jurnalistik.co.id – Selasa, 22 September 2026, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninjau SMA Negeri 1 Pinogu di Kabupaten Bone Bolango. Kunjungan tersebut menjadi perhatian langsung bagi guru dan siswa, sekaligus menegaskan upaya peningkatan fasilitas di sekolah yang berada di kecamatan terpencil.
SMAN 1 Pinogu merupakan satu-satunya sekolah menengah atas di wilayah tersebut. Karena lokasinya jauh dan aksesnya tidak mudah, peningkatan sarana fisik dilakukan secara bertahap agar proses belajar tetap berjalan dengan dukungan yang memadai.
Program peningkatan fasilitas
Dalam peninjauan itu, Gusnar menyebutkan bahwa pada tahun 2026 terdapat empat fasilitas yang dibangun dan satu ruang kelas yang direhabilitasi. Keempat fasilitas yang dimaksud meliputi ruang perpustakaan, ruang laboratorium, toilet, serta rumah dinas guru.
Gusnar juga menyampaikan bahwa rehabilitasi ruang kelas menjadi bagian dari pembenahan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman. Ia menekankan bahwa pekerjaan yang dikerjakan tahun ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan sekolah dalam mendukung aktivitas akademik.
Pemerintah Provinsi Gorontalo mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,7 miliar pada tahun 2026 untuk rangkaian pembangunan dan rehabilitasi tersebut. Dengan pendanaan itu, target penyelesaian diharapkan bisa dicapai sesuai tahapan yang direncanakan.
Mengenai progres pelaksanaan, Gusnar menerima laporan dari kontraktor pelaksana tentang hambatan yang muncul di lapangan. Ia menilai penanganan kendala tersebut perlu dipastikan sejak awal agar tidak berdampak pada jadwal pekerjaan.
“Mudah-mudahan pembangunan bisa diselesaikan pada tahun ini. Tadi kontraktor pelaksana melaporkan hambatan yang paling besar adalah kekurangan air. Saya bilang harus perkuat di situ agar supaya pekerjaan tidak terlambat ya. Itu saja yang di sini mudah-mudahan kontraktornya bisa menyelesaikan ini dengan baik,” harap Gusnar saat diwawancarai usai peninjauan.
Lebih lanjut, Gusnar menjelaskan bahwa kondisi pembangunan di Pinogu berbeda dengan sejumlah kecamatan lain. Perbedaan ini berkaitan dengan karakter wilayah yang sulit dijangkau, yang turut berpengaruh pada ketersediaan dan biaya bahan.
Berita Terkait
Menurutnya, harga material di lokasi tersebut cenderung melambung dibandingkan harga pasar. Hal itu, sambung Gusnar, dipengaruhi oleh kebutuhan biaya transportasi karena pengangkutan material harus menempuh jalur yang membutuhkan kendaraan roda dua.
“Memang ada perbedaan harga yang cukup tajam ya, material-material yang harus diangkut dari kota ke sini itu memerlukan biaya tambahan. Itu juga menjadi kendala, tapi kita tetap laksanakan,” tambahnya.
Penjelasan tersebut menegaskan bahwa kendala tidak hanya datang dari aspek teknis di lokasi, melainkan juga dari faktor logistik. Karena itu, pengawasan dan koordinasi dengan pihak pelaksana menjadi bagian penting agar pembangunan tetap bergerak sesuai target.
Gusnar juga mengaitkan peninjauan ini dengan kebutuhan sekolah yang terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas pembelajaran. Fasilitas seperti perpustakaan dan laboratorium diharapkan dapat memperluas ruang kegiatan siswa, sementara toilet dan rumah dinas guru dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan layanan harian di sekolah.
Bantuan yang turut disalurkan
Kunjungan Gubernur juga dirangkaikan dengan penyerahan alat olahraga. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan yang menyentuh kebutuhan kegiatan non-akademik yang tetap penting bagi perkembangan fisik dan minat siswa.
Selain alat olahraga, ada pula bantuan tas bagi siswa setempat. Penyerahan bantuan dilakukan saat agenda peninjauan berlangsung, sehingga perhatian yang diberikan tidak berhenti pada pembenahan sarana, tetapi juga menyasar kebutuhan perlengkapan belajar siswa.
Dengan rangkaian pembangunan fasilitas dan bantuan yang turut disalurkan, kunjungan ini memperlihatkan upaya Pemprov Gorontalo untuk memastikan sekolah dapat berfungsi lebih optimal. Dari sisi infrastruktur, targetnya adalah penyelesaian pekerjaan tahun berjalan, sedangkan dari sisi dukungan langsung, sekolah memperoleh tambahan perlengkapan untuk menunjang aktivitas.
Bagi guru dan siswa, kehadiran Gusnar menjadi pesan bahwa perbaikan fasilitas di wilayah terpencil tetap menjadi prioritas. Harapannya, kendala kekurangan air dan tantangan logistik dapat diatasi dengan baik sehingga proses pengerjaan tidak mengalami keterlambatan.
Melalui peninjauan tersebut, Gusnar secara spesifik mengarahkan agar kontraktor memperkuat penanganan di bagian yang menjadi hambatan utama. Jika langkah itu berjalan, pembangunan empat fasilitas dan rehabilitasi satu ruang kelas di SMAN 1 Pinogu diharapkan dapat memberikan dampak nyata untuk kegiatan belajar mengajar.












