Olahraga

Open 2026: Bryson DeChambeau Terima Penalti Dua Stroke setelah Ronde Kedua di Royal Birkdale

×

Open 2026: Bryson DeChambeau Terima Penalti Dua Stroke setelah Ronde Kedua di Royal Birkdale

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Open 2026: Bryson DeChambeau given two-shot penalty in dramatic scenes after second round at Royal Birkdale

jurnalistik.co.id – Bryson DeChambeau harus menerima pukulan tambahan dalam upayanya mengejar titel Open 2026 setelah ronde kedua di Royal Birkdale berakhir dengan momen dramatis di tengah penanganan aturan pertandingan.

Setelah menyelesaikan 66 pada ronde kedua, petenis golf asal Amerika itu sempat berada sangat dekat dengan pimpinan turnamen. Ia berada pada tujuh under par, hanya satu pukulan di belakang posisi teratas.

Namun, keadaan berubah cepat saat DeChambeau meninggalkan area permainan untuk berdiskusi dengan pejabat aturan mengenai dugaan pelanggaran. Keputusan tersebut memunculkan jeda panjang sebelum akhirnya ada kepastian mengenai status penalti.

Menurut penilaian awal, DeChambeau dituduh menginjak rumput panjang di dekat bola pada hole kelima. Insiden di hole itu kemudian menjadi fokus pemeriksaan, menyusul perdebatan dan kajian oleh pejabat Open.

Setelah diskusi yang berlangsung cukup lama, pejabat aturan memastikan bahwa DeChambeau memperoleh penalti dua pukulan. Penalti itu dijatuhkan karena dianggap “inadvertently improving his lie”.

Konsekuensi dari penalti tersebut langsung memengaruhi posisi DeChambeau di papan skor. Ia harus mundur dari tujuh under par menjadi lima under par.

Bukan hanya skor yang bergeser, jarak dengan pemimpin klasemen juga berubah. Dengan penalti dua pukulan itu, DeChambeau kini tertinggal tiga pukulan dari pemimpin, yakni Lucas Herbert.

Perubahan angka ini mengilustrasikan betapa tipisnya margin di kompetisi tingkat tinggi. Satu keputusan aturan dapat mengubah lintasan persaingan dalam hitungan pukulan.

Di sisi lain, ronde kedua yang semula menjadi modal penting tetap menunjukkan bahwa DeChambeau mampu meraih hasil yang solid di lapangan. Angka 66 menjadi fondasi yang sempat membawa ia kembali ke peluang besar, sebelum penalti mengoreksi momentum tersebut.

Situasi tersebut juga menempatkan Herbert pada posisi yang semakin menguntungkan sebagai pemimpin. Lucas Herbert mempertahankan jarak tiga pukulan setelah angka DeChambeau disesuaikan akibat penalti.

Dengan sisa persaingan berikutnya, DeChambeau kini berada dalam posisi yang menuntut respons cepat agar tetap bisa mengejar perburuan gelar. Ia perlu mengubah permainan untuk memperkecil gap dari pimpinan yang terbentuk setelah keputusan aturan.

Di Royal Birkdale, setiap hole punya pengaruh terhadap strategi, terutama saat inspeksi aturan muncul pada momen-momen tertentu. Kasus di hole kelima menjadi contoh konkret bagaimana detail kecil di sekitar bola dapat berujung pada penalti.

Meski demikian, DeChambeau tetap memiliki catatan bahwa performa ronde keduanya mampu menempatkannya hampir menyentuh puncak klasemen. Hanya saja, setelah ketetapan “inadvertently improving his lie” dijalankan, ia harus melanjutkan turnamen dengan posisi lima under par.

Kini, fokus beralih pada bagaimana petenis tersebut menyusun langkah berikutnya dan memanfaatkan peluang yang tersisa untuk membalik keadaan. Dengan tertinggal tiga dari Lucas Herbert, persaingan DeChambeau akan sangat bergantung pada konsistensi pukulan pada sesi-sesi berikutnya.

Keputusan yang lahir setelah jeda panjang itu menegaskan betapa proses aturan bisa mengganggu ritme pemain di lapangan. Setelah berada sedekat mungkin dengan pimpinan, DeChambeau harus menghadapi ketidakpastian sementara status penalti belum ditetapkan.

Ketika ketetapan datang, penalti dua pukulan membuat perubahan yang terasa langsung, bukan hanya sebagai catatan di kartu skor. Ia kehilangan momen yang sebelumnya mengantarkannya pada posisi tujuh under par, lalu penyesuaian membawa angka kembali ke lima under par.

Dampaknya juga merembet pada jarak klasemen. Dari kondisi yang sempat menempatkannya sangat dekat dengan pemimpin, ia kini berada tiga pukulan di belakang Lucas Herbert. Meski demikian, posisi tersebut tetap menunjukkan bahwa upaya mengejar titel masih mungkin, namun harus berjalan dengan konsistensi tinggi.

Di Royal Birkdale, cara pemain mengelola detail di sekitar bola menjadi bagian penting dari strategi, sebagaimana terlihat pada insiden di hole kelima. Dengan fondasi ronde kedua yang ditandai angka 66, DeChambeau perlu mempertahankan performa solidnya sekaligus merespons penalti itu melalui permainan yang lebih rapi agar gap terhadap Herbert bisa dipersempit.