Olahraga

Pemkot Ambon Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Belanda vs Swedia Bareng Dubes Belanda Marc Gerritsen

×

Pemkot Ambon Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Belanda vs Swedia Bareng Dubes Belanda Marc Gerritsen

Sebarkan artikel ini
Basis Penggemar Kuat, Pemkot Ambon Gelar Nobar Piala Dunia Bareng Dubes Belanda Regional 20 Juni 2026
Ilustrasi: Basis Penggemar Kuat, Pemkot Ambon Gelar Nobar Piala Dunia Bareng Dubes Belanda

jurnalistik.co.id – Pemerintah Kota Ambon (Pemkot) menyiapkan acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 saat pertandingan Belanda vs Swedia. Kegiatan ini akan digelar bersama Duta Besar Belanda, Marc Gerritsen, pada Minggu (21/6/2026) pukul 02.00 WIT di Lapangan Merdeka Ambon.

Juru Bicara (Jubir) Pemkot Ambon, Ronald Lekransy, menjelaskan bahwa rencana nobar berawal dari komunikasi antara Dubes Belanda dan Wali Kota Ambon. Pembahasan itu menyangkut tingginya antusiasme masyarakat Kota Ambon terhadap tim nasional Belanda.

Ronald menyebut, antusiasme tersebut sudah terlihat menjelang penyelenggaraan Piala Dunia. Hal itu tampak dari atribut bernuansa oranye serta bendera Belanda yang mulai menghiasi sejumlah kawasan di Kota Ambon.

Ia menegaskan basis penggemar yang kuat itu juga menjadi alasan diselenggarakannya nobar bersama perwakilan diplomatik Belanda. Ronald menyampaikan, “Masyarakat Ambon memiliki basis penggemar sepak bola yang kuat, termasuk terhadap tim nasional Belanda. Antusiasme tersebut terlihat menjelang penyelenggaraan Piala Dunia melalui hadirnya atribut bernuansa oranye dan bendera Belanda yang mulai menghiasi sejumlah kawasan di Kota Ambon,” kata Lekransy.

Langkah dari kunjungan Dubes ke Ambon

Ronald menambahkan, kunjungan Dubes Belanda Marc Gerritsen ke Ambon pada akhir April 2026 turut memperkuat kesan mengenai besarnya kecintaan masyarakat terhadap sepak bola, khususnya tim nasional Belanda. Dari kunjungan tersebut, kata Ronald, muncul gagasan untuk menghadirkan kegiatan nobar bersama para penggemar tim Belanda di Kota Ambon.

Setelah gagasan itu terbentuk, Pemkot kemudian memberi respons positif terhadap rencana acara tersebut. Wali Kota Ambon, lanjut Ronald, menilai nobar tidak semata menjadi ruang menyaksikan pertandingan sepak bola, melainkan juga sebagai sarana memperkuat kohesi sosial dan kebersamaan masyarakat.

Pemkot Ambon, menurut Ronald, mengajak warga untuk hadir bersama-sama dalam acara nobar di Lapangan Merdeka. Upaya ini dipandang sejalan dengan suasana momentum Piala Dunia yang biasanya mampu mengumpulkan beragam lapisan masyarakat dalam satu ruang publik.

Penguatan persaudaraan, toleransi, dan persatuan

Momentum Piala Dunia diharapkan menjadi sarana memperkuat persaudaraan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman pilihan tim yang didukung masyarakat. Dengan demikian, meski pilihan dapat berbeda, kebersamaan tetap diutamakan dalam cara merayakan ajang sepak bola tersebut.

Ronald menyatakan perbedaan pilihan tim maupun fanatisme olahraga diharapkan tidak menjadi pemicu konflik sosial. Perbedaan itu, menurut Pemkot, justru menjadi simbol keberagaman yang memperkaya kehidupan masyarakat Kota Ambon.

Dalam konteks itulah Pemkot Ambon menempatkan acara nobar sebagai ruang yang mendukung sikap saling menghargai. Melalui kehadiran masyarakat dan perwakilan diplomatik, kegiatan ini juga diharapkan memperlihatkan bahwa antusiasme terhadap olahraga dapat berjalan beriringan dengan nilai sosial yang membangun.

Pemkot Ambon pada akhirnya mengukuhkan undangan bagi warga untuk hadir langsung di Lapangan Merdeka Ambon pada jadwal yang telah ditetapkan, yaitu Minggu (21/6/2026) pukul 02.00 WIT, saat Belanda berhadapan dengan Swedia. Pemerintah kota menilai partisipasi publik akan menjadi bagian penting dalam memastikan acara berlangsung dengan suasana yang tertib dan penuh kebersamaan.

Menurut Pemkot, penyelenggaraan nobar ini juga dimaksudkan agar perhatian warga terhadap ajang Piala Dunia dapat disalurkan dalam suasana yang positif. Kegiatan yang melibatkan perwakilan diplomatik Belanda dan masyarakat setempat diharapkan menghadirkan nuansa persaudaraan, sehingga setiap orang tetap merasa bagian dari kebersamaan di Lapangan Merdeka Ambon.

Pemkot memandang, momentum ketika Belanda berlaga melawan Swedia dapat menjadi titik temu yang menegaskan bahwa ketertarikan pada olahraga tidak harus berujung pada sikap yang saling berseberangan. Di tengah beragam pilihan tim, cara merayakan pertandingan dapat diarahkan untuk tetap mengutamakan sikap saling menghargai serta menjaga ketertiban selama acara berlangsung.

Dalam pandangan Ronald Lekransy, rangkaian proses yang bermula dari komunikasi Dubes Belanda dan Wali Kota Ambon hingga respons positif terhadap rencana nobar memperlihatkan antusiasme masyarakat yang sudah mulai terasa menjelang penyelenggaraan. Atribut bernuansa oranye serta bendera Belanda yang mulai menghiasi sejumlah kawasan menjadi tanda bahwa warga siap menyambut agenda tersebut dengan semangat kebersamaan.