jurnalistik.co.id – Faiz Hidayat (23), pendaki asal Gampong Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Jumat (5/6/2026) sore.
Korban dinyatakan hilang setelah dilaporkan saat mendaki Gunung Seulawah, dan pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan selama lima hari berturut-turut.
Informasi penemuan korban diterima tim SAR sekitar pukul 17.00 WIB. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil, menyampaikan hal tersebut pada Jumat.
Ridwan Jamil mengatakan, korban ditemukan oleh masyarakat pekebun di kawasan Lam Teuba Dro. “Korban ditemukan oleh masyarakat pekebun di kawasan Lam Teuba Dro dalam keadaan selamat. Saat ditemukan korban dalam kondisi lemas dan kelelahan,” ujar Ridwan Jamil.
Menurut penjelasannya, peristiwa berawal ketika Faiz bersama sejumlah rekannya melakukan aktivitas pendakian di Gunung Seulawah pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Rombongan tersebut dilaporkan tiba di area puncak gunung pada siang harinya, sekitar pukul 12.30 WIB. Namun, petaka terjadi ketika rombongan hendak bergerak turun dari puncak.
Pada saat proses penurunan berlangsung, rekan-rekan korban mendadak menyadari bahwa Faiz sudah tidak lagi berada di barisan lokasi. Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat di sekitar area puncak Gunung Seulawah.
Rekan-rekan sesama pendaki sempat berupaya melakukan penyisiran mandiri di sekitar titik terakhir Faiz terlihat. Upaya pencarian secara mandiri hingga keesokan harinya tidak membuahkan hasil, sehingga kejadian ini kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.
Setelah laporan diterima, pembukaan operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pencarian berlangsung sejak Minggu (31/5/2026) dan memasuki hari kelima ketika upaya penyisiran terus diperluas.
Dalam fase hari kelima, tim SAR gabungan memperluas radius penyisiran di sejumlah titik potensial di kawasan Gunung Seulawah. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil ketika warga yang sedang berkebun berpapasan dengan korban.
Warga tersebut berada di kawasan Lam Teuba Dro, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar. Begitu ditemukan, tim gabungan langsung bergerak cepat mengevakuasi korban ke salah satu rumah warga terdekat untuk mendapatkan penanganan awal.
Ridwan Jamil menyebut kondisi korban mengalami kelelahan ekstrem saat ditemukan. Penanganan awal dilakukan agar kondisi fisik korban bisa segera dipulihkan.
Operasi SAR berskala besar itu melibatkan sinergi berbagai unsur lintas instansi. Di antaranya Basarnas Banda Aceh, Damkar BPBD Aceh Besar Pos Saree, Polsek setempat, Brimob Saree, Koramil setempat, RAPI Aceh Besar, rekan-rekan korban, serta masyarakat sekitar yang bahu-membahu menyisir medan.
Dengan keberhasilan evakuasi dan penemuan korban, otoritas keselamatan resmi menutup agenda penyelamatan darurat di kawasan gunung tersebut. “Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian yang telah berlangsung selama lima hari resmi berakhir,” pungkas Ridwan Jamil.
Ridwan Jamil menjelaskan, setelah rombongan sampai ke puncak dan bersiap melakukan perjalanan turun, Faiz justru tidak lagi berada di barisan kelompok. Dari informasi saksi, keberadaan korban terakhir tampak di area puncak Gunung Seulawah, sebelum akhirnya dinyatakan kehilangan.
Selama lima hari, tim SAR gabungan terus melanjutkan penyisiran dengan memperhitungkan titik-titik yang dinilai memungkinkan. Upaya awal sempat dilakukan dengan inisiatif pencarian mandiri oleh sesama pendaki, namun hasilnya belum ditemukan hingga laporan resmi diteruskan kepada pihak berwenang.
Ketika pencarian memasuki hari kelima, jangkauan penyisiran diperluas ke sejumlah titik potensial di kawasan Gunung Seulawah. Penemuan akhirnya datang dari warga yang sedang berkebun, di Lam Teuba Dro, sehingga korban segera dievakuasi untuk memperoleh pertolongan awal karena kondisinya mengalami kelelahan yang sangat terlihat.









