jurnalistik.co.id – Polisi mengungkap kronologi kericuhan yang terjadi saat konser Endank Soekamti di gelaran Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (1/7/2026) malam.
Menurut Kapolsek Semarang Barat, Kompol Darwin Tamba, insiden itu berlangsung sekitar pukul 21.45 WIB, tepat menjelang penampilan artis utama berakhir.
Darwin menyebut keributan bermula dari aksi saling bersenggolan antarpenonton yang kemudian memicu bentrokan. Bentrokan tersebut melibatkan sekitar 10 orang di area konser.
Kompol Darwin menjelaskan, “Keributan antar penonton kurang lebih 10 orang yang sedang menonton konser di PRPP. Kejadiannya menjelang artis utama akan selesai tampil,” kata Kompol Darwin, Kamis (2/7/2026).
Fokus keributan, kata Darwin, tidak berlangsung lama. Keributan itu terjadi selama kurang lebih lima menit sebelum akhirnya bisa diredam oleh petugas.
“Kejadian keributan tersebut dapat dibubarkan oleh personel pengamanan dari Sat Samapta Polrestabes Semarang,” tegasnya.
Diduga ada pihak yang berada di bawah pengaruh minuman beralkohol
Polisi juga menduga adanya faktor minuman beralkohol yang memengaruhi salah satu pihak yang terlibat. Darwin menyatakan ada pembatasan masuknya botol ke lokasi konser, sehingga dugaan tertuju pada konsumsi minuman di luar area.
“Kalau bawa botol masuk tidak boleh, diduga minum di luar,” bebernya.
Meski sempat memicu kepanikan di tengah kerumunan, Darwin memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa akibat insiden tersebut. Ia juga menyatakan polisi tidak melakukan penangkapan terhadap penonton yang terlibat.
“Belum ada [korban luka atau jiwa maupun penonton yang ditangkap],” pungkasnya.
Kondisi kericuhan terekam video dan beredar di media sosial
Peristiwa kericuhan disebut terekam dalam sejumlah video dan kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat beberapa pria saling kejar sambil berteriak di tengah penonton.
Selain itu, tampak pula sebuah stan berwarna biru yang terlihat roboh, diduga akibat terdorong ketika kericuhan berlangsung.
Akun Instagram @portalsemarang yang mengunggah video menyertakan narasi dugaan awal penyebab kericuhan. Dalam narasi itu, tertulis “Dugaan sementara, seorang pria kondisi mabuk berkasi mosing sampai nendang tenant sampai tak terkendali mengakibatkan suasana panas kepada orang lain”.
Hingga laporan ini disampaikan, polisi menegaskan kericuhan sudah dapat dikendalikan petugas pengamanan, sementara proses penanganan tidak berujung pada korban maupun penangkapan.
Kompol Darwin juga menegaskan bahwa situasi di lokasi awalnya bersifat spontan, berawal dari kontak fisik antarpenonton yang kemudian merembet menjadi dorong-mendorong. Menurutnya, benturan antarkelompok itu berlangsung di area sekitar kegiatan konser, sebelum akhirnya pengamanan mengambil alih untuk meredakan ketegangan.
Dari penelusuran awal yang disampaikan kepolisian, keributan terjadi dalam rentang waktu yang relatif singkat. Meski sempat menimbulkan gelombang kepanikan di tengah kerumunan, petugas dapat mengamankan suasana sehingga kegiatan di dalam area tetap dapat kembali terkondisi, tanpa berlanjut menjadi insiden yang lebih besar.
Di sisi lain, polisi menilai dugaan pemicu juga berkaitan dengan pengaruh minuman beralkohol. Darwin menyebut adanya aturan terkait pembatasan membawa botol masuk ke area konser, sehingga dugaan diarahkan pada konsumsi yang terjadi di luar lokasi. Pernyataan itu sekaligus menjadi konteks atas keterangan yang beredar di media sosial.
Sejumlah rekaman yang kemudian viral memperlihatkan suasana gaduh, termasuk adanya beberapa pria yang saling kejar sambil berteriak di tengah penonton. Dalam video yang beredar juga tampak sebuah stan berwarna biru yang terlihat roboh, yang diduga terjadi karena terdorong saat kepanikan berlangsung.
Hingga informasi ini disampaikan, polisi menyatakan keributan sudah bisa dikendalikan oleh personel pengamanan dari Sat Samapta Polrestabes Semarang. Polisi juga menegaskan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dari insiden tersebut, serta tidak dilakukan penangkapan terhadap penonton yang diduga terlibat.












