Bisnis & Ekonomi

Kurs Rupiah vs Dollar AS 27 Juli 2026: Mandiri, BCA, dan BNI

×

Kurs Rupiah vs Dollar AS 27 Juli 2026: Mandiri, BCA, dan BNI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Nilai Tukar Rupiah ke Dollar AS 27 Juli 2026 di Bank Mandiri, BCA, dan BNI

jurnalistik.co.id – Senin (27/7/2026), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat Rp 17.972 per dollar pada pukul 09.38 WIB. Pada waktu yang sama, penguatan dollar AS terhadap rupiah masih berlanjut.

Di sisi pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin turun 0,37 persen menjadi 6.173,61. Kombinasi pergerakan rupiah dan pelemahan IHSG menjadi perhatian pelaku pasar pada awal pekan ini.

Berikut ini rangkuman nilai tukar rupiah ke dollar AS yang dicantumkan pada sejumlah bank pada Senin (27/7/2026). Angka-angka yang muncul mengacu pada jenis kurs yang ditawarkan masing-masing layanan.

Kurs di Bank BCA

BCA mencantumkan kurs e-Rate untuk transaksi beli Rp 17.976,00 per dollar AS dan kurs jual Rp 17.996,00 per dollar AS. Catatan yang menyertai e-Rate menyebutkan kurs ini digunakan untuk transaksi melalui e-Banking.

Untuk TT counter, BCA mencantumkan kurs beli Rp 17.795,00 per dollar AS dan kurs jual Rp 18.070,00 per dollar AS. Sedangkan untuk bank notes, BCA juga memasang kurs beli Rp 17.795,00 per dollar AS dan kurs jual Rp 18.070,00 per dollar AS.

Dalam keterangan yang menyertai, BCA menegaskan bahwa nasabah perlu menghubungi cabang terdekat untuk memperoleh informasi kurs khusus sesuai nilai nominal transaksi tertentu. Kurs yang dikenakan mengikuti tanggal efektif transaksi dan dapat berubah selama proses transaksi.

Untuk transaksi pembelian dan penjualan valuta asing, ketentuan threshold transaksi serta kewajiban penyampaian dokumen underlying mengacu pada ketentuan Bank Indonesia (BI).

Kurs di Bank Mandiri

Bank Mandiri menampilkan special rate dengan kurs beli Rp 17.965,00 per dollar AS dan kurs jual Rp 17.995,00 per dollar AS. Untuk TT counter, Mandiri mencantumkan kurs beli Rp 17.750,00 per dollar AS dan kurs jual Rp 18.050,00 per dollar AS.

Pada layanan bank notes, Mandiri juga mencatat kurs beli Rp 17.750,00 per dollar AS serta kurs jual Rp 18.050,00 per dollar AS. Perbedaan jenis kurs ini menjadi penanda bahwa bank menggunakan skema tarif yang berbeda sesuai kanal dan skala transaksi.

Mandiri turut menyertakan catatan bahwa kurs special yang ditampilkan merupakan kurs indikasi untuk transaksi dengan nominal di atas 25.000 dollar AS (ekuivalen). Jika nasabah akan bertransaksi, bank menyarankan untuk segera menghubungi cabang guna mendapatkan kurs yang berlaku.

Keterangan lainnya menegaskan bahwa kurs dapat berubah selama proses transaksi, sehingga penentuan nilai akhir tetap mengikuti ketentuan tanggal efektif dan mekanisme internal bank.

Kurs di Bank BNI

BNI mencantumkan special rates dengan kurs beli Rp 17.967,00 per dollar AS dan kurs jual Rp 17.997,00 per dollar AS. Untuk TT counter, BNI mencatat kurs beli Rp 17.750,00 per dollar AS dan kurs jual Rp 18.050,00 per dollar AS.

Pada bank notes, BNI memasang kurs beli Rp 17.750,00 per dollar AS dan kurs jual Rp 18.050,00 per dollar AS. Dengan demikian, untuk skema TT counter dan bank notes, level kurs beli dan jual yang dicantumkan BNI berada pada angka yang sama pada laporan ini.

BNI juga menuliskan bahwa kurs yang ditampilkan bersifat indikatif dan dapat berubah selama proses transaksi. Kurs spesial yang ditampilkan dijelaskan berlaku sebagai indikasi untuk transaksi valuta asing melalui wondr by BNI.

Selain itu, BNI menambahkan ketentuan bahwa pembelian valas di atas ekuivalen USD 50.000 per bulan wajib dilengkapi dokumen underlying sesuai ketentuan yang berlaku. Artinya, untuk transaksi dengan volume besar, penetapan kurs tetap terkait pemenuhan dokumen sesuai aturan.

Secara keseluruhan, perbedaan angka kurs antarbank terlihat terutama pada penetapan special rate dan juga pada pilihan layanan yang digunakan nasabah. Pada saat laporan ini dicatat, rupiah berada di angka Rp 17.972 per dollar AS, sementara IHSG kemarin turun 0,37 persen ke 6.173,61 dan tren penguatan dollar AS terhadap rupiah masih berlangsung.