Peristiwa

Pemadaman Listrik di Bekasi Ganggu Pekerja WFH, Warga: “Saya Sulit Kirim Naskah”

×

Pemadaman Listrik di Bekasi Ganggu Pekerja WFH, Warga: “Saya Sulit Kirim Naskah”

Sebarkan artikel ini
Pemadaman Listrik di Bekasi Ganggu Pekerja WFH, Warga: Saya Sulit Kirim Naskah News 19 Juni 2026
Ilustrasi: Pemadaman Listrik di Bekasi Ganggu Pekerja WFH, Warga: Saya Sulit Kirim Naskah

jurnalistik.co.id – Warga di Kota dan Kabupaten Bekasi mulai mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali. Gangguan pasokan listrik itu tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak pada pekerjaan warga yang bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Abdullah (38), seorang editor naskah yang bekerja dari rumah di Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mengatakan pemadaman listrik membuatnya kesulitan menyelesaikan pekerjaan. Ia menyebut, dalam sepekan terakhir listrik di rumahnya sudah padam sebanyak dua kali dengan rentang waktu sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.30 WIB.

Menurut Abdullah, momen padam tersebut menjadi kendala karena ada kebutuhan pengiriman naskah yang harus dilakukan segera. “Menyulitkan naskah yang harus dikirim saat itu juga. Sedangkan saya biasa pakai jaringan wifi di rumah,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan, Jumat (19/6/2026).

Di tempat yang sama-sama bekerja dari rumah, gangguan listrik juga terasa langsung pada perangkat yang menunjang pekerjaan. Saat pasokan listrik terputus, sambungan internet yang digunakan untuk bekerja ikut terganggu, sehingga proses penyelesaian dan pengiriman naskah tidak berjalan sesuai jadwal.

Dampak pada kebutuhan dasar di rumah

Selain menghambat kerja, Abdullah menilai pemadaman listrik ikut memengaruhi kebutuhan dasar di rumahnya. Ia mengatakan, ketika listrik padam, toren air di rumahnya kebetulan sedang dalam kondisi kosong.

“Kebetulan toren juga lagi kosong. Kalau begini terpaksa beli air bersih untuk mandi karena kepepet,” kata Abdullah. Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut membuat keluarganya harus segera menyesuaikan dengan kebutuhan harian meski gangguan listrik datang berulang.

Abdullah juga menekankan bahwa persoalan utama yang ia rasakan bukan semata pemadaman, tetapi minimnya informasi yang diterima warga sebelum gangguan terjadi. “Kaga ada pemberitahuan sama sekali. Untung ponsel sama laptop penuh baterainya. Kalau enggak, gimana bisa kerja,” ucapnya.

Keluhan serupa dari warga lain

Keluhan serupa disampaikan Mochamad Yakub, warga Perumahan Pondok Babelan Indah, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Ia mengaku wilayah tempat tinggalnya mengalami pemadaman listrik sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan terakhir.

Menurut Yakub, dampak pemadaman terasa semakin berat karena terjadi saat musim kemarau. “Musim kemarau ini mati lampu kendalanya ya panas kalau siang. Kebetulan tempat saya pemadaman itu siang sama malam,” jelasnya.

Ia juga menyebut pemadaman membuat berbagai perangkat elektronik di rumah tidak dapat digunakan. Dalam kondisi seperti itu, pekerjaan dan aktivitas harian ikut terhenti, sementara warga harus menunggu pasokan listrik kembali normal.

Sejumlah warga kemudian berharap ada informasi yang lebih jelas sebelum gangguan terjadi, agar mereka bisa menyiapkan kebutuhan kerja maupun kebutuhan rumah tangga. Di tengah situasi yang terjadi siang maupun malam, mereka menilai ketidaksiapan tanpa pemberitahuan membuat gangguan terasa lebih besar.

Abdullah menambahkan bahwa saat listrik padam, proses penulisan dan pengiriman naskah yang biasanya dapat dikerjakan secara bertahap menjadi harus ditunda. Ia juga merasa waktu jeda ketika aliran listrik kembali normal menentukan kelancaran pekerjaan hari itu.

Senada, Yakub menilai gangguan yang datang berulang membuat warga sulit memperkirakan kapan peralatan rumah tangga dan perangkat kerja bisa digunakan kembali. Karena itu, pekerjaan maupun urusan harian yang bergantung pada listrik cenderung berhenti di tengah aktivitas, lalu mulai lagi saat pasokan kembali stabil.

Baik Abdullah maupun Yakub berharap ada kejelasan informasi sebelum pemadaman berlangsung, terutama ketika gangguan terjadi pada siang maupun malam. Dengan adanya pemberitahuan, warga dapat menyesuaikan pola kerja dari rumah, menyiapkan kebutuhan perangkat, serta mengantisipasi kebutuhan dasar di rumah agar tidak terlalu menyulitkan.