Politik & Parlemen

Konstituen Clacton menilai pengunduran diri Nigel Farage: di antara frustrasi dan dukungan

×

Konstituen Clacton menilai pengunduran diri Nigel Farage: di antara frustrasi dan dukungan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: What do Farage's Clacton constituents think of his resignation?

jurnalistik.co.id – Pengunduran diri Nigel Farage sebagai anggota parlemen lokalnya memunculkan reaksi yang beragam dari warga di wilayah Clacton. Di sejumlah percakapan yang dikumpulkan BBC Essex, sebagian orang mengaku frustrasi, sementara yang lain menyatakan dukungan dan berharap Farage tetap kembali bersaing.

Farage memicu penyelenggaraan pemilihan sela lebih awal, dan ia berjanji akan maju lagi untuk merebut kembali kursi Clacton yang kini lowong. Keputusan itu datang di tengah polemik pendanaan, setelah Sunday Times melaporkan bahwa ia tidak mendeklarasikan manfaat tertentu serta muncul pertanyaan soal pemberian senilai £5m.

Upaya meracuni suasana versus harapan untuk perubahan

Graham Smith, yang berbicara di Connaught Avenue, Frinton, mengatakan sebagian pihak berusaha mengubah atmosfer politik. Ia menilai upaya itu terlihat melalui kalimat: “Everybody who can is trying to ‘poison’ the political atmosphere against him”.

Smith juga mengaitkan penilaian sikap politik dengan praktik di masa lalu. Ia menyebut: “I think he’s a breath of fresh air in politics and I really don’t care if he’s got six houses, after all that’s gone on in the Labour party and the Tory party in the past.”

Sikap serupa muncul dari Memmzy Ozy, seorang penata rambut di Frinton. Ia menyatakan kepercayaan tanpa banyak syarat: “He’s alright, you know. I trust Nigel. Hopefully he’ll be the winner.”

Ozy menambahkan bahwa ia sepakat dengan kebijakan Farage terkait isu imigrasi ilegal. Ia mengekspresikan dukungan itu dengan merujuk pada gagasan pengendalian yang menurutnya sejalan dengan arah kebijakan Farage.

Perhitungan ulang dukungan politik dan rasa tidak percaya

Namun, tidak semua warga memandang pengunduran diri itu sebagai tanda yang bisa segera diterima. Dean Gardiner, pemilik toko sepatu di Connaught Avenue, menilai pemilihan sela dapat menjadi “uji publik” yang lebih jelas. Ia mengatakan: “Perhaps [the by-election] will straighten things out and the public will either show their support or they won’t.”

Gardiner mengaku ia sendiri cenderung akan tetap memilih Farage. Ia menambahkan: “I think more people will vote for him, I certainly will.”

Di sisi lain, Frankie Ashworth, perempuan 18 tahun dari Clacton, menyatakan penolakannya dengan tegas. Ia mengatakan ia tidak ingin keluarganya melihat masa depan politik dengan Farage di kursi publik: “I don’t really want my child to grow up in a country with Nigel Farage being a politician.”

Ashworth juga menilai masyarakat tidak seharusnya membuat pilihan yang menurutnya keliru. Ia berharap: “I hope the local people aren’t stupid enough to vote him back in and no, I definitely won’t be voting for him.”

Denise Webb, 61 tahun, yang bekerja sebagai support worker, mengambil posisi yang lebih keras. Ia menuduh Farage memiliki cara pandang yang tidak layak diwakili, dengan menyebut ia “biased”, “negative” dan “not a very nice man”.

Webb menilai pendekatan Farage untuk mengeluarkan “illegal immigrants” tidak realistis dan menimbulkan konsekuensi yang tidak dijawab. Ia berkata: “His idea of getting [illegal immigrants] out is not going to work because who’s going to fill all of those places? ”

Ia lalu mengimbau pemilih untuk meninjau kembali keputusan yang akan diambil. Ia mengatakan: “I hope that people will actually look at what they’re voting for this time.”

Janji, hasil, dan pertanyaan tentang makna pemilihan sela

Pendapat juga datang dari penelepon ke BBC Essex. Mark, warga Jaywick, mengeluhkan pola “janji” yang ia anggap berulang. Ia berkata: “All we hear all the time is promises, promises, promises. They get elected, they get placed in Parliament… And nothing ever happens.”

Mark menegaskan bahwa ia memantau langsung tanpa melihat perubahan berarti. Ia menambahkan: “We watched this space, we live in this space and he hasn’t done nothing.”

Seorang warga Clacton-on-Sea bernama Ted menyampaikan sikap yang lebih ambivalen. Ia mengaku menyukai sosok Farage, tetapi mempertanyakan alasan memilih lagi. Ia berkata: “I quite like the bloke, but if he’s going to do what he’s done now [again], you think what’s the point of voting him in again?”

Ted bahkan menilai pemilihan itu bisa berubah menjadi kontes popularitas. Ia menambahkan: “He questioned if it was a popularity contest for Farage, adding: ‘It’s just a very, very strange decision.’”

Biaya pemilihan sela

Selain pandangan politik warga, ada pula penjelasan soal biaya pemilihan sela. Seorang juru bicara Tendring District Council mengonfirmasi bahwa Farage menawarkan untuk menanggung biaya pemilihan sela.

Meski demikian, mereka menambahkan bahwa biaya pemilihan umum (termasuk pemilihan sela parlemen) dicakup oleh pemerintah pusat. Karena itu, urusan biaya dijelaskan sebagai “a matter for them”.

Dengan pemilihan sela yang sudah di depan mata, suasana di Clacton mencerminkan tarik-menarik yang jelas: ada yang memandang Farage sebagai sosok yang perlu terus diberi panggung, namun ada juga yang merasa kekecewaan belum berakhir dan memilih untuk mempertanyakan pilihan yang sama sekali lagi.