Hukum & Kriminal

NPCC Kritik Pengumuman Terlambat: Pub Inggris Tetap Buka hingga 05:00 BST untuk Laga Lawan Meksiko

×

NPCC Kritik Pengumuman Terlambat: Pub Inggris Tetap Buka hingga 05:00 BST untuk Laga Lawan Meksiko

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Cup: Police criticise timing of decision on pubs staying open for England match

jurnalistik.co.id – National Police Chiefs’ Council menyoroti keputusan pemerintah yang membolehkan pub tetap buka hingga 05:00 BST pada Senin untuk pertandingan Piala Dunia Inggris melawan Meksiko, babak 16 besar.

Menurut NPCC, pengumuman yang dinilai datang terlalu larut membuat polisi harus dialihkan dari tugas lain dan bekerja dengan jam lebih panjang, meski jalur tim di turnamen “has been known for a considerable time”.

NPCC juga meminta penonton bersikap bertanggung jawab selama laga penting itu, termasuk dengan memastikan mereka “drink within sensible limits” dan “be considerate” saat menyaksikan pertandingan.

Kick-off dini hari dan kekhawatiran dampak alkohol

Kick-off pertandingan sistem gugur dijadwalkan pukul 01:00 waktu setempat, dan laga diperkirakan baru berakhir minimal sekitar 03:00. Jika pertandingan berlanjut hingga adu penalti, waktu selesai bisa lebih malam lagi.

Badan kepolisian itu menyebut, pada turnamen-turnamen sebelumnya, pertandingan gugur kerap berkaitan dengan meningkatnya insiden kekerasan serta kasus kekerasan dalam rumah tangga.

“This is directly linked to alcohol consumption,” demikian pernyataan bersama dari para pemimpin kepolisian untuk sepak bola dan penegakan terkait alkohol. Mereka menyatakan akan terus bekerja dengan mitra dan penyelenggara lokasi untuk mendukung malam yang aman dan menyenangkan bagi semua pihak.

Alasan pemerintah dan respons Downing Street

Pemerintah mengatakan pelonggaran aturan perizinan yang sudah diberlakukan untuk turnamen tidak mencakup kemungkinan bahwa Inggris akan bermain pada malam yang sedemikian larut.

Juru bicara Downing Street menyampaikan bahwa setelah kelolosan Inggris dikonfirmasi pada Rabu malam, pemerintah “announced plans as quickly as possible following this”.

Menurut juru bicara tersebut, pemerintah juga “engaged with policing partners throughout preparations for the World Cup and we are grateful for their flexibility and professionalism throughout.”

NPCC menambahkan, perpanjangan jam operasional sebenarnya sudah pernah diberikan untuk turnamen sepak bola internasional, dan sebelumnya pemerintah menyatakan tak akan merelaksasi aturan lebih jauh.

Namun pada Kamis, Perdana Menteri Sir Keir Starmer menyatakan pub boleh tetap buka hingga akhir pertandingan.

Menteri Pemerintahan Daerah Steve Reed mengatakan langkah-langkah sebelumnya “hadn’t covered the eventuality of England playing so late in the night”, dan menilai kebijakan itu sebagai “one of the fastest changes in the law that we’ve seen”.

Inggris sendiri tidak memiliki jaminan akan tampil pada jadwal Senin sampai mereka memastikan tempat di babak 16 besar setelah mengalahkan DR Congo 2-1 pada Rabu.

Tanggapan industri perhotelan dan kutipan pelaku usaha

Sektor perhotelan menyambut keputusan pemerintah. Emma McClarkin, Chief Executive of the British Beer and Pub Association, mengatakan: “We all know the best place to watch the match is down the local.”

Michael Kill, Chief Executive of the Night Time Industries Association, menyebut: “fantastic news” yang akan “hugely welcomed by operators”.

Greene King menyatakan lebih dari 600 pub di seluruh Inggris akan tetap buka hingga larut untuk menayangkan laga tersebut. Sementara Marston’s mengatakan lebih dari 400 pubnya juga akan dibuka.

Priyesh Bathia, pengelola Elephant and Barrel pub di Stockwell, London selatan, menyatakan dirinya “so thankful” atas perizinan larut untuk Senin. Ia juga mengatakan, “I’m really excited,” seraya menambahkan bahwa sejauh ini mereka telah menerima 100-150 orang yang memesan meja untuk pertandingan.

Kasus pub yang memilih tidak buka

Di sisi lain, Miranda Richardson, landlady The Squirrels pub di Duston, Northamptonshire, memilih untuk tidak membuka pubnya untuk pertandingan. Ia mengatakan: “It was a really straightforward decision for me”, dan menambahkan, “I wasn’t tempted at all.”

Menurut Richardson, alasan utamanya karena ia berada di kawasan desa yang dikelilingi rumah-rumah, sehingga kedatangan kerumunan hingga pagi hari tidak sesuai dengan lingkungan sekitar. Ia menyebut “and having people pouring out at three, four, five in the morning is not conducive to my neighbourhood,” serta menambahkan adanya persoalan penjadwalan staf.

“I’d have to pay a late night increase because they are working unsociable hours. Some staff are part-time and getting up in the morning for college, uni, and other work. So trying to find a team that will work for you is difficult. And on top of that there is expensive door staff.”

Untuk pelanggan, ia mengatakan orang-orang yang ia temui justru tidak terlalu terdorong untuk datang ke lokasi. Ia menyebut bahwa “The majority of people I’ve spoken to have told me they’re just going to watch it at home.”

Rekomendasi soal anak sekolah, fleksibilitas, dan keselamatan berkendara

Thomas Tuchel menyampaikan agar orang tua membolehkan anak-anaknya tetap terjaga untuk pertandingan pukul 01:00. Ia mengatakan, “There’s so much school to go to, but the World Cup is every four years. Let them watch,” setelah kemenangan Inggris pada Rabu di babak 32 besar.

Daniel Kebede, yang memimpin National Education Union (NEU), mengatakan ia juga ingin ada “a bit of a flexible start” untuk sekolah pada Senin pagi.

Sementara itu, Bridget Philipson selaku Menteri Pendidikan menyatakan kepada BBC bahwa ia tidak akan memberi tahu orang tua kapan anak-anak harus tidur, tetapi meminta agar memastikan mereka tetap bisa hadir di sekolah pada Senin.

RAC menyampaikan bahwa orang yang memilih menonton sampai larut “shouldn’t drive until they’re fully rested and hydrated”. RAC juga mengaitkannya dengan kondisi cuaca panas akhir pekan yang membuat risiko dehidrasi lebih tinggi dari biasanya, terutama jika ditambah konsumsi alkohol.

Dari sisi dunia kerja, serikat pekerja menyerukan agar perusahaan menerima permintaan kerja yang lebih fleksibel pada hari pertandingan. Paul Nowak, Sekretaris Jenderal TUC, menyatakan TUC meminta perusahaan “show some common sense and understanding” dengan memberi ruang bagi karyawan untuk bekerja dari rumah atau datang lebih belakangan bila memungkinkan.

British Chambers of Commerce menyebut bisnis yang akan menghadapi tantangan termasuk lini produksi manufaktur, layanan ritel di lini depan, serta sektor perhotelan. Kate Shoesmith, direktur kebijakan organisasi itu, menambahkan bahwa untuk sejumlah pekerjaan, termasuk yang berbasis shift, fleksibilitas tidak memungkinkan. Namun ia menyebut perusahaan pada umumnya akan berupaya menjaga kelancaran operasional.

“But we’re confident most employers will be thinking about how they can keep everyone onside,” ujar Shoesmith.