Olahraga

NFL di Australia: Alasan Los Angeles Rams Vs San Francisco 49ers Digelar di Melbourne

×

NFL di Australia: Alasan Los Angeles Rams Vs San Francisco 49ers Digelar di Melbourne

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: NFL in Australia: Why are Los Angeles Rams playing San Francisco 49ers in Melbourne?

jurnalistik.co.id – NFL menjalani babak ekspansi terbarunya dengan menempatkan satu pertandingan musim reguler di Melbourne, Australia. Kali ini, Los Angeles Rams akan “menjadi tuan rumah” bagi San Francisco 49ers di Melbourne Cricket Ground (MCG), untuk laga yang berlangsung Jumat (01:35 BST).

Perjalanan ke Australia pekan ini menjadi penanda arah baru liga sepak bola Amerika. BBC Sport mencatat ini merupakan pertandingan NFL pertama di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus bagian dari agenda sembilan laga internasional pada 2026—sekaligus membentuk perjalanan terjauh yang pernah dijalani liga.

Jarak dari markas NFL di New York ke Melbourne mencapai sekitar 10.000 mil. Di stadion ikonik itu, pertandingan diproyeksikan menarik sekitar 100.000 penonton, dengan MCG menjadi panggung bagi Rams dan 49ers di lapangan oval yang lebih terbuka.

Kunjungan Komisaris NFL Roger Goodell ke MCG pada kunjungan pertamanya pada April lalu juga menjadi isyarat kuat mengenai posisi stadion tersebut. Dalam konteks itu, Goodell mengatakan arena itu “speaks to you” dan “this is the right place to be”.

Australia dan daya tarik jangka panjang NFL

Upaya NFL membangun basis penggemar di luar Amerika berjalan bertahap. Sejak 1995, tayangan pertandingan NFL sudah hadir di Australia, dan satu laga uji pramusim pernah digelar di Sydney pada 1999. Namun, minat lokal meningkat tajam sejak 2022 ketika liga menjadikan pertumbuhan sepak bola Amerika secara global sebagai prioritas strategi.

Alih-alih mengejar rencana waralaba di luar negeri, NFL memilih pendekatan memainkan lebih banyak pertandingan internasional. Liga juga menggelar berbagai acara sepanjang tahun untuk memperkuat fondasi penggemar di pasar baru, sambil menilai kelayakannya sebelum menentukan langkah berikutnya.

Partisipasi atlet Australia turut membantu menaikkan perhatian. Jordan Mailata (Philadelphia) dan Michael Dickson (Seattle) disebut mampu menarik imajinasi publik karena mereka bermain bersama dua pemenang Super Bowl terakhir. Dari sisi jumlah penggemar, menurut data liga, angka penggemar di Australia hampir dua kali lipat sejak 2022 menjadi 8,8 juta—mendekati satu dari tiga warga negara.

Pendorong lain yang dinilai penting adalah flag football, versi tanpa kontak fisik. NFL berperan besar dalam persetujuan flag football untuk debut di Olimpiade Los Angeles 2028, sekaligus memperluasnya dari 10 sekolah di Australia menjadi lebih dari 500. NFL juga menargetkan agar flag football memperoleh tempat di Brisbane 2032, dan Peter O’Reilly—eksekutif NFL—mengakui tujuan itu sebagai alasan kunci liga bermain di Australia.

Kenapa Melbourne yang dipilih?

Pemilihan Melbourne bukan sekadar kebetulan. Australia memang sejak lama berada dalam radar NFL sebagai negara yang sangat “haus olahraga”. Setelah melakukan uji coba logistik jarak jauh lewat perjalanan ke Brasil pada 2024 dan 2025, liga menilai mereka siap turun ke Australia.

Meski Sydney dan Perth ikut bersaing, Melbourne dipandang sebagai pusat olahraga nasional, sementara MCG disebut sebagai stadion terbesar di belahan selatan. Pada Februari 2025—bertepatan dengan pekan Super Bowl—kesepakatan untuk menggelar pertandingan diumumkan.

Ketika tiket mulai dijual pada April 2026, sebagian suporter sempat meluapkan kemarahan terkait harga tiket, tetapi penjualan tetap ludes dalam hitungan menit. Pemerintah negara bagian Victoria dilaporkan menanggung biaya hingga A$15 juta (setara ÂŁ8 juta) untuk hak menjadi tuan rumah, dengan harapan mendapat imbal hasil besar.

Pengukuran dampaknya juga pernah terlihat pada kasus Dublin. Dalam laporan yang sama, Dublin menikmati pengembalian investasi hingga sepuluh kali lipat setelah menjadi lokasi pertama NFL musim reguler mereka pada September lalu. Sekitar 50% tiket MCG diklaim dibeli oleh penggemar di luar Victoria atau dari luar negeri, sehingga sekitar 50.000 penonton diperkirakan mendatangi Melbourne pekan ini.

Lokasi “The G” yang berdekatan dengan Melbourne Park—rumah bagi Australian Open—juga disebut relevan untuk penyelenggaraan festival penggemar tiga hari. Festival itu dimulai dengan acara nonton bersama untuk pertandingan pembuka musim semalam.

Gelarannya bukan sekadar seremoni

NFL memutuskan pekan Super Bowl kali ini untuk mengumumkan 49ers akan menjadi lawan Rams di Melbourne. Keputusan itu memunculkan sorak dan perhatian baik di Australia maupun di California, karena rivalitas kedua tim berada dalam intensitas NFC West yang sangat ketat sekaligus melibatkan tim yang kerap menjadi kandidat Super Bowl.

Di luar statusnya sebagai lawan divisi, Rams juga menyedot perhatian besar karena langkah-langkah yang mereka ambil untuk musim ini. Dengan Super Bowl yang tahun ini berlangsung di Los Angeles, mereka disebut “all-in” untuk mengejar target besar.

Rams diketahui menukar pemain untuk memboyong bintang pertahanan Myles Garrett dan Trent McDuffie, yang memperkuat posisi mereka sebagai kandidat juara. Lalu, Aaron Donald—tiga kali pemain bertahan terbaik musim (defensive player of the year)—kembali dari masa pensiun, meski Aaron Donald berusia 35 tahun dan tidak melakukan perjalanan ke Australia. Namun, Garrett dan McDuffie tetap akan memulai debut mereka bersama Rams di MCG.

Sementara itu, 49ers menyiapkan sejumlah kembalian. Fred Warner, Nick Bosa, dan George Kittle dijadwalkan kembali dari cedera, sedangkan Mike Evans disebut membuat debutnya pada laga tersebut.

Pertandingan juga akan mendapat jangkauan global melalui siaran langsung di Netflix yang menjangkau lebih dari 200 negara, dengan Jonas Brothers tampil pada halftime show.

Logistik dan tantangan waktu

Aspek logistik menjadi ujian tersendiri. California terpaut sekitar 17 jam dari Melbourne, dengan waktu penerbangan kira-kira 16 jam. Jika melihat perbedaan itu, kick-off di Melbourne pada Jumat pukul 10.35 menjadi waktu Kamis malam di Amerika Serikat: pukul 17.35 di wilayah pantai barat dan pukul 20.35 di pantai timur.

Walau jadwal “pagi” bagi liga pada dasarnya jarang, kondisi ini justru dianggap masuk akal bagi penonton yang sudah terbiasa menonton kriket di MCG. Perbedaan waktu juga mengacaukan rutinitas harian kedua tim.

Pelatih 49ers Kyle Shanahan mengakui ia kesulitan mengingat hari apa saat menjelang pertandingan. Meski begitu, penempatan laga di pekan pertama musim menjadi keuntungan karena memberi kedua tim waktu terbaik untuk beradaptasi terhadap tuntutan perjalanan.

Pendekatan kedatangan pun berbeda. 49ers tiba di Melbourne pada Jumat pekan lalu, sedangkan Rams datang sehari sebelum pertandingan—seperti pola mereka pada musim sebelumnya saat menang nyaman atas Jacksonville Jaguars di Wembley.

Jejak yang ingin ditinggalkan NFL

NFL juga menyiapkan kelanjutan di Australia. Liga berkomitmen untuk menggelar satu pertandingan lagi di Melbourne dalam tiga tahun ke depan, dengan kemungkinan adanya pertandingan tambahan. Yang membedakan Australia dari negara tuan rumah lain, menurut laporan tersebut, adalah olahraga pembawa bola justru menjadi yang paling populer di sana.

BBC Sport mencatat semua tujuh pemain Australia yang bermain di NFL berasal dari beragam disiplin—rugby, bola basket, atau Australian rules football—yang berarti ada kumpulan atlet dengan keterampilan yang dapat dialihkan. NFL berjanji menyediakan perlengkapan flag football untuk setiap sekolah di Australia, sekaligus membuka akademi di Gold Coast untuk mengasah bakat, dengan harapan membangun jalur pemain internasional yang menargetkan Olimpiade maupun NFL.

Laga Rams vs 49ers di Melbourne pada akhirnya menjadi semacam uji coba sekaligus perpanjangan visi. NFL tidak hanya memindahkan pertandingan jarak jauh, melainkan juga menguji apakah minat yang tumbuh—termasuk lewat flag football dan atlet lokal—dapat terus berubah menjadi ekosistem penggemar yang bertahan lama.