Hukum & Kriminal

Wamenham Mugiyanto Janji Upaya Pemulihan untuk Keluarga Ibu Hamil Korban Tertembak di Papua

×

Wamenham Mugiyanto Janji Upaya Pemulihan untuk Keluarga Ibu Hamil Korban Tertembak di Papua

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wamenham Janji Beri Pemulihan Keluarga Korban Ibu Hamil yang Tewas Tertembak di Papua

jurnalistik.co.id – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamenham) Mugiyanto menyatakan komitmennya untuk mengupayakan pemulihan bagi keluarga korban penembakan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Komitmen tersebut disampaikan Mugiyanto saat berada di kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (7/7/2026), menanggapi kabar meninggalnya seorang ibu hamil yang menjadi korban penembakan.

Korban yang disebut bernama Melkiana Dwitau tewas bersama bayi yang dikandungnya. Kejadian itu terjadi di wilayah Intan Jaya dan menimbulkan duka mendalam bagi keluarga serta warga sekitar.

“Terkait pemulihan. Kalau yang dimaksud adalah pemulihan yang terkait dengan keluarga korban, itu juga menjadi komitmen Kementerian Hak Asasi Manusia,” kata Mugiyanto.

Mugiyanto menegaskan, Kementerian HAM memiliki perangkat kerja di wilayah melalui kantor wilayah (Kanwil) di Papua Barat. Menurutnya, unit tersebut akan diturunkan untuk bertemu langsung dengan keluarga korban.

“Jadi kami akan identifikasi kebutuhannya apa. Yang kami bayangkan, kebutuhan penguatan psikologis itu biasanya diperlukan, dan juga hal-hal yang bersifat mendesak. Tapi itu kami lakukan dengan pertama-tama nanti menurunkan tim Kementerian Hak Asasi Manusia dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait,” ujarnya.

Ia menyebut proses pendampingan akan dimulai dari pemetaan kebutuhan keluarga, termasuk dukungan yang bersifat psikologis. Selain itu, langkah yang akan dilakukan juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan yang sifatnya segera.

Melkiana Dwitau meninggal dunia setelah diduga terkena peluru nyasar di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Kamis (2/7/2026) malam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.45 WIT saat hujan turun.

Korban sempat menjalani operasi darurat untuk menyelamatkan bayi dalam kandungannya. Namun, bayi tersebut kemudian juga dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah Melkiana dan bayinya selanjutnya diarak ribuan warga mengelilingi Kota Sugapa sebelum dibawa ke rumah duka. Prosesi penghormatan tersebut menjadi bagian dari dukacita yang diungkapkan masyarakat sekitar.

Status tanggap darurat di Intan Jaya

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menyampaikan duka cita atas meninggalnya korban. Ia juga menyampaikan bahwa wilayah Intan Jaya saat ini masih berada dalam status tanggap darurat penanganan konflik kelompok bersenjata.

Dalam keterangan video, Aner menyebut bahwa pihaknya tidak memaparkan pelaku kejadian. “Tadi malam ada kejadian, saya tidak sampaikan pelakunya siapa. Ibu Melkiana Dwitau dengan anak dalam kandungan usia 32 minggu yang dalam waktu dekat akan melahirkan menjadi korban. Kami berduka karena mama dan anak tersebut meninggal,” ujarnya.

Penjelasan tersebut menegaskan bahwa Melkiana saat kejadian berada pada usia kehamilan 32 minggu, sehingga dalam waktu dekat seharusnya memasuki masa persalinan.

Dengan komitmen pemulihan dari Kementerian HAM, proses pendampingan keluarga korban diarahkan untuk menjawab dampak psikologis sekaligus kebutuhan yang mendesak. Mugiyanto juga menekankan bahwa penanganan akan dilakukan melalui penurunan tim dan koordinasi lintas kementerian/lembaga terkait.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membantu keluarga korban menghadapi kehilangan yang dialami. Selain itu, langkah penguatan psikologis disebut sebagai salah satu fokus yang perlu segera diberikan kepada keluarga setelah peristiwa tersebut.

Mugiyanto menekankan bahwa tindak lanjut Kementerian HAM akan menyesuaikan kebutuhan lapangan, mulai dari dukungan psikologis hingga bantuan yang sifatnya segera. Tim yang diturunkan diharapkan dapat memastikan keluarga korban memperoleh layanan pendampingan secara terarah dan tidak menunggu proses yang terlalu panjang.

Pendekatan pendampingan itu diawali dengan pemetaan kebutuhan keluarga, sehingga prioritas bantuan bisa ditetapkan berdasarkan kondisi yang paling mendesak. Pelaksanaan rencana tersebut juga mempertimbangkan situasi Intan Jaya yang masih berada dalam status tanggap darurat penanganan konflik kelompok bersenjata, agar respons yang diberikan sesuai dengan kondisi setempat.

Selain menyampaikan duka, keterangan dari pihak pemerintah daerah juga tidak memaparkan pelaku kejadian. Dalam konteks itu, komitmen pemulihan diarahkan untuk menjadi dukungan lanjutan bagi keluarga korban melalui identifikasi kebutuhan, koordinasi lintas kementerian/lembaga, dan penguatan yang dibutuhkan setelah kehilangan Melkiana Dwitau beserta bayinya.