Daerah

Pemangkasan Dana Desa Dorong Patungan Rp10 Juta Perbaiki Tebing Jalan Produksi 50 Meter

×

Pemangkasan Dana Desa Dorong Patungan Rp10 Juta Perbaiki Tebing Jalan Produksi 50 Meter

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Patungan hingga Rp 10 Juta, Petani Bengkulu Gotong Royong Perbaiki Jalan Produksi Rusak Berat

jurnalistik.co.id – Sebanyak 30 petani di Desa Pagar Jati, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah, gotong royong memperbaiki jalan produksi pertanian yang rusak berat. Perbaikan itu dilakukan secara swadaya setelah kondisi jalan, khususnya di bagian tebing, menyulitkan aktivitas panen dan pengangkutan hasil.

Petani yang terlibat berasal dari kelompok komoditas sawit, karet, dan kopi. Mereka bergabung dalam Kelompok Tani Perumahan 25 Lagan, Desa Pagar Jati, dengan jumlah anggota 30 orang.

Ketua aktivitas swadaya, Susan Tri Jaya, menjelaskan bahwa partisipasi petani dihimpun melalui sumbangan sukarela. Ia menyampaikan, “Kami ini tergabung dalam Kelompok Tani Perumahan 25 Lagan, Desa Pagar Jati, Kecamatan Semidang Lagan, Bengkulu Tengah, anggota 30 orang. Petani sawit , karet, kopi. Sumbangan sukarela Rp 100 hingga Rp 500 ribu. Total terkumpul 10 juta untuk pengecoran tebing sepanjang 50 meter,” kata Susan Tri Jaya, salah seorang petani, Rabu (8/7/2026).

Menurut Susan, tebing sepanjang 50 meter menjadi titik yang paling menghambat mobilitas petani. Saat musim hujan, jalan tebing berlumpur sehingga proses membawa hasil panen menjadi lebih sulit dan membutuhkan upaya ekstra.

Ia juga menuturkan bahwa perbaikan diputuskan setelah petani menghadapi masalah yang berulang selama jalan rusak. Susan menyatakan, “Karena menjadi masalah, petani bersepakat memperbaiki swadaya. Konsultasi dengan desa sudah dilakukan, tetapi desa juga mengalami persoalan pendanaan karena banyak anggaran desa terpangkas,” ucap Susan.

Selama kondisi jalan tersebut berlangsung, petani mengalami kerugian karena hasil panen tidak bisa segera terangkut. Terlebih pada musim hujan, gangguan akses membuat distribusi tertunda, hingga buah sawit dapat membusuk.

Inisiatif petani itu mendapat respons dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Pagar Jati, Parizal, mengatakan langkah warga layak diapresiasi karena menjadi bentuk kepedulian ketika pembangunan jalan tak lagi sekuat sebelum pemotongan anggaran.

Parizal menjelaskan bahwa jalan yang diperbaiki merupakan jalan desa dengan total panjang 3 kilometer. Ia menyebut, sebelum dana desa dipangkas, perbaikan dilakukan bertahap, dan sekitar 1,5 kilometer sudah dicicil melalui dana desa.

“Total panjang jalan itu 3 kilometer, sudah 1,5 kilometer kami cicil perbaiki melalui dana desa. Lalu, tahun ini dana desa dipangkas hingga 58 persen, maka desa tidak ada lagi dana untuk membangunnya,” ucap Parizal.

Menurut Parizal, pemangkasan dana desa yang dialami desa mencapai 58 persen atau setara Rp 400 juta. Ia menyampaikan dampaknya pada kemampuan desa membiayai pekerjaan fisik, termasuk pembangunan jalan.

Ia menambahkan, “Saat ini setelah dipangkas Rp 400 juta, dana desa yang kami terima hanya Rp 263 juta. Tahun ini kami hanya bisa bangun jalan Rp 60 juta di Dusun I. Jadi, kami berharap tahun depan mungkin saja ada penambahan dana desa,” ungkap dia.

Parizal berharap pemerintah pusat tidak mengambil langkah secara sepihak yang langsung merugikan masyarakat. Ia menegaskan, desa sebenarnya tidak menolak program pemerintah pusat, melainkan menyampaikan kebutuhan agar kebijakan penyesuaian dana desa dikaji ulang karena keterkaitannya dengan agenda pembangunan.

“Kami bukan tidak mendukung program pemerintah pusat dengan mengurangi dana desa. Kami juga sudah memiliki hasil musyawarah desa bersama terkait penggunaan dana desa, seperti perbaikan jalan, jembatan, dan lainnya,” ucapnya.

Ia juga menyatakan bahwa proses musyawarah desa menjadi pegangan dalam pemanfaatan anggaran, namun hasilnya tetap bergantung pada besaran dana desa yang diterima. “Kami masyarakat sangat bergantung pada dana desa untuk pembangunan fisik dan nonfisik di desa,” demikian Parizal.

Bagi Susan dan rekan petani, perbaikan tebing jalan produksi sepanjang 50 meter menjadi jawaban cepat untuk menjaga kelancaran kerja tani. Dengan total terkumpul Rp 10 juta dari sumbangan sukarela petani berkisar Rp 100 hingga Rp 500 ribu, pengecoran dilakukan agar akses pengangkutan hasil panen kembali lebih memungkinkan, terutama ketika hujan datang dan jalan sebelumnya berubah menjadi berlumpur.