jurnalistik.co.id – Pilot pesawat kecil yang menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing akhirnya dinyatakan meninggal pada Sabtu (27/6/2026). Insiden tersebut terjadi beberapa hari sebelumnya dan meninggalkan sejumlah korban luka.
Pesawat dengan dua tempat duduk itu menabrak gedung China Zun pada Jumat (25/6/2026) pukul 17.55 waktu setempat. Dalam laporan yang beredar, tabrakan tersebut melukai 13 orang.
China Zun berdiri di kawasan bisnis pusat Beijing dan dikenal sebagai kantor pusat konglomerat milik negara, CITIC Group. Gedung ini memiliki 108 lantai dengan ketinggian 528 meter, serta bentuknya menyerupai bejana anggur kuno.
Seusai kejadian, kepolisian melakukan respons cepat di sekitar lokasi. Petugas menutup akses jalan di area gedung, sekaligus melarang orang memotret dan meminta penghapusan gambar yang sempat diambil.
Warga dan pihak lain di sekitar lokasi juga diarahkan menjauh dari gedung tersebut. Di saat yang sama, seorang petugas polisi memerintahkan wartawan lokal untuk meninggalkan area kejadian.
Jejak penerbangan menurut pelacakan
Berdasarkan pelacakan penerbangan di Flightradar24, pesawat Sunward SA 60L Aurora lepas landas dari sebuah bandara yang berjarak hampir 50 km di sebelah timur Beijing. Pesawat kemudian terbang dengan arah ke barat.
Penerbangan itu berakhir tepat di sebelah timur Jalan Lingkar Ketiga Timur. Informasi lintasan tersebut menjadi salah satu petunjuk awal bagi pihak berwenang untuk memahami kronologi sebelum insiden.
Identitas pilot dan nama lokasi belum dikonfirmasi
Hingga kini, pihak berwenang China belum mengidentifikasi pilot yang terlibat secara resmi, maupun menyebutkan nama gedung yang menjadi lokasi tabrakan. Ketidakjelasan ini muncul bersamaan dengan langkah penyelidikan yang masih berlangsung.
Penyebab kecelakaan masih diselidiki
Penyebab kecelakaan belum diketahui secara pasti. Pihak berwenang menyatakan bahwa pemeriksaan sedang berjalan, termasuk untuk memahami apa yang terjadi di kota dengan kontrol wilayah udara yang ketat.
Selain aspek teknis penerbangan, status para korban luka juga masih belum sepenuhnya jelas. Belum pasti apakah mereka berada di dalam gedung pada saat kejadian atau mengalami luka karena puing-puing yang jatuh akibat tabrakan.
Keterangan saksi tentang suara benturan
Menurut keterangan yang dikutip dari Reuters, seorang kurir mengaku bergegas menuju Menara CITIC setelah mendengar suara benturan keras di sekitar pukul 6 sore waktu setempat. Ia menyebut pesawat yang terlibat berukuran seukuran mobil.
Kurir tersebut juga menggambarkan intensitas suara tabrakan dengan mengatakan, โSuaranya sangat keras, lebih keras daripada suara kembang api.โ Pernyataan itu menunjukkan betapa kuat dampak insiden terdengar dari jarak yang relatif dekat.
Hingga tahap ini, otoritas masih menahan informasi rinci mengenai penyebab tabrakan dan identitas pilot. Proses penyelidikan diharapkan dapat memberikan jawaban yang lebih lengkap, terutama terkait rangkaian kejadian sejak pesawat lepas landas hingga berakhir di area Jalan Lingkar Ketiga Timur.
Dengan adanya korban luka dan respons aparat yang ketat di lokasi, insiden tersebut menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan penerbangan serta keamanan di pusat kota. Informasi lanjutan dari pihak berwenang masih dinantikan seiring perkembangan penyelidikan.
Dalam upaya menyusun kronologi, sejumlah informasi pendukung telah dikumpulkan sejak awal, termasuk data lintasan penerbangan yang mengarah pada titik akhir di wilayah timur Jalan Lingkar Ketiga Timur.
Otoritas juga menilai insiden ini dari berbagai sisi, tidak hanya terkait performa pesawat, tetapi juga bagaimana penerbangan berlangsung di tengah pengawasan ketat wilayah udara di area perkotaan.
Sementara itu, pihak berwenang belum merilis kepastian mengenai kondisi para korban luka secara menyeluruh. Penjelasan yang masih menunggu hasil pemeriksaan ini mencakup kemungkinan mereka berada di dalam gedung atau tertimpa dampak yang timbul setelah tabrakan.
Keterangan yang dimuat Reuters turut menambah gambaran awal mengenai daya benturan. Kurir yang berada di sekitar lokasi menyebut suara insiden terdengar sangat keras, hingga membuatnya segera bergerak menuju area Menara CITIC.











