Peristiwa

Kebakaran Ruko di Tanah Abang Padam Setelah 4 Jam, Penyebab Masih Diselidiki

0
×

Kebakaran Ruko di Tanah Abang Padam Setelah 4 Jam, Penyebab Masih Diselidiki

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kebakaran Ruko di Tanah Abang Padam Usai 4 Jam, Penyebab Masih Diselidiki

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Kebakaran yang melanda sebuah ruko di Jalan H Fachrudin RT 008/RW 007, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, akhirnya berhasil dipadamkan setelah hampir empat jam. Hingga api padam, penyebab kebakaran masih belum dipastikan dan masih dalam penyelidikan.

Perwira piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Supriyanto, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran pada pukul 18.12 WIB. Setelah laporan diterima, petugas langsung mengerahkan kekuatan dari unit terdekat untuk menuju lokasi.

“Kita mengerahkan tiga unit damkar dari unit terdekat, yakni Benhil, Tambora ya. Lalu satu dari Sudin (Jakarta Pusat). Jumlah personel 110 orang,” ujar Supriyanto saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian, Senin (25/5/2026) malam.

Menurut dia, proses pemadaman berlangsung lama karena bangunan yang terbakar merupakan ruko bertingkat lima dengan struktur beton. Kondisi itu membuat api tidak mudah dijinakkan, sementara petugas harus bekerja hati-hati di tiap lantai.

“Jadi padamnya itu kira-kira sekitar pukul 22.04 ya. Ini bantuannya kan beton, lima lantai. Jadi memerlukan waktu untuk pemadaman,” katanya.

Supriyanto menjelaskan, akses antar lantai yang terbatas juga menjadi kendala di lapangan. Petugas hanya bisa naik melalui satu tangga, sehingga pemadaman harus dilakukan secara bertahap dari lantai satu ke lantai atas.

“Jadi kita per lantai untuk proses pemadamannya. Jadi memang agak sedikit lama,” tuturnya.

Ia menyebut ruko yang terbakar merupakan toko aksesori. Saat tim pemadam tiba di lokasi, api sudah terlanjur membesar dan awalnya terlihat di lantai satu sebelum kemudian bergeser ke lantai dua.

“Pas kita sampai, posisi api sudah besar. Tadinya di lantai 1 lalu mulai bergeser ke lantai 2,” kata Supriyanto.

Dalam upaya memadamkan api, petugas juga menurunkan satu unit mobil bronto skylift untuk membantu penyemprotan dari sisi samping dan depan bangunan. Upaya itu dilakukan agar api bisa ditekan dari berbagai arah dan tidak semakin meluas.

Meski sempat sulit dikendalikan, Supriyanto memastikan kebakaran tidak merambat ke bangunan di kanan dan kiri ruko. Pemadaman dari kedua sisi turut membantu mencegah api menjalar ke bagian lain di sekitar lokasi.

“Karena kita juga mengupayakan pemadaman dari kanan dan kiri. Melalui bagian atas bangunan sisi kiri dan kanan gedung yang terbakar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ada penghuni di dalam ruko saat kejadian berlangsung. Karena itu, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Keterangan serupa disampaikan Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Erlyn Sumantri. Ia membenarkan bahwa kebakaran itu tidak menelan korban jiwa, namun penyebab pasti kebakaran belum bisa dipastikan.

“Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan. Kerugiannya belum dapat ditafsirkan,” tuturnya.

Sementara itu, pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan lebih dari tiga mobil damkar masih berada di sekitar ruko yang terbakar. Sejumlah petugas tampak membereskan peralatan dan memasukkannya kembali ke mobil pemadam.

Di depan pintu ruko lima lantai tersebut, petugas polisi juga memasang garis polisi. Area itu menjadi titik pembatas setelah proses pemadaman selesai dilakukan dan penyelidikan akan berlanjut untuk mencari penyebab kebakaran.

Dengan kondisi bangunan yang bertingkat dan didominasi material beton, petugas harus menempuh cara pemadaman yang bertahap agar api benar-benar benar terjaga tidak kembali menyala. Pola kerja seperti itu membuat penanganan berlangsung lebih lama, namun tetap menjadi pilihan paling aman untuk mengendalikan titik api di dalam ruko.

Hingga proses dinyatakan selesai, aparat masih menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan sumber api serta menghitung nilai kerugian. Garis polisi yang sudah terpasang menandai bahwa area tersebut belum sepenuhnya bebas dari pemeriksaan lanjutan setelah kebakaran besar yang sempat menghanguskan bangunan itu.