jagokan BBNI, BMRI, dan TPIA

jurnalistik.co.id – Mirae Asset Sekuritas menyoroti tiga saham yang dinilai layak dicermati pada perdagangan Jumat (3/7/2026). Ketiganya dipandang masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan, sejalan dengan sinyal teknikal positif dan adanya potensi kenaikan harga yang menarik.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyampaikan bahwa pendekatan yang disarankan berorientasi pada pembelian bertahap, dengan tetap mengikuti level-level teknikal yang ia identifikasi.

BBNI

Untuk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Nafan menilai pergerakan saham masih berada pada fase escalating attempt. Pada fase ini, harga sedang berupaya melanjutkan tren kenaikan, tetapi belum sepenuhnya terkonfirmasi sebagai uptrend yang kuat.

Ia menjelaskan, tekanan beli mulai meningkat dan harga berupaya menembus area resisten. Meski demikian, masih ada peluang terjadi konsolidasi atau koreksi apabila momentum belum cukup kuat.

Dengan pertimbangan tersebut, strategi yang disarankan adalah accumulative buy, terutama pada kisaran harga Rp 3.090 hingga Rp 3.260. Area ini diposisikan sebagai rentang yang lebih relevan untuk bertahap masuk.

Untuk target jangka pendek, BBNI ditetapkan berpeluang menguat ke Rp 3.300 atau berpotensi naik 4,10 persen. Selanjutnya, analis menargetkan area Rp 3.460 atau naik 9,15 persen sebagai level penguatan berikutnya.

Adapun target lanjutan berada di Rp 4.020 yang diproyeksikan dapat menguat hingga 26,81 persen. Nafan juga menandai level support di Rp 3.090 dan Rp 2.990 sebagai acuan bila terjadi koreksi.

BMRI

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga dinilai masih berada dalam fase escalating attempt. Dengan karakter fase yang sama, harga berupaya melanjutkan kenaikan, tetapi konfirmasi atas kekuatan tren masih bergantung pada kelanjutan momentum.

Dalam skenario itu, Nafan merekomendasikan investor melakukan accumulative buy, khususnya pada area harga Rp 3.800 sampai Rp 4.000. Kisaran tersebut dipakai sebagai titik bertahap untuk mengantisipasi potensi lanjutan penguatan.

Target harga pertama untuk BMRI ditetapkan di Rp 4.070 dengan potensi kenaikan 4,36 persen. Setelah itu, analis menyebut target kedua di Rp 4.320 atau naik 10,77 persen sebagai fase penguatan berikutnya.

Target ketiga berada di Rp 4.720, yang mencerminkan potensi penguatan hingga 21,03 persen. Untuk level support, BMRI dipantau pada Rp 3.800 dan Rp 3.650 sebagai batas acuan bila sentimen berubah.

TPIA

Untuk PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Nafan menilai pergerakannya sedang dalam fase accumulating. Secara teknikal, fase accumulating menunjukkan kondisi ketika saham memasuki proses akumulasi, yakni periode pelaku pasar—terutama investor berkapital besar—mulai mengoleksi saham secara bertahap.

Dalam kerangka tersebut, rekomendasi yang diberikan tetap mengarah pada accumulative buy. Untuk TPIA, kisaran yang menjadi fokus masuk berada di Rp 1.625 hingga Rp 1.825.

Target harga pertama untuk TPIA dipatok di Rp 1.855 dengan potensi kenaikan 4,80 persen. Setelahnya, Nafan menempatkan target kedua di Rp 2.190 yang berpotensi naik 23,73 persen.

Selain dua level tersebut, target lanjutan disebut berada di Rp 2.940 yang mencerminkan potensi penguatan hingga 66,10 persen. Sementara itu, level support untuk TPIA berada di Rp 1.625 dan Rp 1.205.

Dalam keseluruhan rekomendasi, poin pentingnya adalah kesesuaian strategi dengan tahapan fase teknikal yang teridentifikasi pada masing-masing saham. Investor tetap perlu menempatkan rencana pada level harga yang disarankan, sembari memantau apakah momentum benar-benar berlanjut atau justru beralih ke konsolidasi/koreksi.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas, dan keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.