Hukum & Kriminal

Pangeran Harry Kalah Gugatan Privasi di High Court atas Daily Mail

×

Pangeran Harry Kalah Gugatan Privasi di High Court atas Daily Mail

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Prince Harry loses High Court privacy case against Daily Mail publisher

jurnalistik.co.id – Pangeran Harry bersama enam penggugat lain akhirnya kalah dalam gugatan privasi di High Court terhadap penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday. Hakim Mr Justice Nicklin menilai para penggugat tidak berhasil membuktikan tuduhan bahwa informasi dikumpulkan dengan cara melanggar privasi.

Dalam putusannya, Mr Justice Nicklin menyatakan klaim para penggugat gagal memenuhi standar pembuktian yang diperlukan. Ia menyimpulkan tuduhan terkait pengumpulan informasi yang dinilai tidak sah membutuhkan bukti yang lebih meyakinkan, bukan sekadar kecurigaan.

Perkara ini diajukan Prince Harry terhadap Associated Newspapers, perusahaan yang menerbitkan Daily Mail dan Mail on Sunday, bersama sejumlah figur publik lain. Mereka menuduh grup media menggunakan metode tidak sah untuk memperoleh informasi bagi sejumlah pemberitaan, sementara Associated Newspapers membantah tuduhan tersebut secara tegas.

Mr Justice Nicklin juga tidak membuat kesimpulan apakah praktik pengumpulan informasi yang kemudian dikenal sebagai “unlawful information gathering” berlangsung secara luas dan berulang di Associated Newspapers. Sebaliknya, ia menilai setiap gugatan berdasarkan pokoknya masing-masing.

Hakim menyatakan ia menerima penjelasan yang diberikan para jurnalis Associated Newspapers yang terlibat. Penjelasan itu, menurut pengadilan, memberikan dasar yang sah terkait sumber dari artikel dan insiden yang dipermasalahkan.

Selain itu, pengadilan menilai para penggugat tidak mampu membuktikan bahwa tiga eksekutif senior Associated Newspapers—mantan editor Paul Dacre dan Peter Wright, serta pengacara senior perusahaan Elizabeth Hartley—berbohong dalam kesaksian mereka kepada Leveson Inquiry. Dalam kesaksian tersebut, ketiganya menyatakan tidak ada aktivitas melanggar hukum di Daily Mail dan Mail on Sunday.

Judul putusan setebal 436 halaman itu memeriksa satu per satu dugaan pelanggaran privasi yang dibawa ke persidangan. Dalam banyak bagian, hakim mencatat adanya kecurigaan mengenai cara informasi didapat para jurnalis, namun ia tetap menegaskan bahwa kecurigaan tidak otomatis sama dengan pembuktian.

Salah satu contoh yang dibahas adalah artikel yang ditulis Royal Editor Daily Mail pada 2013, yang menyebut Prince Harry akan merayakan Malam Tahun Baru secara kesepian tanpa pacarnya saat itu, Cressida Bonas. Dalam gugatan, disebutkan bahwa seorang jurnalis lepas diminta untuk “blag” detail perjalanan Ms Bonas.

Prince Harry, dalam pernyataan saksi, menggambarkan situasi itu sebagai “creepy” dan menyatakan ia tidak memahami bagaimana koran tersebut dapat mengetahui informasi tentang keberadaan terpisah pasangan itu. Meski begitu, hakim menilai pembuktian hukum tetap tidak terpenuhi.

Mr Justice Nicklin menuliskan: “I accept that he found the article intrusive and was genuinely concerned by how journalists appeared to know private information concerning his relationships. But suspicion, even understandable suspicion, is not proof.”

Selama proses persidangan, puluhan orang memberikan kesaksian. Selain Prince Harry dan penggugat lain, banyak jurnalis serta eksekutif Associated Newspapers yang masih menjabat maupun yang pernah bekerja di perusahaan ikut hadir untuk membantah adanya aktivitas ilegal.

Di awal tahun persidangan, Prince Harry terlihat emosional ketika berbicara mengenai dampak pemberitaan terhadap dirinya dan orang-orang terdekatnya. Ia menyatakan Associated Newspapers telah menjadikan hidup istrinya, Duchess of Sussex, “an absolute misery”.

Para penggugat lain dalam perkara ini mencakup aktris Elizabeth Hurley dan Sadie Frost, penyanyi Sir Elton John beserta David Furnish, mantan menteri Liberal Democrat Sir Simon Hughes, serta Baroness Doreen Lawrence yang juga merupakan ibu Stephen Lawrence—korban pembunuhan yang terjadi pada 1993.

Dalam persidangan, Hurley dikatakan sampai menangis ketika mendeskripsikan pengaruh pemberitaan terkait sengketa ayah biologis putranya dengan pengusaha asal Amerika, Steve Bing. Sementara itu, Prince Harry terbang ke lokasi persidangan untuk memberi keterangan langsung, dengan menegaskan bahwa ada 14 artikel yang menurutnya ditulis dengan menggunakan informasi yang didapat secara tidak sah.

Adapun klaim Sadie Frost mencakup 11 artikel, termasuk draf cerita yang membahas kehamilan ektopik yang dialaminya. Baroness Lawrence menuduh adanya lima artikel yang bergantung pada informasi yang menurutnya “stolen”, sekaligus menyinggung penyelidikan atas pembunuhan putranya.

Pihak pengacara bagi Sir Elton John dan David Furnish, David Sherborne, menyampaikan bahwa rincian mengenai kelahiran anak pengganti dipublikasikan—termasuk akta kelahiran—padahal pasangan tersebut belum menerima salinan mereka sendiri. Untuk Sir Simon, pengacara menyebut bahwa Mail “prepared to exploit his sexuality”, sekaligus mengutip momen pada 2006 ketika Hughes “outed on the front page of the Sun”.

Associated Newspapers membantah seluruh tuduhan dalam perkara tersebut.

Setelah putusan dibacakan, juru bicara Associated Newspapers menyampaikan bahwa pengadilan “cleared the Daily Mail and the Mail on Sunday, and dismissed every single one of the 97 allegations made by the claimants.” Ia menambahkan bahwa dalam setiap kasus, hakim menerima kejujuran keterangan para jurnalis terkait cara mereka memperoleh bahan pemberitaan.

Juru bicara tersebut juga menyatakan, “This is a magnificent vindication of the Daily Mail’s journalism.” Perusahaan menambahkan bahwa proses gugatan telah “wasted so much valuable court time and more than ÂŁ50m in legal costs”.

Paul Dacre, editor-in-chief Associated Newspapers dan mantan editor Daily Mail, menyebut langkah hukum itu “trumped-up” dan mengatakan gugatan tersebut “should never have been brought to trial”.

Pengadilan juga diperkirakan akan menggelar sidang lanjutan selama dua hari, yang dimulai pada 29 Juli.

Putusan ini disebut sebagai bagian dari rangkaian pertempuran di pengadilan yang ditempuh Prince Harry terhadap praktik pers yang dinilainya tidak jujur. Pada 2023, ia memenangkan 15 gugatan terkait tuduhan pengumpulan informasi ilegal dalam perkara melawan Mirror Group Newspapers. Tahun lalu, penerbit The Sun setuju membayar “substantial damages” dan meminta maaf kepada sang duke untuk menyelesaikan sengketa panjang yang berkaitan dengan tuduhan gangguan tidak sah terhadap kehidupannya.

Di hari yang sama, putusan tersebut bertepatan dengan dimulainya pekan kegiatan Prince Harry di Inggris. Jadwal dimulai dengan acara di London untuk Invictus Games, yaitu yayasan yang ia kelola bagi para veteran militer yang mengalami cedera.