Hukum & Kriminal

Patroli Pasar Tradisional dalam Operasi Pekat 2026, Warga Merasa Aman

0
×

Patroli Pasar Tradisional dalam Operasi Pekat 2026, Warga Merasa Aman

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Operasi Pekat 2026: Patroli Pasar Tradisional, Warga Merasa Lebih Aman

jurnalistik.co.id – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, Tim UKL II Operasi Pekat Otanaha I Polda Gorontalo melaksanakan patroli di Pasar Tradisional Sabtu Andalas, Kota Gorontalo, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Kehadiran personel di ruang publik yang ramai aktivitas jual beli itu menjadi bagian dari langkah preventif Polri untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Pasar tradisional memang menjadi salah satu titik keramaian yang setiap hari dipenuhi pedagang dan pengunjung. Pada lokasi seperti ini, potensi kerawanan bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari aksi pencopetan, peredaran barang ilegal, hingga praktik premanisme yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

Karena itu, patroli yang dilakukan personel Polri di Pasar Tradisional Sabtu Andalas diarahkan untuk meminimalisir potensi gangguan kamtibmas sejak dini. Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berlangsung normal tanpa rasa khawatir berlebihan.

Patroli dialogis bersama pedagang dan pengunjung

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli dialogis dengan menyambangi pedagang dan pengunjung pasar. Pendekatan ini membuat petugas dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat, sekaligus memantau kondisi keamanan di sekitar lokasi secara lebih dekat dan menyeluruh.

Melalui patroli dialogis tersebut, petugas juga memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Warga diminta segera melapor apabila menemukan hal-hal mencurigakan, sehingga potensi gangguan dapat direspons lebih cepat sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Upaya seperti ini menjadi penting karena pasar tradisional tidak hanya menjadi tempat transaksi ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial dengan mobilitas yang cukup tinggi. Di tengah keramaian seperti itu, kehadiran aparat memberi tanda bahwa pengawasan tetap berjalan dan situasi lapangan terus diperhatikan.

Langkah preventif yang dilakukan Tim UKL II Operasi Pekat Otanaha I juga menunjukkan bahwa keamanan di area publik tidak semata bergantung pada penindakan setelah kejadian. Pengawasan rutin, sambang langsung, dan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian dari cara menjaga agar potensi gangguan tidak dibiarkan muncul tanpa kontrol.

Sasaran Operasi Pekat Otanaha I 2026

Kegiatan di pasar ini juga merupakan bagian dari sasaran Operasi Pekat Otanaha I – 2026, yang fokus pada penindakan kejahatan jalanan seperti premanisme dan pencurian, serta potensi gangguan lainnya yang dapat meresahkan masyarakat. Dengan sasaran yang jelas, operasi ini diarahkan untuk menjangkau titik-titik yang dianggap rawan dan membutuhkan kehadiran polisi secara langsung.

Selain itu, operasi ini turut menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat seperti perjudian, peredaran miras ilegal, narkoba, hingga potensi tawuran dan aktivitas geng motor yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Seluruh sasaran tersebut menunjukkan bahwa pengamanan yang dilakukan tidak terbatas pada satu jenis pelanggaran, melainkan mencakup berbagai potensi gangguan yang dapat muncul di tengah masyarakat.

Dalam konteks itu, patroli di pasar menjadi salah satu bentuk kehadiran negara yang terasa langsung oleh warga. Masyarakat dapat beraktivitas, berdagang, dan berbelanja dengan suasana yang lebih tertib, sementara aparat tetap melakukan pemantauan terhadap situasi yang berkembang di lapangan.

Ka UKL II Ops Pekat Otanaha I IPTU Ridlwansyah P. H. Harun, S.H. menyampaikan bahwa patroli pasar akan terus dilakukan secara rutin. Menurut dia, kehadiran polisi di lokasi seperti pasar menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus menekan berbagai potensi gangguan kamtibmas.

“Kami hadir untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar, sekaligus menekan berbagai potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa patroli yang dilakukan bukan kegiatan sesaat, melainkan bagian dari pola pengamanan yang berkelanjutan. Dengan patroli rutin, personel diharapkan bisa terus memantau kondisi, memberi rasa tenang kepada warga, dan menjaga ruang publik tetap kondusif.

Di sisi lain, kehadiran aparat di pasar tradisional juga memberi pesan pencegahan kepada pihak-pihak yang berpotensi melakukan pelanggaran. Ketika pengawasan dilakukan secara nyata di lapangan, ruang bagi tindakan yang merugikan masyarakat akan semakin sempit, sehingga ketertiban dapat dijaga lebih baik.

Melalui patroli ini, Polda Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama pada lokasi-lokasi yang memiliki kerawanan tinggi. Upaya tersebut menjadi bagian dari kerja menjaga kamtibmas agar aktivitas warga tetap berjalan aman, tertib, dan lancar.