Otomotif

Mitsubishi Fuso Pastikan Dukungan Penerapan BBN B50 oleh Pemerintah

×

Mitsubishi Fuso Pastikan Dukungan Penerapan BBN B50 oleh Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Mitsubishi Fuso Nyatakan Siap Gunakan B50

jurnalistik.co.id – Mitsubishi Fuso menyatakan siap mendukung rencana pemerintah memperluas penggunaan bahan bakar nabati B50 berbasis kelapa sawit hingga 50 persen untuk sektor transportasi.

Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan di GIIAS 2026 yang membahas roadmap penerapan B50. Salah satu penekanan yang muncul adalah kesiapan teknis dan pengujian sebelum bahan bakar terbarukan didistribusikan ke masyarakat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan perluasan penggunaan BBN berbasis kelapa sawit hingga B50 sebagai pilar strategis bagi kemandirian serta ketahanan energi nasional. Indonesia disebut menunjukkan sikap pionir secara global melalui penerapan campuran biodiesel 50 persen pada sektor transportasi.

Koordinator Pokja Pengujian Hilir Migas Kementerian ESDM, Cahyo Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa implementasi B50 tidak dilakukan secara instan. Pemerintah, menurutnya, memastikan kesiapan infrastruktur dan tahapan pengujian teknis yang matang terlebih dahulu sebelum B50 resmi didistribusikan.

“Motivasi utama dari perjalanan panjang implementasi B50 ini adalah ketahanan energi agar Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Cahyo di GIIAS 2026, Jumat (7/8/2026).

Cahyo menambahkan, formulasi B50 melalui proses panjang yang berawal dari penerapan B25 sejak tahun 2008. Ia juga menyebut B50 telah menjalani uji jalan sebelum diimplementasikan lebih luas pada kendaraan.

Untuk memastikan kesesuaian dengan mesin kendaraan masa kini, B50 disebut telah diuji dalam road test sejauh 40.000 kilometer pada kendaraan komersial bermuatan di atas 3,5 ton. Tahap tersebut menjadi bagian dari verifikasi teknis sebelum penggunaan diperluas.

Di sisi lain, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor resmi kendaraan niaga Mitsubishi Fuso di Indonesia menyatakan kesiapan mendukung rencana penerapan BBN B50. Dukungan tersebut juga dikaitkan dengan partisipasi lini produk dalam tahap pengujian.

Sales & Marketing Director PT KTB, Aji Jaya, menegaskan Mitsubishi Fuso ikut terlibat sejak tahap pengujian awal B50 melalui produk seperti Canter dan Fighter X yang berteknologi Euro 4. Ia menyebut Canter menjadi salah satu kendaraan yang menjalani uji jalan B50.

“Mitsubishi Fuso Canter terlibat langsung dalam uji jalan B50 sejauh 40.000 kilometer dan hasilnya berjalan lancar tanpa dampak negatif signifikan pada kendaraan,” kata Aji.

Aji menambahkan, seluruh lini produk Fuso sejak April 2022 telah mengadopsi standar Euro 4. Perusahaan juga menyiapkan langkah pendamping agar operasional armada konsumen tetap optimal dengan tujuan “Zero Downtime”.

Untuk menjaga kelancaran penggunaan armada, Mitsubishi Fuso menjalankan sosialisasi perawatan pencegahan melalui jaringan 223 diler di Indonesia. Pendekatan ini ditujukan agar tim di lapangan memiliki kesiapan prosedur perawatan yang konsisten.

Kesiapan teknis tersebut juga mendapat respons dari pelaku usaha transportasi. Direktur Utama PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GrahaTrans), Ronny Senjaya, menyampaikan bahwa transisi menuju B50 pada lebih dari 2.000 unit armada operasionalnya berlangsung mulus.

Ronny mengatakan, pengalihan ke B50 tidak menimbulkan kendala berarti terhadap mesin. Menurutnya, kunci utama berada pada edukasi dan pelatihan pencegahan yang dilakukan secara rutin.

“Kami merasakan dampak transisi ke B50 ini tidak ada kendala signifikan terhadap mesin. Kuncinya ada pada edukasi dan pelatihan pencegahan yang rutin diberikan pihak ATPM kepada tim mekanik kami,” ungkap Ronny.

Dalam sesi dialog tersebut, Mitsubishi Fuso dan pelaku industri berharap pemerintah melalui Kementerian ESDM terus memperketat pengawasan kualitas serta spesifikasi B50 di seluruh SPBU Indonesia. Pengawasan itu diharapkan menjaga produktivitas sektor logistik nasional, terutama pada jalur lintas provinsi seperti Sumatera.

Poin yang ditekankan berulang kali adalah pentingnya tahapan pengujian dan kesiapan infrastruktur sebelum implementasi diperluas. Dengan pendekatan bertahap, B50 diposisikan sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan energi dan kemandirian, sekaligus dukungan terhadap penggunaan biodiesel yang lebih luas pada kendaraan.

Di akhir forum, arah yang disepakati adalah agar seluruh pihak menjaga konsistensi standar dan prosedur, mulai dari pengujian awal hingga pengawalan kualitas. Harapannya, transisi B50 dapat berjalan terukur dan tetap memperhatikan kelancaran operasional armada di lapangan.