jurnalistik.co.id – Dalam waktu kurang dari tiga tahun, BUMDes Manggala Karya Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berkembang dari usaha internet desa menjadi unit-unit yang menyentuh bidang pertanian dan penyediaan air minum. Perjalanan itu juga berbuah pada kontribusi untuk Pendapatan Asli Desa (PADes) serta terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga setempat.
BUMDes yang mulanya digerakkan oleh anak muda ini kini dinilai mampu memenuhi indikator BUMDes maju lewat laporan yang rapi serta peningkatan kesejahteraan pengurus. Sekretaris BUMDes Manggala Karya, Faisal Misbah (35), menjelaskan bahwa capaian tersebut tercermin dalam pembukuan tahunan dan dampaknya terhadap kesejahteraan internal organisasi.
“Kalau BUMDes Cendono ini tergolong BUMDes maju, sudah bisa PADes indikatornya terus laporan per tahun juga rapi, terus peningkatan kesejahteraan pengurus juga,” kata Faisal Misbah (35) kepada Kompas.com di Kudus, Rabu (29/7/2026).
Lima unit usaha dan perluasan sampai produksi pangan
Saat ini, BUMDes Manggala Karya memiliki lima unit usaha. Bidang-bidang tersebut bergerak dari penyediaan internet desa, penguatan ketahanan pangan, hingga penyediaan air minum bagi kebutuhan warga.
Faisal menyebut pada tahun berjalan BUMDes menambah beberapa usaha hingga totalnya menjadi lima unit. “Tahun ini banyak sekali, tambah ada tiga, jadi 5, ketahanan pangan hidroponik selada, jamur tiram, ikan nila PAM Desa,” katanya.
Untuk ketahanan pangan, pengembangan dilakukan lewat budidaya hidroponik selada dan jamur tiram. Selada hidroponik disebut mampu menghasilkan 500 kilogram (kg) per dua bulan. Sementara itu, jamur tiram yang dibudidayakan menghasilkan 900 kg dalam enam bulan terakhir.
Selain unit ketahanan pangan, BUMDes juga menjalankan usaha yang berhubungan dengan penyediaan air minum melalui PAM Desa. Dengan kombinasi unit internet, produksi pangan, dan layanan air, BUMDes berupaya menjaga ketersambungan kebutuhan dasar dan aktivitas ekonomi warga.
Di sektor internet desa, usaha tersebut tercatat menjadi salah satu yang paling menjanjikan. Hingga saat ini, jumlah pelanggan mencapai 200 kepala keluarga, sehingga keberadaan layanan memberi dampak langsung pada kegiatan sehari-hari masyarakat.
Dampak ekonomi dan kontribusi PADes
Keberhasilan BUMDes Manggala Karya tampak dari perkembangan pada tahun kedua operasionalnya. Pada periode tersebut, BUMDes menorehkan omzet puluhan juta dan mampu menyumbang PADes sebesar Rp 11 juta pada tahun 2025.
Berita Terkait
Faisal menilai pertumbuhan yang terjadi cukup signifikan dan terlihat dari kenaikan kontribusi serta kesejahteraan yang ikut meningkat. “Di tahun 2025 naik ribuan persen, jadi Rp 11 juta. Kesejahteraan pengurus juga meningkat, dari Rp 500.000 menjadi Rp 1 juta,” jelasnya.
Peningkatan kesejahteraan pengurus berjalan beriringan dengan bertambahnya aktivitas usaha BUMDes. Saat ini, BUMDes Manggala Karya diisi oleh lima pengurus dan memiliki enam karyawan, yang kemudian mendukung jalannya berbagai unit, mulai dari operasional internet hingga produksi pangan dan layanan air.
Dalam pengelolaan unit ketahanan pangan dan layanan lain, produksi yang terukur menjadi salah satu indikator kemajuan yang bisa dipantau dari waktu ke waktu. Kegiatan budidaya selada hidroponik yang berputar per dua bulan dan jamur tiram yang berjalan dalam rentang enam bulan membantu organisasi menjaga kesinambungan usaha.
Target PADes dan harapan ke depan
Faisal menyatakan pihaknya optimistis terhadap sejumlah bidang usaha yang tengah dikembangkan. Meski berbagai unit sudah berjalan, arah penguatan tetap diarahkan untuk meningkatkan kontribusi ke desa melalui PADes.
“Lima ini sudah berjalan, target PADes kita Rp 30 juta di tahun ini,” imbuhnya. Dengan target itu, BUMDes mencoba menempatkan internet desa, ketahanan pangan, serta PAM Desa sebagai mesin penggerak yang saling melengkapi.
Secara operasional, internet desa dipandang sebagai fondasi yang awalnya paling cepat menarik pemanfaatan dari masyarakat. Dari dukungan pelanggan sebanyak 200 kepala keluarga, BUMDes kemudian memperluas fokus ke aktivitas produksi pangan dan penyediaan air minum yang lebih dekat dengan kebutuhan harian warga.
Awal inisiatif hingga beroperasi penuh
Faisal juga menceritakan bahwa BUMDes Manggala Karya berangkat dari inisiatif pemuda setempat. Mereka melihat perkembangan BUMDes di wilayah lain sehingga terdorong untuk menghadirkan model usaha yang bisa memberi manfaat langsung untuk desa.
Pada 2023, Pemerintah Desa menyetujui rencana tersebut dan dilakukan penyertaan modal kurang lebih Rp 204 juta. Tahun berikutnya, penyertaan modal turun pada 2024 yang kemudian menandai BUMDes beroperasi penuh.
Sejak saat itu, BUMDes terus bergerak memperkuat unit-unit usahanya. Dengan pertumbuhan yang berlangsung dalam hitungan tahun, organisasi berhasil menunjukkan kontribusi PADes yang nyata dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.












