Hukum & Kriminal

Penyelidikan Pembakaran Pesawat di Yahukimo Terganjal Medan, Akses Lokasi Hanya Lewat Jalur Udara

×

Penyelidikan Pembakaran Pesawat di Yahukimo Terganjal Medan, Akses Lokasi Hanya Lewat Jalur Udara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Penyelidikan Pembakaran Pesawat di Yahukimo Terkendala Medan, Lokasi Hanya Bisa Diakses Lewat Udara

jurnalistik.co.id – Penyelidikan atas insiden pembakaran pesawat Pilatus milik PT AMA dengan nomor register PK-RCY di Yahukimo masih menghadapi kendala lapangan. Tim menyebut lokasi kejadian tidak memiliki akses jalur darat sehingga proses pendalaman bergantung pada penerbangan perintis.

Pihak operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menyatakan personel telah dikerahkan untuk melakukan pendalaman secara menyeluruh. Upaya ini berjalan melalui koordinasi dengan maskapai, pemerintah daerah, serta unsur terkait di lokasi.

Hambatan geografis dan akses udara

Menurut keterangan yang dihimpun, proses penyelidikan terkendala kondisi geografis di area Yahukimo. Belum adanya akses jalur darat membuat pesawat dan personel hanya bisa dijangkau menggunakan penerbangan perintis.

Selain soal keterjangkauan, bandara setempat disebut berada pada ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut. Kondisi tersebut menjadi hambatan tersendiri bagi petugas ketika harus tiba ke lokasi dengan mempertimbangkan cuaca.

Faizal menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan penanganan korban sekaligus pengamanan tempat kejadian. Ia menyampaikan, “Fokus utama kami saat ini adalah memastikan kondisi seluruh korban, mengamankan lokasi kejadian, serta mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut melalui proses penyelidikan yang profesional dan terukur,” kata Faizal.

Koordinasi juga dilakukan untuk memperkuat kelengkapan data penyelidikan. Termasuk, memastikan kronologi kejadian, kondisi para penumpang, serta perkembangan situasi keamanan di area tersebut.

Di sisi lain, Kodam XVII/Cenderawasih membenarkan terjadinya insiden pembakaran pesawat perintis milik PT AMA di Lapangan Terbang Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis (2/7/2026). Pesawat disebut diduga dibakar oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) setelah mendarat di lokasi.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menyampaikan bahwa pesawat diketahui melaksanakan penerbangan perintis dari Bandara Wamena menuju Lapangan Terbang Balinggama. Penerbangan tersebut membawa tujuh orang penumpang.

Tri menjelaskan informasi awal kejadian diperoleh dari Manajer PT AMA, Mario. “Informasi awal mengenai kejadian ini diperoleh dari Manajer PT AMA, Bapak Mario, yang melaporkan insiden tersebut kepada PPK Perintis Kantor UPBU Kelas I Wamena,” ujar Kapendam dalam keterangannya pada Kamis (2/7/2026).

Terkait nasib pilot, Tri menyatakan pilot pesawat, Nicholas F. Goselin, dilaporkan meninggal dunia. Ia menegaskan proses penyelidikan masih berjalan untuk menentukan penyebab pasti kematian. “Berdasarkan laporan sementara yang diterima dari masyarakat setempat, pilot pesawat, Nicholas F Goselin warga negara Amerika Serikat, dilaporkan meninggal dunia. Namun demikian, penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan oleh aparat berwenang,” ungkapnya.

Untuk penumpang, Tri menyatakan ketujuh penumpang yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan berada dalam kondisi aman. “Sementara tujuh penumpang yang seluruhnya merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman,” sambungnya.

Hingga saat ini, aparat terus melakukan koordinasi intensif dengan operator penerbangan, pemerintah daerah, serta instansi terkait. Koordinasi dilakukan guna memperoleh informasi yang lebih lengkap dan terverifikasi, termasuk memetakan rangkaian peristiwa serta memastikan pemantauan kondisi keamanan di lokasi.

Kolonel Tri Purwanto menyatakan perkembangan situasi akan terus dipantau. “Kami masih melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terverifikasi. Perkembangan situasi di lapangan juga terus kami pantau,” kata Kolonel Tri Purwanto.

Keterbatasan akses tersebut membuat seluruh proses pengiriman tim maupun distribusi informasi bergantung pada jadwal dan kemampuan penerbangan perintis. Karena itu, pendalaman di lapangan harus menyesuaikan kondisi cuaca setempat agar personel bisa tiba dengan aman dan membawa kebutuhan penyelidikan.

Di tengah upaya pendalaman, aparat juga berupaya memastikan data yang dihimpun tetap konsisten dengan temuan awal. Termasuk penelusuran kronologi sejak pesawat mendarat di lokasi hingga insiden pembakaran, serta pencocokan keterangan dari berbagai pihak yang berada di sekitar kejadian.

Sementara itu, terkait informasi pilot Nicholas F. Goselin yang dilaporkan meninggal dunia, penyelidikan masih diarahkan untuk menetapkan rangkaian penyebab secara pasti. Koordinasi lintas unsur terus dilakukan agar pemantauan keamanan di sekitar lokasi berjalan sekaligus menjadi dasar untuk langkah pengembangan penyelidikan berikutnya.