Daerah

Prabowo Kenakan Upiah Karanji di Puncak PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo

×

Prabowo Kenakan Upiah Karanji di Puncak PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Kenakan Upiah Karanji pada Puncak PENAS XVII
Ilustrasi: Presiden Prabowo Kenakan Upiah Karanji pada Puncak PENAS XVII

jurnalistik.co.id – Presiden Prabowo Subianto tampil mengenakan upiah karanji pada puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026).

Di momen tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan pada kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian PENAS Petani Nelayan XVIII? (sumber menyebut “ke-XVII” dan “PENAS XVII”); puncaknya berlangsung di Limboto, Gorontalo.

Upiah karanji yang dipakai Presiden Prabowo merupakan kopiah khas Gorontalo yang dianyam dari mintu atau belukar hutan. Kehadirannya melengkapi penampilan yang sekaligus menampilkan identitas lokal dalam perhelatan nasional tersebut.

Selain Presiden Prabowo, sejumlah menteri beserta pejabat pusat dan daerah juga mengenakan upiah karanji. Mereka tampil bersama dengan pakaian karawo, yang dipadukan secara seragam dalam acara di Sport Center Limboto.

Motif jagung dan makuta atau mahkota pengantin adat Gorontalo tampak pada bagian depan pakaian karawo yang seragam berwarna biru laut. Gaya busana itu menjadi penanda kebersamaan peserta dan pejabat yang hadir pada puncak PENAS Petani Nelayan XVII.

Kesempatan memperkenalkan potensi daerah

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menyampaikan bahwa PENAS XVII bukan sekadar ajang bertemu. Ia menyebut PENAS XVII sebagai kesempatan bagi Gorontalo untuk memperkenalkan potensi daerah kepada seluruh Indonesia.

“PENAS XVII bukan hanya ajang silaturahmi petani dan nelayan, tetapi juga kesempatan bagi Gorontalo untuk memperkenalkan potensi daerah kepada seluruh Indonesia,” kata Idah Syahidah Rusli Habibie.

Menurut pemberitaan, upiah karanji dan kain karawo merupakan produk kerajinan daerah yang diproduksi oleh pelaku UMKM. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah dalam ekosistem daerah.

UMKM sebagai prioritas daerah

Pengembangan sektor UMKM disebut menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Gorontalo. Program tersebut dijalankan di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie.

Penyelenggaraan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 juga dipandang sebagai kebanggaan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Gorontalo. Dalam rangkaian tersebut, capaian penyelenggaraan disebut mencatatkan nilai penting bagi daerah.

Selain unsur silaturahmi dan pengenalan potensi, perhelatan ini memiliki catatan sejarah dalam kehadiran pejabat negara. PENAS XVII mencatatkan sejarah dengan hadirnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada pembukaan, serta puncaknya dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran Presiden Prabowo juga disebut menjadi sejarah tersendiri, karena hanya dalam kurun waktu 45 hari berkunjung ke Bumi Serambi Madinah. Dalam catatan peristiwa yang sama, disebutkan pula bahwa Presiden Prabowo sebelumnya berkunjung pada tanggal 9 Mei.

Pada 9 Mei lalu, Presiden Prabowo meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo. Peresmian tersebut disebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan yang kemudian berlanjut hingga puncak PENAS Petani Nelayan XVII.

Dengan upiah karanji yang dikenakan Presiden Prabowo serta pakaian karawo yang seragam, puncak PENAS Petani Nelayan XVII di Limboto menampilkan keterkaitan antara identitas budaya, produk kerajinan lokal, dan pengembangan UMKM di Gorontalo. Pada saat yang sama, kegiatan ini juga mempertemukan petani dan nelayan dalam satu agenda nasional yang menghadirkan arahan dan rangkaian kegiatan di Sport Center Limboto.

Keberadaan upiah karanji dan karawo dalam acara itu juga menegaskan cara pandang bahwa budaya daerah dapat hadir berdampingan dengan agenda berskala nasional. Kopiah khas Gorontalo yang dianyam dari mintu atau belukar hutan menjadi bagian dari detail yang memperkuat penampilan para pejabat, sekaligus memberi ruang bagi identitas lokal untuk terlihat dari jarak jauh.

Di sisi lain, penekanan pada produk kerajinan daerah yang berasal dari pelaku UMKM diletakkan sebagai pesan yang sejalan dengan arah pembangunan di Gorontalo. Dengan UMKM disebut sebagai prioritas program, rangkaian PENAS di Limboto diposisikan tidak hanya sebagai forum pertemuan, tetapi juga sebagai panggung untuk menunjukkan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah yang berkembang di daerah.

Catatan kehadiran pejabat negara turut memberi dimensi sejarah pada perhelatan tersebut. Disebutkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir pada pembukaan, lalu puncak kegiatan menghadirkan Presiden Prabowo Subianto. Dalam rentang waktu kunjungan yang disebut sekitar 45 hari, Prabowo juga pernah berkunjung lebih dulu pada 9 Mei untuk meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih, sebelum rangkaian acara berujung pada puncak PENAS di Sport Center Limboto.