Hukum & Kriminal

Polrestabes Semarang Belum Pastikan Pemicu Ledakan PT Raw Botanical, Olah TKP Menunggu Vendor Mesin

×

Polrestabes Semarang Belum Pastikan Pemicu Ledakan PT Raw Botanical, Olah TKP Menunggu Vendor Mesin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Polisi Belum Simpulkan Penyebab Ledakan Pabrik KIC, Olah TKP Lanjutan Tunggu Vendor Mesin

jurnalistik.co.id – Polrestabes Semarang masih belum bisa memastikan penyebab pasti ledakan dan kebakaran yang terjadi di PT Raw Botanical Nusantara, Kawasan Industri Candi (KIC), Ngaliyan, Kota Semarang. Proses penyelidikan terus berjalan, namun hasil sementara belum cukup untuk menarik kesimpulan.

Menurut Kasi Humas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok, penyidik saat ini fokus mengumpulkan bukti dan menelusuri rangkaian kejadian di lokasi. “Hingga saat ini, penyidik masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya kebakaran.”

Ia menegaskan, langkah investigasi tidak langsung mengarah pada satu kemungkinan karena masih diperlukan penelusuran lebih lanjut. “Namun demikian, dari hasil penyelidikan sementara, belum dapat menyimpulkan penyebab terjadinya kebakaran atau ledakan tersebut,” kata Riki, Jumat (3/7/2026).

Seiring penyelidikan tersebut, polisi juga belum melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan. Tahapan lanjutan itu ditunda karena ada kebutuhan pemeriksaan terhadap peralatan produksi yang tidak dapat dilakukan tanpa kehadiran vendor atau teknisi yang memasang mesin.

Olah TKP lanjutan menunggu vendor mesin

Riki menyebutkan, olah TKP lanjutan belum bisa dilakukan karena pemeriksaan membutuhkan pihak berkompeten yang memahami pengoperasian serta spesifikasi perangkat produksi di lokasi kejadian. Pemeriksaan semacam itu, menurut dia, hanya dapat dilakukan ketika vendor atau teknisi yang memasang mesin sudah berada di Semarang.

Ia menjelaskan jadwal kedatangan vendor menjadi pertimbangan utama penundaan. “Vendor dijadwalkan akan hadir di Kota Semarang pada pekan depan, sehingga olah TKP lanjutan akan dilaksanakan setelah pihak berkompeten hadir bersama dengan nanti kami akan berkoordinasi dengan Inafis dan Labfor,” ujarnya.

Koordinasi dengan Inafis dan Labfor, kata Riki, diperlukan setelah pihak vendor hadir agar pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara yang tepat dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, polisi berupaya memastikan proses olah TKP lanjutan tidak dilakukan secara tergesa-gesa.

Dalam proses penyidikan, polisi juga telah memeriksa pihak yang diminta keterangan untuk membantu penyelidikan awal. Dari sejumlah kebutuhan pemeriksaan, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi.

Riki merinci, pemeriksaan awal dilakukan kepada kepala operasional PT Raw Botanical Nusantara. “Dalam proses penyelidikan, penyidik tentunya telah melakukan pemeriksaan terhadap satu orang saksi, yaitu Kepala Operasional PT Raw Botanical Nusantara.”

Ia menambahkan, pemeriksaan saksi lainnya akan disesuaikan dengan kebutuhan penyidikan dan perkembangan hasil olah TKP. “Pemeriksaan saksi lainnya akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan penyidikan dan perkembangan dari hasil olah TKP,” katanya.

Korban luka masih menjalani perawatan intensif

Di sisi lain, kondisi korban yang mengalami luka masih menjadi perhatian dalam pemantauan perkara. Riki menyebutkan, delapan korban luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Ia menjelaskan perkembangan perawatan pada Jumat pagi, termasuk prosedur medis yang telah dijalankan oleh sebagian korban. “Dari delapan korban luka, lima korban telah menjalani tindakan operasi pada pagi hari ini, sedangkan seluruh korban lainnya masih mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh dokter,” ujar Riki.

Dengan adanya tindakan operasi pada lima korban, polisi tetap menempatkan informasi medis sebagai bagian dari pemantauan dampak insiden. Sementara itu, korban lainnya masih berada dalam penanganan intensif sesuai evaluasi dokter yang merawat.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (1/7/2026). Ledakan disertai kebakaran terjadi di PT Raw Botanical Nusantara di Kawasan Industri Candi, Ngaliyan, Kota Semarang, dan menyebabkan satu pekerja meninggal dunia serta delapan lainnya mengalami luka-luka.

Polisi minta publik tidak berspekulasi

Polrestabes Semarang menegaskan komitmennya untuk mengusut kasus secara profesional dan transparan. “Tentunya Polrestabes Semarang akan berkomitmen melakukan penyelidikan secara profesional dan juga transparan.”

Riki menambahkan, setiap perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada masyarakat setelah didukung alat bukti dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. “Setiap perkembangan hasil penyelidikan akan kami sampaikan kepada masyarakat setelah didukung alat bukti dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Riki.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi mengenai penyebab ledakan sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan. Penundaan olah TKP lanjutan yang menunggu vendor dan koordinasi dengan tim teknis menjadi bagian dari upaya menjaga proses penyidikan tetap akurat.

Dengan penundaan tahapan lanjutan sampai pekan depan, polisi tetap melanjutkan pemeriksaan yang telah berjalan dan menunggu hasil dari pemeriksaan peralatan produksi yang akan dilakukan bersama pihak berkompeten. Setelah itu, olah TKP lanjutan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian dan faktor yang berhubungan dengan insiden tersebut.