jurnalistik.co.id – Seorang pria yang didakwa melakukan ancaman terhadap Andrew Mountbatten-Windsor dijadwalkan menjalani persidangan pada bulan Desember. Alex Jenkinson, 39 tahun, menghadapi dakwaan terkait insiden ketika ia berjalan bersama anjingnya dekat kediaman Andrew Mountbatten-Windsor di Sandringham Estate, Norfolk.
Menurut dakwaan, Jenkinson disebut menimbulkan rasa “fear unlawful violence” pada Andrew Mountbatten-Windsor saat pertemuan pada 6 Mei. Sidang tersebut akan dimulai pada 21 Desember, dan prosesnya diperkirakan menghadirkan keterangan dari Andrew Mountbatten-Windsor melalui videolink.
Jenkinson didakwa menggunakan kata-kata dan perilaku yang bersifat mengancam, kasar, atau menghina dalam peristiwa tersebut. Ia juga sudah pernah dijadwalkan untuk tampil menghadapi persidangan pada hari Rabu, namun proses akhirnya ditunda.
Di Westminster Magistrates’ Court, hakim ketua Paul Goldspring menunda perkara dengan alasan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan mental terdakwa. Jenkinson tidak hadir di pengadilan pada hari Rabu saat sidang sebelumnya dijadwalkan berlangsung.
Pengadilan memberi penundaan sebelum perkara masuk ke tahap yang akan diproses pada Desember. Dengan jadwal baru ini, persidangan diharapkan akan menuntaskan pemeriksaan atas dakwaan terhadap Jenkinson terkait dugaan ancaman tersebut.
Pengakuan dan dakwaan yang dihadapi
Alex Jenkinson mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang dilontarkan kepadanya. Ia membantah melakukan tindak pidana ketertiban umum terhadap Andrew Mountbatten-Windsor sebagaimana disebut dalam dakwaan.
Selain dakwaan utama tersebut, Jenkinson juga menghadapi tuduhan lanjutan berkaitan dengan penggunaan kata-kata dan/atau perilaku yang mengancam, kasar, atau menghina. Dakwaan tambahan itu menyebut adanya maksud untuk menimbulkan rasa takut atau memicu terjadinya tindakan kekerasan yang tidak sah terhadap seorang pria bernama Stephen Terry.
Tuduhan tersebut dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi satu hari sebelumnya, yakni pada hari ketika insiden di King’s Lynn melibatkan Stephen Terry. Dengan kata lain, perkara yang dihadapinya tidak hanya menyangkut Andrew Mountbatten-Windsor, tetapi juga insiden terpisah yang melibatkan orang lain.
Meski demikian, posisi Jenkinson tetap sama: ia menyangkal semua dakwaan yang menyertainya. Ia juga berada dalam status conditional bail atau jaminan bersyarat, dengan beberapa pembatasan yang harus dipatuhi selama proses hukum berjalan.
Berita Terkait
Pembatasan selama proses hukum
Dalam syarat jaminan bersyaratnya, Jenkinson dilarang mendekati area-area tertentu. Ia tidak boleh berada di dekat Sandringham, Buckingham Palace, Balmoral, Windsor, maupun Highgrove.
Selain pembatasan lokasi, Jenkinson juga dilarang mencoba menghubungi Andrew Mountbatten-Windsor baik secara langsung maupun tidak langsung. Ia juga dilarang mendekati Andrew Mountbatten-Windsor, serta dilarang memasuki wilayah Norfolk.
Dengan serangkaian larangan tersebut, persyaratan jaminan bertujuan memastikan terdakwa tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengarah pada kontak atau pendekatan terhadap Andrew Mountbatten-Windsor selama perkara berjalan.
Pembatasan itu menjadi bagian dari kontrol yang menyertai status conditional bail, sambil menunggu proses persidangan pada 21 Desember nanti. Sidang tersebut diperkirakan mencakup pemeriksaan atas dugaan peristiwa pada 6 Mei, termasuk bagaimana kata-kata dan perilaku Jenkinson dinilai dalam dakwaan.
Latar Andrew Mountbatten-Windsor
Andrew Mountbatten-Windsor disebut kini tinggal di Marsh Farm. Ia pindah setelah meninggalkan Royal Lodge di Windsor, dengan kaitan pemberitaan mengenai asosiasinya dengan Jeffrey Epstein, seorang pesohor yang telah meninggal.
Selain perubahan tempat tinggal, ia juga telah dicabut oleh Raja atas haknya sebagai pangeran serta gelar dukedom pada akhir tahun lalu. Pencabutan tersebut disebut dilakukan karena keterkaitannya dengan Jeffrey Epstein.
Dalam pemberitaan yang menjadi dasar perkara, Andrew Mountbatten-Windsor disebut selalu membantah adanya kesalahan apa pun. Pernyataan penolakan terhadap tuduhan sebelumnya itu muncul sebagai bagian dari konteks yang disebut dalam laporan mengenai kasus ini.
Dengan persidangan yang akan dimulai pada Desember, fokus perkara akan kembali pada dakwaan terhadap Alex Jenkinson, termasuk klaim bahwa tindakannya pada 6 Mei menimbulkan “fear unlawful violence” pada Andrew Mountbatten-Windsor.
Persiapan sidang pada 21 Desember juga diperkirakan mengandalkan keterangan dari Andrew Mountbatten-Windsor melalui videolink. Setelah penundaan di pengadilan pekan lalu, agenda persidangan kini bergerak ke tahapan berikutnya dengan jadwal yang telah ditetapkan.









