jurnalistik.co.id – Daihatsu memaparkan pendekatan yang berorientasi pada pengalaman konsumen, mulai dari tahap memiliki kendaraan, lalu menggunakannya, hingga saat mobil dijual kembali. Dalam paparan tersebut, Daihatsu merangkum kemudahan itu ke dalam tiga bagian: mudah punya, mudah pakai, dan mudah jual kembali.
Sales Operation Daihatsu Tri Mulyono menyampaikan konsep ini sebagai bagian dari upaya perusahaan menghadirkan proses yang lebih sederhana bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa kemudahan tidak berhenti pada saat pembelian, melainkan berlanjut sampai kendaraan digunakan dan kemudian dialihkan kepemilikannya.
Tri menyampaikan paparan itu di ICE BSD City belum lama ini. Ia menjelaskan, keberadaan dukungan di beberapa titik layanan menjadi fondasi agar konsumen dapat memperoleh informasi, mencoba produk, serta mendapatkan pendampingan yang relevan sebelum dan setelah membeli mobil.
Mudah Punya
Kemudahan pertama yang disoroti Daihatsu adalah saat konsumen ingin memiliki kendaraan merek tersebut. Tri menyebut konsep “mudah punya” didukung oleh jaringan layanan resmi yang tersebar luas di Indonesia.
Tri mengatakan, “Nah, yang pertama terkait dengan mudah punya, tentunya bagaimana untuk memiliki kendaraan Daihatsu. Daihatsu juga dengan pengalaman yang dimiliki memberikan segala kemudahan.” Pernyataan itu ia hubungkan dengan kesiapan outlet resmi agar calon konsumen dapat mencari informasi dan mencoba kendaraan.
Daihatsu, menurut Tri, memiliki 250 outlet resmi yang tersebar di 34 provinsi. Ia menilai, cakupan jaringan ini membantu masyarakat untuk mengetahui di mana mobil Daihatsu tersedia, sekaligus memberi ruang untuk mencoba kendaraannya.
Tri menambahkan bahwa perusahaan juga bekerja sama dengan berbagai pihak dalam value chain. Kolaborasi tersebut melibatkan lembaga pembiayaan dan perusahaan asuransi, sehingga tahapan kepemilikan mendapat dukungan yang lebih lengkap.
Dalam penjelasannya, Tri menyampaikan, “Selain itu, Daihatsu juga bersama dengan rekan-rekan value chain, lembaga pembiayaan, asuransi, juga memberikan banyak kemudahan, sehingga tentunya itu semakin membuat masyarakat juga dimudahkan untuk memiliki.”
Mudah Pakai
Berita Terkait
Setelah konsumen memiliki kendaraan, Daihatsu menempatkan kemudahan pada aspek penggunaan dan perawatan. Pada bagian ini, perusahaan menyoroti kesiapan layanan bengkel resmi serta dukungan layanan bergerak untuk menjangkau lokasi konsumen.
Tri menjelaskan Daihatsu memiliki 175 bengkel resmi yang tersebar di Indonesia. Ia menggambarkan jaringan ini sebagai bagian penting agar layanan perawatan tetap mudah diakses setelah kendaraan berada di tangan konsumen.
Ia juga menyinggung layanan Daihatsu Mobile Service yang memungkinkan teknisi melakukan pelayanan kendaraan langsung di lokasi konsumen. Tri menyatakan, jaringan tersebut didukung oleh lebih dari 300 unit Mobile Service.
Tri menyampaikan, “Kedua, selain setelah mudah punya adalah mudah pakai,” lalu menegaskan, “Mudah pakai ini yang sangat-sangat berasa sekali bahwa Daihatsu memiliki 175 bengkel resmi yang ada di seluruh Indonesia. Didukung oleh lebih dari 300 Daihatsu Mobile Service yang bisa melayani kendaraan konsumen.”
Selain bengkel resmi dan layanan mobile, Daihatsu juga menyebut keberadaan jaringan parts shop sebagai elemen yang berkontribusi pada kenyamanan penggunaan kendaraan. Dengan demikian, perusahaan menempatkan ketersediaan layanan pendukung sebagai bagian dari pengalaman yang ingin dirasakan konsumen selama memakai mobil.
Mudah Jual Kembali
Bagian terakhir dari konsep “kemudahan” yang diuraikan Daihatsu adalah saat konsumen memutuskan untuk menjual kembali mobilnya. Perusahaan menekankan bahwa proses pengalihan kepemilikan juga menjadi perhatian dalam rangkaian pengalaman konsumen, bukan hanya pada tahap awal pembelian.
Dalam paparan yang sama, Daihatsu menyatakan kemudahan tersebut mencakup tiga hal: mudah punya, mudah pakai, dan mudah jual kembali. Dengan kerangka itu, Daihatsu ingin memastikan bahwa urusan kendaraan ketika sudah digunakan pun tetap berjalan sesuai konsep pengalaman yang lebih mudah.
Melalui penyampaian ini, Daihatsu menunjukkan bahwa strategi dukungannya dibangun dari beberapa layanan yang saling terhubung. Outlet resmi, kerja sama dalam value chain, layanan bengkel resmi, Daihatsu Mobile Service, serta jaringan pendukung disebut menjadi pilar yang membentuk kesinambungan kemudahan sejak konsumen mulai memiliki hingga pada akhirnya menjual kembali.
Paparan Tri Mulyono memperjelas bahwa perusahaan memandang pengalaman konsumen sebagai rangkaian proses yang perlu dipermudah. Daihatsu, menurut penjelasan tersebut, berupaya membuat tiap tahap—kepemilikan, penggunaan, hingga jual kembali—dapat dijalani dengan dukungan layanan yang tersedia secara jelas dan terukur.












