Entertainment

Perjuangan Mhd Daniel: Jual Kanal demi Hidup hingga Tembus Chart Musik Internasional

0
×

Perjuangan Mhd Daniel: Jual Kanal demi Hidup hingga Tembus Chart Musik Internasional

Sebarkan artikel ini
Jatuh Bangun Mhd Daniel: Jual Kanal demi Hidup hingga Tembus Chart Musik Internasional Regional 7 Juni 2026
Ilustrasi: Jatuh Bangun Mhd Daniel: Jual Kanal demi Hidup hingga Tembus Chart Musik Internasional

jurnalistik.co.id – Mhd Daniel membuktikan bahwa jalan menuju pengakuan di industri musik digital tidak selalu lurus. Ia melewati fase jatuh-bangun sebelum akhirnya lagunya, “Masa Depanmu”, menembus chart musik terbaik TikTok.

Pemuda asal Duri, Riau, itu kini mulai memetik hasil dari perjuangan panjangnya di ekosistem kreator musik. Usianya 21 tahun, dan ketahanannya terbentuk dari keputusan-keputusan sulit yang sempat memotong langkah kariernya.

Perjalanan Daniel berawal saat ia memilih masuk ke dunia digital pada tahun 2018. Saat itu, ia bekerja sebagai konten kreator di bidang gaming, sambil membangun komunitas dari nol dengan upaya dan keterbatasan yang ia hadapi sendiri.

Dari proses yang dijalaninya, Daniel sempat berhasil mengembangkan kanalnya hingga mencapai sekitar 20.000 subscriber. Namun, realitas ekonomi kemudian memaksanya untuk mengubur rencana yang sudah ia susun sejak awal. Ada harga yang harus dibayar ketika pendapatan tidak bergerak sesuai harapan.

Daniel mengisahkan bahwa kebutuhan uang membuatnya terpaksa menghentikan kanal yang telah dibangun. “Dan karena saya membutuhkan uang saya terpaksa menjual channel tersebut, dan pada tahun berikutnya saya memulai lagi berkarya di YouTube dengan memulai konten musik remix,” ucap Daniel mengenang masa-masa sulitnya.

Setelah langkah itu diambil, ia tidak berhenti. Pada tahun 2019, Daniel memutar arah dan mencoba peruntungan baru di dunia musik digital. Ia mulai memproduksi musik-musik remix dari lagu-lagu yang sedang viral, lalu mengunggahnya ke YouTube dengan format konten yang terus ia perbaiki.

Respons dari masyarakat datang dengan cukup cepat. Konsistensinya dalam menyajikan aransemen musik yang familier di telinga pendengar menjadi bahan bakar utama untuk pertumbuhan kanal barunya. Bagi Daniel, proses yang berulang—mencoba, menyusun aransemen, dan merilis—akhirnya membentuk ritme kerja yang lebih matang.

Puncak dari periode membangun kembali itu terjadi pada 2022. Pada tahun tersebut, Daniel berhasil menembus angka 100.000 subscriber sekaligus memperoleh penghargaan Silver Play Button dari YouTube. Pencapaian itu menjadi penanda bahwa upayanya, meski pernah terputus, mampu berbuah.

Tetapi, ketika angka dan apresiasi mulai datang, pergulatan batin Daniel sebagai seorang seniman belum benar-benar selesai. Ia mulai merasa tertantang untuk menciptakan karya musiknya sendiri yang lebih orisinal, bukan sekadar meracik ulang lagu orang lain.

Transisi dari remixer ke pencipta lagu ternyata tidak mudah. Daniel sempat mengalami rasa tidak percaya diri yang cukup besar. Ia terus membuat lagu secara mandiri, tetapi karya-karya yang lahir masih berhenti di tahap pribadi—disimpan tanpa ia lemparkan ke publik.

Keputusan untuk akhirnya melangkah menghadirkan karya orisinal ke ruang publik kemudian membawa dampak nyata. Dari sana, Daniel berhasil menembus chart musik terbaik TikTok melalui lagunya yang berjudul “Masa Depanmu”.

Bagi Daniel, rangkaian pengalaman dari penjualan kanal karena kebutuhan ekonomi hingga tembus chart musik internasional menunjukkan satu hal: ketekunan tidak selalu bekerja dalam garis lurus. Yang ia tempuh bukan hanya soal popularitas, melainkan kemampuan untuk kembali mulai—ketika kesempatan ada, ia mengambilnya; ketika terjatuh, ia belajar berdiri lagi.

Di balik angka-angka yang terus bergerak, Daniel menjalani proses adaptasi yang tidak instan. Ia belajar membaca respons audiens dengan melihat bagaimana remix yang dibuat bisa terasa dekat di telinga pendengar. Dari situ, ia memperbaiki cara menyusun aransemen dan memilih pendekatan yang membuat karyanya tetap relevan, sekaligus menjaga ritme untuk terus berkarya.

Ketika saluran yang pernah dibangun sempat harus berhenti karena kebutuhan ekonomi, Daniel tidak langsung kembali ke titik yang sama. Ia mengalihkan energi ke fase produksi yang lebih terarah, lalu membangun ulang dari materi yang familiar terlebih dulu. Tahap “mencoba dan merilis” itu menjadi ruang latihan, sampai ia memperoleh keyakinan bahwa ia mampu bertahan meski rencana harus berubah.

Setelah sukses menembus 100.000 subscriber dan mendapatkan penghargaan Silver Play Button, tantangan berikutnya datang dari dalam diri. Daniel mulai menaruh fokus pada gagasan untuk menciptakan karya sendiri yang lebih orisinal. Prosesnya ia jalani dengan membuat lagu secara mandiri, tetapi tidak semuanya langsung ia keluarkan ke publik—hingga akhirnya ia berani melangkah dan menghadirkan “Masa Depanmu” yang justru mendapat perhatian lebih luas melalui chart musik terbaik TikTok.

Perjalanan itu menunjukkan bahwa perjalanan kreatif bisa memiliki jeda, jeda bisa mengubah strategi, dan perubahan justru dapat membawa hasil baru. Daniel menempatkan pengalaman pahit saat menjual kanal sebagai pelajaran, lalu menjadikan keberhasilan di periode membangun kembali sebagai pijakan untuk tumbuh ke tahap yang lebih berani.