jurnalistik.co.id – Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., menghadiri undangan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam kegiatan peninjauan kesiapan venue Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang akan digelar di Provinsi Gorontalo. Rabu (17/6/2026), rombongan berangkat untuk memastikan seluruh kebutuhan pendukung agenda nasional tersebut dalam kondisi siap digunakan.
Kegiatan peninjauan diawali dengan titik kumpul di Rumah Dinas Bupati Gorontalo. Setelah itu, rombongan bergerak menuju sejumlah lokasi yang akan digunakan sebagai venue pelaksanaan PENAS XVII.
Kapolda Gorontalo tampak didampingi Karo Ops Polda Gorontalo selama rangkaian pemeriksaan berlangsung. Kehadiran unsur pendukung tersebut menjadi bagian dari upaya penataan aspek teknis yang dibutuhkan sebelum pelaksanaan acara dimulai.
Fokus pemeriksaan sarana, akses, dan aspek teknis
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung di setiap lokasi. Selain itu, pemeriksaan juga menekankan aksesibilitas lokasi agar pergerakan pihak-pihak yang terlibat nantinya dapat berlangsung lancar.
Pemeriksaan turut mencakup berbagai aspek teknis lainnya yang diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan agenda nasional. Dengan cara ini, persiapan dapat disesuaikan lebih awal sesuai kebutuhan di lapangan.
Dalam agenda PENAS Petani Nelayan XVII, rangkaian kegiatan dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan yang akan dihadiri peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Karena itu, kesiapan venue menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana.
Melalui peninjauan lapangan, pihak terkait dapat memetakan kebutuhan yang masih perlu penajaman. Hasil pemeriksaan kemudian diharapkan membantu memastikan setiap lokasi benar-benar siap operasional sesuai standar penyelenggaraan.
Komitmen pengamanan dan pengaturan lalu lintas
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Gorontalo menyampaikan komitmen Polda Gorontalo untuk mendukung penuh penyelenggaraan PENAS XVII. Dukungan tersebut diarahkan, khususnya pada aspek pengamanan serta pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Menurut Kapolda, fokus pengamanan dan pengaturan lalu lintas diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Upaya tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga kelancaran arus pergerakan di sekitar area venue.
Kapolda menegaskan pentingnya sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah dalam mempersiapkan kebutuhan acara. Hal ini menjadi dasar kerja bersama agar pelaksanaan agenda nasional berjalan efektif sejak tahap awal persiapan.
“Polda Gorontalo siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh pihak terkait dalam mendukung suksesnya penyelenggaraan PENAS XVII. Kegiatan peninjauan ini penting untuk memetakan berbagai kebutuhan pengamanan dan memastikan seluruh venue siap digunakan,” ujar Kapolda.
Kalimat tersebut menegaskan bahwa peninjauan bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial, melainkan bagian dari langkah strategis memastikan kesiapan di lapangan. Pemantauan dilakukan agar kebutuhan pengamanan dapat diidentifikasi lebih rinci sejak awal.
Harapan agar persiapan dimatangkan secara optimal
Dari peninjauan lapangan yang dilakukan bersama pihak terkait, diharapkan seluruh persiapan dapat dimatangkan secara optimal. Dengan pemetaan kebutuhan yang dilakukan sejak tahap awal, proses penguatan kesiapan venue diharapkan berjalan lebih terarah.
Provinsi Gorontalo, melalui penyelenggaraan agenda PENAS Petani Nelayan XVII, diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang baik dan sukses. Upaya persiapan yang dilakukan mencakup aspek sarana prasarana, aksesibilitas, hingga perhatian terhadap aspek teknis penyelenggaraan.
Langkah peninjauan yang melibatkan Kapolda Gorontalo dan jajaran terkait juga menunjukkan perhatian terhadap kelancaran pelaksanaan agenda nasional. Tahapan ini menjadi fondasi penting agar kegiatan dapat terselenggara dengan keamanan yang terjaga dan ketertiban yang optimal.
Dengan demikian, peninjauan kesiapan venue PENAS XVII pada Rabu (17/6/2026) menjadi bagian dari persiapan yang lebih menyeluruh. Pemeriksaan yang dilakukan di sejumlah lokasi diharapkan memastikan kesiapan venue siap digunakan pada saat rangkaian kegiatan berlangsung.












