jurnalistik.co.id – Wuling Aira EV hadir dalam dua pilihan varian, yakni Standard Range dan Long Range. Di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, varian Long Range disebut lebih banyak dilirik konsumen.
Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, menjelaskan kecenderungan tersebut berkaitan dengan selisih harga yang dinilai tidak terlalu lebar dibanding perbedaan spesifikasinya. Ia menilai banyak pembeli cenderung memilih paket teratas karena “jaraknya” dengan varian di bawahnya relatif tipis.
“Long Range (lebih laris), beda (angka penjualan) tipis banget sih,” ujar Ricky, kepada Kompas.com (7/8/2026).
Menurutnya, pola permintaan tersebut juga menjadi kebiasaan untuk model baru, ketika varian atas biasanya lebih diminati dibanding varian di bawahnya. Ricky menambahkan, “(Karena) disparitas harganya tipis banget. Dan ini memang kebiasaan model baru, selalu yang diminati varian atasnya,” kata dia.
Secara harga, Wuling Aira EV Standard Range dibanderol Rp 155 juta, sedangkan Long Range dipasarkan dengan harga Rp 175 juta. Dengan demikian, konsumen membayar selisih Rp 20 juta untuk mendapatkan varian Long Range.
Perbedaan utama ada di kapasitas baterai dan jarak tempuh
Perbedaan paling menonjol di antara kedua varian terletak pada kapasitas baterai. Standard Range menggunakan baterai LFP 16,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 205 km dalam sekali pengisian daya.
Sementara itu, Long Range dibekali baterai LFP 25,1 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak lebih jauh, yakni hingga 301 km. Dengan klaim tersebut, Long Range menawarkan peningkatan jarak tempuh dibanding Standard Range.
Fitur kabin dan kemudahan pengoperasian di Long Range
Selain soal baterai, varian Long Range juga membawa sejumlah fitur yang tidak tersedia pada Standard Range. Salah satunya adalah head unit layar sentuh berukuran 10,1 inci yang menjadi pusat pengaturan berbagai fungsi kendaraan, termasuk sistem pendingin kabin.
Berita Terkait
Di sisi lain, Standard Range masih mengandalkan panel fisik untuk mengatur AC dan kecepatan kipas. Pendekatan ini membuat cara setelan di kabin terasa berbeda antara dua varian tersebut.
Long Range juga memperoleh tombol pengaturan AC yang terpasang di lingkar kemudi. Pada Standard Range, fitur tersebut tidak tersedia sehingga pengaturan cenderung dilakukan melalui panel yang ada.
Untuk aspek kemudahan penggunaan, Long Range sudah dibekali sistem keyless. Pengemudi cukup menginjak pedal rem untuk menyalakan kendaraan tanpa perlu menggunakan anak kunci.
Berbeda dengan Long Range, Standard Range masih menggunakan kunci konvensional. Perbedaan ini terlihat pada cara menyalakan mobil sejak awal sebelum kendaraan berjalan.
Hal lain yang turut dibedakan adalah sistem pengereman parkir. Long Range menggunakan Electronic Parking Brake (EPB), sedangkan Standard Range masih mengandalkan tuas rem parkir manual.
Kesamaan spesifikasi dasar pada Aira EV
Di luar perbedaan varian, keduanya memiliki sejumlah kesamaan. Misalnya, tata letak kabin, jok berbahan fabric, ruang penyimpanan, serta dua airbag yang tersedia pada kedua tipe.
Keduanya juga sama-sama menggunakan soket pengisian daya CCS2 yang mendukung fast charging. Dengan begitu, kebutuhan pengisian untuk masing-masing varian memiliki titik temu pada dukungan pengisian cepat.
Dari sisi ukuran, Aira EV memiliki panjang 3.268 mm, lebar 1.550 mm, dan tinggi 1.575 mm. Mobil ini juga memiliki empat pintu dan empat tempat duduk, berbeda dari Air EV yang menggunakan dua pintu dengan konfigurasi 2+2.
Dengan kombinasi selisih harga Rp 20 juta, baterai yang lebih besar, serta tambahan fitur seperti head unit layar 10,1 inci, tombol AC di setir, keyless, dan EPB, varian Long Range menjadi opsi yang lebih “melengkapi” bagi konsumen yang menginginkan kenyamanan dan jarak tempuh lebih panjang.












