jurnalistik.co.id – Rusia menyatakan siap melanjutkan hubungan dengan Serbia yang dinilai saling menguntungkan setelah gerakan oposisi Student List membentuk pemerintahan baru menyusul kemenangan mereka dalam pemilihan umum.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dalam tanggapan terhadap perubahan kekuasaan di Serbia.
Dalam penjelasannya, Peskov menegaskan Moskow berharap arah politik Serbia yang baru tidak mengubah prinsip dasar kerja sama yang selama ini terjalin.
“Kami berharap tindakan mereka juga akan diarahkan secara konstruktif untuk pengembangan lebih lanjut hubungan kita, dan bahwa kekuatan politik baru ini menyadari bahwa kerja sama dengan Rusia sejalan dengan kepentingan Serbia,” ujar Peskov.
Peskov menambahkan bahwa jalinan hubungan antarnegara memerlukan upaya timbal balik, sehingga pemerintah baru dinilai juga perlu menunjukkan kehendak yang sama.
“Namun, seperti yang Anda tahu, dibutuhkan dua pihak untuk bisa menari bersama (diperlukan kerja sama dari kedua belah pihak),” kata pejabat tersebut.
Sejalan dengan itu, Peskov juga menyinggung peran pemimpin Serbia yang akan segera lengser, Aleksandar Vucic, yang menurut penilaiannya memainkan peran konstruktif selama situasi politik dan diplomatik berubah.
Vucic telah mengakui kekalahan koalisi United Serbia dalam pemungutan suara pada hari Minggu, setelah Student List membentuk pemerintahan baru.
Menurut Peskov, pengakuan kekalahan tersebut disertai sikap yang tetap menjaga kelangsungan hubungan Serbia dengan Moskow, termasuk di tengah tekanan dari Uni Eropa.
Berita Terkait
Ia kemudian menyampaikan pujian kepada Vucic atas langkah-langkah yang dinilai membantu mempertahankan kerja sama kedua pihak, meski dinamika eksternal meningkat.
Peskov juga berharap proses politik yang tengah berlangsung dapat menjadi momentum bagi penguatan hubungan lebih lanjut, bukan menjadi hambatan baru dalam kerja sama Rusia-Serbia.
Dengan sudut pandang itu, Rusia menempatkan pemerintahan baru Serbia sebagai faktor kunci yang menentukan kelanjutan kebijakan luar negeri, khususnya terkait posisi Serbia dalam lanskap hubungan regional yang kompleks.
Ia menegaskan bahwa harapan Rusia bukan semata menyangkut pernyataan politik, tetapi juga tindakan konkret dari kekuatan politik baru agar kerja sama tetap selaras dengan kepentingan nasional Serbia.
Di akhir penjelasannya, Peskov merangkum pandangan bahwa keberlanjutan hubungan saling menguntungkan akan bergantung pada kooperasi dari kedua belah pihak, sebagaimana hubungan internasional pada dasarnya memerlukan kesepahaman dan komitmen yang sama.
Dalam konteks pergantian pemerintahan itu, Student List kini menjadi aktor utama setelah kemenangan pemilihan umum, sementara arah kebijakan berikutnya diharapkan tetap membuka ruang bagi hubungan dengan Rusia.
Dalam kerangka penilaian tersebut, Peskov juga menggambarkan perubahan pemerintahan di Serbia sebagai tahapan politik yang semestinya tetap menjaga benang merah kerja sama yang sudah berjalan. Ia menekankan bahwa diskusi mengenai arah luar negeri tidak berhenti pada pernyataan, melainkan harus terlihat dalam sikap kebijakan yang konsisten dari pemerintahan baru.
Menurut sudut pandang Kremlin, hubungan Rusia–Serbia selama ini terbentuk melalui interaksi yang berulang dan saling menyesuaikan kepentingan kedua pihak. Karena itu, harapan Moskow diarahkan agar dinamika internal di Serbia tidak merembet menjadi perubahan mendasar terhadap substansi kerja sama, terutama pada aspek yang dianggap relevan bagi kepentingan nasional Serbia.
Peskov lalu menyoroti bahwa sikap yang ditunjukkan pejabat-pejabat Serbia juga dipandang memiliki implikasi diplomatik yang luas. Pengakuan kekalahan koalisi United Serbia oleh Vucic, disertai upaya mempertahankan hubungan dengan Moskow di tengah tekanan eksternal dari Uni Eropa, diposisikan sebagai indikator bahwa transisi kekuasaan tidak otomatis berarti pergeseran total.
Dengan demikian, bagi Rusia, kelanjutan hubungan yang saling menguntungkan masih bergantung pada kemauan politik pemerintah baru untuk menerjemahkan prospek kerja sama itu menjadi langkah nyata. Sementara Student List dinilai menjadi aktor dominan setelah kemenangan pemilihan umum, penilaian berikutnya diarahkan pada bagaimana kebijakan mereka mampu menjaga ruang bagi kerja sama dengan Rusia secara berkelanjutan.












