Daerah

Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Jembatan Lumut di Aceh Tengah, Warga Curhat Belum Punya Rumah

×

Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Jembatan Lumut di Aceh Tengah, Warga Curhat Belum Punya Rumah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Wapres Gibran Tinjau Revitalisasi Jembatan Lumut Aceh, Warga Curhat Belum Punya Rumah Pascabencana

jurnalistik.co.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkunjung ke Kampung Lumut, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, pada Kamis (6/8/2026). Kunjungan itu berfokus pada peninjauan revitalisasi jembatan serta mendengar keluhan warga yang mengaku belum memiliki rumah pascabencana.

Gibran mendarat menggunakan helikopter kepresidenan di Lapangan Sepak Bola Lumut. Setelah itu, ia dan rombongan melanjutkan rangkaian kegiatan di area kampung setempat.

Di lokasi, Gibran menyimak presentasi dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh. Mulyadi menyampaikan perkembangan penanganan tanggap darurat di sejumlah titik, dimulai dari Uning-BTS Gayo Lues.

Dalam pemaparan tersebut, revitalisasi Jembatan Lumut turut menjadi bagian dari rangkaian penanganan yang sedang berjalan. Jembatan itu disebut menghubungkan Takengon dan Gayo Lues.

Setelah mendengarkan penjelasan dari pihak pelaksana, Gibran kemudian menerima paparan dari pemerintah daerah Aceh Tengah. Bupati/Wakil Bupati yang hadir menyampaikan kondisi dan konteks penanganan di wilayah terdampak, yakni Haili Yoga dan Muchsin Hasan.

Usai sesi penjelasan, Gibran meninjau kondisi sungai di sekitar Jembatan Lumut. Krueng atau Sungai Jambo Aye menjadi bagian penting yang terlihat langsung dalam peninjauan tersebut.

Peninjauan juga mengarah pada rumah-rumah warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera. Kejadian itu terjadi pada akhir November 2025, dan sejumlah hunian dilaporkan pernah mengalami luapan air.

Saat Gibran berjalan menuju lokasi Jembatan Lumut, beberapa warga menyampaikan kondisi mereka secara langsung. Mereka mengungkapkan bahwa hingga kini belum memiliki tempat tinggal yang layak setelah bencana.

Seorang perempuan warga Kampung Lumut menyampaikan keluhan, “Kami belum punya rumah, Pak.” Gibran lalu menanyakan apakah warga tersebut sudah masuk dalam data penerima atau pendataan.

Perempuan itu menjawab bahwa ia telah didata, namun ia tetap belum memiliki hunian. Ia menyatakan, “Kami belum punya tempat tinggal. Kami menumpang di rumah orang.”

Menanggapi pernyataan itu, Gibran meminta agar perempuan tersebut menunggu, dengan penjelasan bahwa karena sudah terdata, ia akan memperoleh penanganan sesuai proses yang berjalan. Permintaan untuk bersabar disampaikan setelah proses pendataan dikonfirmasi.

Di bagian lain dari kunjungan, Gibran juga melayani permintaan warga untuk berswafoto. Interaksi tersebut berlangsung saat situasi peninjauan masih berlangsung di sekitar lokasi kampung.

Sementara itu, Muchsin Hasan menyampaikan penjelasan lanjutan terkait kondisi sejumlah rumah di area sungai dekat jembatan. Ia menerangkan bahwa pada saat bencana, rumah-rumah di lokasi tersebut sempat terendam oleh luapan air.

Setelah rangkaian peninjauan di Kampung Lumut selesai, Gibran melanjutkan kegiatan ke Kabupaten Gayo Lues. Di sana, ia meninjau sejumlah lokasi yang juga terdampak bencana banjir dan longsor.

Kunjungan tersebut menggambarkan rangkaian kegiatan yang memadukan pemaparan kemajuan penanganan tanggap darurat dan peninjauan lapangan di titik-titik terdampak. Di saat yang sama, keluhan warga mengenai hunian menjadi salah satu bagian yang disampaikan langsung kepada Gibran selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian kegiatan itu memperlihatkan fokus Gibran pada dua aspek utama, yakni kemajuan penanganan tanggap darurat yang sedang berlangsung dan kondisi infrastruktur yang berkaitan dengan konektivitas di wilayah terdampak. Setelah mendengarkan paparan dari unsur pelaksana dan pemerintah daerah, ia menindaklanjuti dengan meninjau langsung area sekitar jembatan, termasuk melihat kondisi sungai yang berada di dekat lokasi.

Dalam percakapan dengan warga, Gibran menelusuri status pendataan serta kebutuhan hunian yang dihadapi keluarga terdampak. Warga menyampaikan bahwa meski sudah didata, mereka masih menunggu proses lanjutan untuk memperoleh tempat tinggal yang layak. Respons itu disampaikan setelah konfirmasi alur pendataan yang berjalan, sembari memastikan keluhan masyarakat tetap tersampaikan pada pihak terkait selama kegiatan berlangsung.

Peninjauan lapangan juga menekankan dampak bencana pada rumah-rumah di sekitar aliran air dekat Jembatan Lumut. Muchsin Hasan menjelaskan bahwa pada masa bencana, rumah di lokasi tersebut sempat terendam akibat luapan. Setelah pemeriksaan di Kampung Lumut selesai, Gibran melanjutkan agenda ke Kabupaten Gayo Lues untuk meninjau titik lain yang mengalami bencana banjir dan longsor, sejalan dengan paparan kemajuan penanganan di beberapa wilayah terdampak.