Internasional

Mengapa peringatan antrean liburan muncul akibat sistem perbatasan digital UE EES yang baru?

×

Mengapa peringatan antrean liburan muncul akibat sistem perbatasan digital UE EES yang baru?

Sebarkan artikel ini
Why are there holiday delay warnings over the EU's new border system?
Ilustrasi: Why are there holiday delay warnings over the EU's new border system?

jurnalistik.co.id – Musim liburan tahun ini di Eropa diiringi sejumlah peringatan soal potensi antrean di bandara. Pemicunya adalah sistem perbatasan digital baru Uni Eropa yang pertama kali benar-benar diuji pada puncak perjalanan musim panas setelah mulai diterapkan.

Ini merupakan musim panas pertama sejak Sistem Entri/Keluar Uni Eropa, atau Entry/Exit System (EES), hadir. Bagi pelancong dari Inggris, aturan baru tersebut berarti mereka harus melengkapi pendaftaran biometrik berupa sidik jari dan foto, yang dilakukan berdampingan dengan pemindaian paspor.

Tujuan EES adalah menggantikan proses cap paspor secara manual. Sistem ini dirancang untuk melacak pihak yang memasuki dan meninggalkan wilayah bebas bea Schengen, yang mencakup 29 negara Eropa.

Dalam ketentuan EES, warga negara “third country” termasuk warga Inggris berada dalam kelompok yang harus memberikan sidik jari dan foto saat pemeriksaan paspor. Untuk perjalanan udara, orang-orang dari Inggris yang terbang ke destinasi liburan populer seperti Prancis, Spanyol, Portugal, dan Italia akan diminta menjalani proses tersebut di kios otomatis setelah mendarat.

Data yang dikumpulkan saat masuk kemudian diverifikasi ketika pelancong tersebut meninggalkan wilayah Schengen. Namun, tidak semua penumpang harus menjalani tahapan yang sama secara penuh di kios otomatis; sebagian penumpang, termasuk anak-anak di bawah 12 tahun, diperiksa paspornya oleh petugas perbatasan.

Kenapa antrean bisa terasa lebih lama

EES mulai diterapkan dengan proses bertahap pada Oktober tahun lalu dan kini sudah berjalan penuh. Waktu yang dibutuhkan untuk mendaftarkan informasi biometrik membuat otoritas memberi saran agar pelancong bersiap menghadapi waktu tunggu di kontrol perbatasan.

Selama masa pengenalan, antrean sempat membesar di beberapa bandara pada jam-jam sibuk. Sejak itu, ada laporan bahwa sistem berjalan baik di sebagian bandara, tetapi di tempat lain waktu tunggu bisa mencapai beberapa jam.

Seorang perwakilan dari asosiasi maskapai IATA memperingatkan bahwa antrean di beberapa lokasi bisa berlangsung hingga enam jam. Sejumlah pakar perjalanan dan tokoh industri menilai masalah yang muncul berkaitan dengan teknologi dan juga ketersediaan petugas di titik pemeriksaan perbatasan.

Selain lamanya waktu tunggu, ada juga laporan penumpang harus mendaftarkan biometrik lebih dari satu kali. Dalam konteks ini, bos UK Wizz Air menyampaikan kepada BBC bahwa penumpang perlu memperhitungkan waktu tunggu dan tiba sekitar tiga jam sebelum penerbangan pulang.

Di lapangan, beberapa penumpang bahkan melewatkan penerbangan pulang karena waktu tunggu untuk pemeriksaan EES tidak memungkinkan mereka mencapai gerbang keberangkatan tepat waktu. Respons maskapai terhadap keterlambatan penumpang pun bervariasi: ada maskapai yang menyatakan akan menunggu sejauh memungkinkan, sementara Ryanair disebut sebagai contoh maskapai yang tidak akan menahan jadwal.

Uji besar musim panas dan ruang penyesuaian

Musim liburan merupakan ujian besar bagi sistem baru ini. Sebagai contoh, Yunani tidak menerapkan pemeriksaan biometrik terhadap pengunjung Inggris pada periode puncak. Di sisi lain, Komisi Eropa juga memberi kemungkinan penghentian sementara EES dalam “exceptional circumstances that lead to excessive waiting times” hingga September.

Perbaikan juga direncanakan di sejumlah tempat yang mencatat antrean terburuk. Contohnya, Portugal mengumumkan penambahan ratusan petugas perbatasan untuk bulan Juli.

Di bandara, otoritas menyatakan penumpang sebaiknya mengikuti saran yang diberikan maskapai terkait seberapa awal harus datang untuk penerbangan kembali ke Inggris.

Bagaimana dengan jalur kereta dan feri

Untuk pelayaran dan perjalanan darat, skema pemeriksaan tidak selalu identik dengan proses di bandara. Di beberapa lokasi, polisi perbatasan Prancis sudah melakukan pemeriksaan paspor sebelum orang-orang meninggalkan Inggris.

Lokasi yang disebut antara lain pelabuhan feri Dover, terminal Folkestone milik Eurotunnel, serta stasiun St Pancras untuk keberangkatan Eurostar. Untuk beberapa bulan sebelumnya, puluhan mesin otomatis telah dipasang di tempat-tempat itu agar orang dapat melewati proses EES, tetapi mesin tersebut belum digunakan secara rutin.

Akibatnya, petugas perbatasan melakukan sebagian tahapan proses. Di Dover, misalnya, walaupun sidik jari dan foto belum dikumpulkan pada tahap awal, antrean panjang kendaraan tetap terbentuk sejak awal libur paruh musim Mei. Otoritas perbatasan Prancis akhirnya menghentikan proses tersebut.

Untuk bus, disebut bahwa pelancong akan disegel setelah menyelesaikan pemeriksaan EES sebelum melanjutkan perjalanan ke terminal feri.

Aplikasi telepon genggam dan ETIAS yang akan menyusul

Sebuah aplikasi telepon genggam juga dikembangkan untuk memungkinkan penumpang melakukan sebagian proses sebelum mencapai perbatasan. Akan tetapi, penggunaan aplikasi ini belum luas; saat ini disebut hanya digunakan oleh dua negara.

Swedia memakainya untuk membantu pendaftaran data paspor dan foto. Portugal menggunakannya hanya untuk kuesioner entri. Sementara itu, pertanyaan lain yang sering muncul adalah apa itu ETIAS dan kapan sistem tersebut mulai berjalan.

Uni Eropa juga akan memperkenalkan sistem baru bebas visa yang terhubung dengan paspor, yaitu European Travel Information and Authorisation System (ETIAS). ETIAS akan dibangun sebagai langkah lanjutan yang berhubungan dengan EES.

Warga negara non-Uni Eropa yang tidak memerlukan visa untuk masuk ke Uni Eropa, termasuk warga Inggris, akan dapat mengajukan permohonan secara online untuk mendapatkan otorisasi sebelum bepergian. ETIAS direncanakan mulai berlaku pada akhir 2026, meski tanggal pastinya disebut belum dikonfirmasi.

Biaya ETIAS adalah €20 atau setara £17,47 per aplikasi, berlaku selama tiga tahun. Penumpang yang berusia di bawah 18 tahun dan di atas 70 tahun tetap perlu mengajukan permohonan, tetapi tidak perlu membayar.

Laporan tambahan dalam artikel ini disebut berasal dari Kris Bramwell.